ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Sidang Calon Keluarga..


__ADS_3

Ternganga. itulah reaksi seluruh anggota keluarga Melati saat ini. Mereka benar benar takjub dan terkerjut saat Melati turun dari motor dengan seorang pria yang tampannya sangat mengguncang peradaban kaum hawa. Mata mereka hampir tak berkedip melihat pesona pria yang Melati bawa.


Bahkan hingga pria itu duduk di ruang tamu, bisik bisik ketidak percayaan anggota keluarga Melati masih terdengar hingga ke telinga sang tamu.


"Mel, kamu nggak salah bawa orang kan?" Bisik mba Rani, istri bang Rudi.


"Kenapa?" Tanya Melati heran. Dan tentunya dengan berbisik pula.


"Ganteng banget kali Mel astaga, kamu bayar berapa sih agar dia mau pura pura jadi pacar kamu?"


"Astaga, mba, sembarangan." Sungut Melati dan ketiga perempuan yang duduk bersamaan itu malah terkekeh bersama.


"Mel tanyain dong?" Bisik Mba Desi.


"Tanya apa?"


"Manusia kan terbuat dari tanah, cowok kamu terbuat dari tanah sebelah mana gitu? bisa tampannya bikin resah gini."


"Tau ah mba." Sungut Melati dan lagi lagi suara tawa tertahan terdengar dari ketiga wanita tersebut.


Sedangkan dua pria yang di sebut sebagai kakak Melati hanya memandang istri istrinya dengan muka masam. Jelas mereka cemburu, istri istri mereka adalah pemuja ketampanan pria. Saat lihat pria tampan di televisi saja histerisnya mengalahkan suporter sepak bola. Apa lagi sekarang mereka langsung bisa menikmati di depan mata, istri istri mereka seketika melupakan keberadaan suaminya.


Siti juga tak kalah hebohnya. Bahkan dia selalu mencari cari perhatian kepada pria tampan yang sedang menjadi pusat perhatian. Dari membuatkan air minum, membuka toples yag berisi rengginang sampai berusaha mengajak ngobrol pria itu.


Tentu saja Melati yang melihat gelagat menyebalkan dari sepupunya, seketika berpindah tempat dan dia langsung duduk di sebelah kekasihnya. Membuat Siti mendengus sebal.


Suami Siti juga tak pernah menyangka. Setelah Melati membuang dirinya, kini Melati mendapat laki laki yang tampannya jauh berkali kali lipat darinya. Hingga dia seperti tidak rela Melati bersama pria itu.


Berbeda dengan kedua orang tua Melati. Mereka berusaha tenang meski mereka juga terkejut dengan pria yang dibawa anak perempuannya.


Dan Jaka juga bingung harus melakukan apa. Jantungnya benar benar melompat lompat tak beraturan.


"Siapa nama kamu nak?" Tanya Ibu dengan sikap ramahnya membuka percakapan.


"Jaka bu." Jawab Jaka tak kalah sopannya.


"Oh, Jaka. Masih bujang?" Tanya Bapak.

__ADS_1


"Masih pak." Jawab Jaka mencoba bersikap tenang.


"Kok bisa sama Melati, Mas? Emang ketemu dimana kalian?" Tanya Rudi. Seketika Jaka pun bingung hendak menjawab apa. Dia melirik Melati meminta bantuan untuk menjawab pertanyaan kakaknya. Karena tidak mungkin Jaka dan Melati jujur tentang awal perkenalan mereka karena Jaka terjebak hujan dan menginap di rumah Melati. Bisa beda ceritanya.


Tapi sejurus kemudian Jaka pun menemukan jawabannya.


"Kenal di pasar mas. Kebetulan dulu saya waktu masih bekerja di tempat yang lama sering ketemu Melati." Ucap Jaka dan tentu saja itu dusta.


"Tempat kerja yang lama? maksudnya?" Tanya Falah.


"Itu loh mas, Jaka ini kerja sebagai pencabut barang milik orang orang yang menunggak cicilan gitu, misalnya motor atau barang mewah lainnya." Jelas Melati.


"Oh, trus sekarang?"


"Lagi mau buka usaha sendiri mas, udah males kerja ikut orang terus." Jawab Jaka masih dengan sopannya meski dia merasa seperti menjadi tersangka karena sebuah kejahatan. Dan kini dia sedang dalam proses interogasi.


