ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Dan Selanjutnya..


__ADS_3

Jaka merebahkan tubuh Melati dan dia juga ikut merebahkan dirinya. Ranjang yang hanya pas untuk badan itu kini terisi dua badan dengan Melati yang telentang dan Jaka yang berbaring miring dengan salah satu tangan sebagai tumpuan kepalanya.


Senyum Jaka tersungging saat menatap mata Melati yang tidak fokus menatapnya.


"Kenapa, Yang? Kok kayak orang panik gitu?" Tanya Jaka. Kini salah satu tangannya sudah aktif bergerilya ke sembarang arah.


"Nggak apa apa, Yang." Jawab Melati singkat. Padahal hatinya sedang berdegup kencang diperlakukan seperti itu oleh Jaka.


Jaka terus menatap wajah kekasihnya hingga mau tak mau Melatipun melakukan hal yang sama. Jaka mencondongkan kepalanya mendekati wajah sang kekasih. Di kecupnya bibir merah tanpa olesan lipstick.


Pertama cuma saling kecup, namun lama lama kecupan itu menjadi saling gigit dan saling serang.


Di saat bibir mereka beradu, di saat itu pula tangan Jaka terus bergerilya. Kini tujuan tangan itu adalah melepas kain jeratan si kembar.

__ADS_1


Dengan sekali gerakan kini terlepaslah kain penjerat benda kembar Melati. Dengan semangat Jaka pun memainkan keduanya.


Setelah merasa cukup melakukan perang bibir, kini bibir Jaka mulai menyusuri tempat lainnya yaitu dari leher hingga ke bawah. Sementara Melati hanya pasrah menerima perlakuan nyaman oleh sang kekasih. Dia hanya bisa merintih mengeluarkan rasa nikmat yang menjalar di tubuhnya.


Tak lama kemudian gerakan tubuh Melati semakin tak tentu arah bersama dengan bibir yang meracau dan merintih saat dia merasakan mulut sang kekasih kini sedang bermain main di puncak bukit si kembar.


Apalagi jari jari Jaka saat ini sudah berani menelusup dari balik segitiga bermuda yang masih menutupi keindahan milik kekasihnya.


Jari jari itu membelai, menekan, memijit dan benar benar di perlakukan khusus oleh Jaka.


Jaka tercengang saat melihat ada yang beda dari penampilan si tembem.


"Kok udah rapi, Yang? Kapan rapiinnya?" Tanya Jaka menatap Melati.

__ADS_1


"Beberapa hari yang lalu, kenapa?" Tanya Melati heran.


"Yah, curang! Harusnya aku yang rapiin, Yang? Itu kan udah jadi milikku." Gerutu Jaka dan Melati hanya tersenyum gemas melihat tingkah kekasihnya.


Kepala Jaka terus saja menjelajah hingga akhirnya sekarang kepala itu berada tepat di hadapan si tembem. Terlihat disana si tembem benar benar sudah basah.


Jaka terus menatap keindahan yang sangat dia rindukan. Keindahan yang membuat dia jatuh cinta pada pemiliknya.


Jaka memajukan kepalanya dan mengecup si tembem dengan penuh rasa cinta. Kecupan kecupan itu terus dia hujamkan dan sesekali lidahnya juga terjulur memasuki belahan si tembem dan bermain main di sana.


Rasa nikmat yang Jaka berikan benar benar membuat Melati merasa melambung tinggi di atas awan. Tangannya juga sesekali menekan kepala Jaka agar kepala itu bisa lebih dalam lagi tenggelam dan memberikan rasa nikmat yang tak terkira.


Beberapa saat setelah puas bermain dengan mulut kini Jaka perlahan merangkak kembali ke atas dan meraih bibir Melati dan melakukan perang lidah hingga secara tak sadar kini posisi mereka tertukar.

__ADS_1


Jaka di bawah dan Melati berada di atasnya dan selanjutnya adalah tugas Melati yang memberi kenikmatan pada badan kekar sang kekasih yang sangat menggoda hasratnya.


...@@@@@...


__ADS_2