
Dan akhirnya semua pun sudah dalam perjalanan menuju rumah Wulan. Keluarga Juna terbagi menjadi dua mobil. Mobil yang dikendarai, Juna berisi Jaka, Melati, Yanti, Julian dan Altaf serta Juna selaku supir. Sedangkan mobil kedua berisi Bapak, Emak, ibunya dan ayahnya Juna dan Jati.
"Masih nggak nyangka aku, Mba, Juna akan dapat menikah dengan orang sini?" Ucap, Mela, ibu Juna kepada Emak yang duduk bersebelahan.
"Iya, padahal selain perawan, di sana juga banyak janda yang menyukainya, eh malah nyantolnya orang sini." Tukas Rizki, ayah Juna.
Entah sudah ungkapan yang keberapa, kata kata itu terlontar. Namun mereka masih saja membicarakannya, meski mereka tahu jawabannya sama yaitu takdir. Di tambah lagi Juna yang tidak terlihat ragu sedikitpun saat memikahi Wulan. Maka itu orang tua Juna akhirnya menyetujui.
"Biar Jaka ada temennya, Mel. sama sama dapat jodoh janda." Ucap Emak asal tapi justru membuat semua penghuni mobil sedikit terhibur.
"Entar jangan jangan, Julian disini juga dapat janda pula?" Tukas Rizki.
"Kalau jodoh ya nggak apa apa. Tapi kan kita tahu Julian kesini karena kabur." Ucap Bapak.
"Baru kali ini, ada pria di lamar wanita, tiga lagi, mana masih pada perawan pula." Ucap Emak.
Obrolan ringan juga terjadi di dalam mobil satunya.
"Rencana pernikahan kalian nanti gimana, Jun?" Tanya Jaka yang duduk di belakang Juna bersebelahan dengan sang istri.
__ADS_1
Penginnya aku sih, malam ini lamaran, besok langsung nikah." Medapat jawaban asal dari Juna, Jaka mengangkat tangannya dan menoyor kepala Juna.
"Di tanya serius juga." Sungut Jaka. Juna hanya cengengesan tanpa dosa.
"Penginnya aku sih nanti merayakan pesta pernikahannya di Bandung. Tapi kan nanti hal ini dibicarakan dan menjadi keputusan bersama baiknya gimana. Ya, semoga nggak terlalu lama, males nungguinnya." Jawab Juna. Matanya terus fokus ke arah depan jalan raya.
"Paling kamu pengin cepet cepet main ranjang, makanya nikahnya terburu buru." Cibir Julian.
"Apapun itu, yang penting aku nikah, daripada kamu, di lamar tiga perawan malah kabur ke sini." Ledek Juna.
"Siapa yang kabur? Orang aku pengin usaha disini?" Elak Julian. Tiga orang yang ada di belakang mereka cuma menyimak perdebatan yang terjadi antara Juna dan Julian. Sedangkan satu satunya bocah yang ada di sana, asyik menonton video kartun dari ponsel sambil memakan jajan yang dibawanya.
"Iya, Jul. Tiga perawan, mantap tuh." Sambung Jaka. Sementara Melati tidak mengeluarkan sepatah katapun. Dia belum terlalu akrab dengan Julian. Beda sama Yanti yang sudah menjadi bagian keluarga besar suaminya jadi dia sudah bisa berbaur dengan mudah.
"Udah deh! Jangan bahas bahas soal itu. bikin pusing tahu nggak?" Sungut Julian dan semuanya malah tergelak.
Sementara di kediaman Wulan, hampir semua anggota keluarga Wulan nampak ada di sana. Ada juga beberapa tetangga yang datang karena diminta secara khusus oleh orang tua Wulan. Meski banyak kasak kusuk tidak mengenekan tentang Wulan yang secepat ini dilamar, namun keluarga Wulan seakan tak peduli dan menutup telinga karena mereka melihat keseriusan dan ketulusan Juna yang sangat ingin menikahi Wulan. Tak ketinggalan juga dua sahabat Wulan ada di sana. Dengan alasan ingin menyaksikan acara lamaran sang sahabat, mereka meninggalkan keluargnya sejenak. Padahal satu niat mereka ingin melihat calon Wulan secara langsung.
Beberapa saat kemudian, terihat di depan warung, dua mobil berhenti sana. Salah satu anggota keluarga yang mlihatnya pun segera memberi tahu yang lain tentang kedatangan keluarga calon mempelai laki laki. Segera saja mereka datang menyambutnya begitu semua yang berada di dalam mobil turun dan masuk ke dalam ruang yang sudah di sediakan.
__ADS_1
Hampir semua wanita yang umurnya masih muda terperangah melihat secara nyata betapa tampannya sang calon suami dari seorang Wulan. Belum lagi pesona ketiga pria yang hadir disana. Siapa lagi kalau bukan Jaka, Jati dan Julian. Kehadiran mereka benar benar menghipnotis mata wanita yang seakan tak ikhlas untuk berkedip.
"Gila, Wulan! Itu serius Juna? Kamu nggak salah kan? Astaga!" Bisik Alin.
"Aku yakin, kamu pasti pake guna guna? Iyakan? Ngaku deh?" Bisik Sari.
"Apaan sih kalian? bisa diem nggak? Ribut amat." Hardik Wulan yang sudah gemas dengan tingkah kedua sahabatnya dari tadi.
"Kamu pasti pakai ajian nungging asmara ya, Lan? Nggak mungkin cowok setampan dunia manusia bisa bucin sama kamu?" Tuduh Sari.
"Nggak hanya dunia manusia, Sar, kayaknya dunia jin dan setan juga nggak ada yang setampan mereka," Balas Alin.
"Kalian ini. Benar benar ya!" Sungut Wulan.
Dan acara lamaran pun di mulai. Di awali dengan ramah tamah dari kedua belah pihak keluarga, pemasangan cincin pemikat dan berakhir musyawarah sambil menikmati santapan yang sudah di sediakan. Akhirnya kedua belah pihak memutuskan Juna dan Wulan akan melangsungkan pernikahan secara sederhana di rumah Wulan dalam kurun waktu satu minggu ke depan sesuai permintaan Juna yang terlalu memaksa. Dan pesta pesta pernikahan akan di gelar di kota Juna satu bulan kemudian.
"Kenapa nggak besok saja sih nikahnya?" sungut Juna dalam hati.
...@@@@@...
__ADS_1