"Emang mau usaha apa?" Tanya Rudi.


"Mau buka bengkel rencananya, ini baru persiapan." Jawab Jaka semakin yakin dan lancar.


"Kenapa pilih bidang bengkel?"


"Ya biar sesuai dengan kemampuan saya mas, dan kebetulan saya dulu juga pernah kerja di perusahan mobil empat tahun." Terang Jaka.


"Oh, ya bagus lah. Tapi kamu sudah tahu kan status Melati?" Tanya Falah.


"Sudah mas, dan saya mau menerima apa adanya dia." Jawab Jaka jujur dan perempuan di sebelahnya hatinya langsung berbunga bunga.


"Syukurlah, tapi kamu benar mau serius sama dia? Maaf nih mas Jaka, bukannya apa apa. Karena Melati punya masa lalu yang suram soal laki laki. Jadi tentu saja kami sebagai kakak tak ingin Melati salah memilih lagi." Ucap Falah.


"Apa Melati sudah pernah cerita tentang mantan suaminya yang.." Ucap Rani sengaja menggantung ucapannya.


"Sudah mba, Melati sudah cerita semuanya." Jawab Jaka yang paham ke mana arah pertanyaan kakak Melati.


Sementara itu dua orang yang mulai merasa tak nyaman berada disitu karena pembicaraan sudah menjurus ke arah mereka, segera perlahan pergi meninggalkam pertemuan itu. Sudah pasti mereka tidak akan betah jika kesalahan mereka selalu di ungkit ungkit.


"Apa apaan sih mereka, selalu saja ngungkit ngungkit masa lalu?" Gerutu siti begitu masuk rumah. Sedangkan sang suami langsung masuk kamar dan dia hanya diam dengan pikiran yang pasti ke mantan istrinya.

__ADS_1


"Lagian kamu nggak tahu malu banget. Udah merebut suami orang, masih aja suka ngerecokin mereka." Umpat ibunya Siti begitu keluar dari dapur.


"Kenapa sih ibu selalu nyalahin aku?"


"Ya emang nyatanya salah. Udah tahu suaminya saudara sendiri, main tikung aja, kayak nggak ada laki laki lain."


Siti mendengus sebal. Ibunya selalu saja berpihak pada Melati dan menyalahkannya.


"Sebagai bujang, kenapa kamu mau sama janda Mas Jaka? apa lagi dilihat dari wajah kamu. Pasti banyak wanita yang menaruh hati." Tanya Mas Falah lagi


"Saya sendiri kurang tahu mas, kenapa hatiku kepincut sama Melati. Tapi ya namanya cinta kan nggak bisa di paksa mas. Meski banyak yang suka sama saya namun sayanya nggak suka ya percuma kan." Jawab Jaka tenang.


Dan semua yang ada disana nampak manggut manggut mengerti dengan jawaban pria tersebut. Dan disaat kakak Melati akan melontarkan pertanyaan kembali tiba tiba.


"Loh ada Jaka." Ucap seseorang dari arah pintu masuk. Tentu saja suara itu berhasil membuat semua yang ada di sana menoleh.


"Eh Mak Ida." Jawab Jaka dan semua yang ada disana menjadi heran kecuali Melati. Jaka dan perempuan yang dipanggil Mak ida pun berjabat tangan.


"Kamu kenal Jaka da?" Tanya Bapak.


"Kenal lah, orang dia adiknya menantuku." Jawab Ida dan dia ikut duduk di samping kakak ipar Melati.


"Tadi ibu kamu cerita katanya malam ini kamu akan bawa calon kamu Mel, jadi aku kesini pengin lihat dan ternyata eh si Jaka." Ucap Mak Ida.


"Jaka adiknya menantumu? maksudnya?" Tanya Bapak lagi.


"Iya, dia adiknya menantuku suaminya Yanti Har. si Jati." Jelas Ida. Dan tentu saja Bapak tercengang mendengarnya dan tiba tiba.


"Hhahahaha...." Tawa bapak pecah mengagetkan semua yang ada disana dan tentu saja mereka merasa heran dengan sikap Bapak.


"Bapak kenapa?" Tanya Falah.


"Ya sudah Jak, suruh secepatnya bapakmu melamar anak saya yah? Hahhaha.."


Permintaan bapak membuat semuanya ternganga seketika.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2