ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Hadiah Ulang Tahun..


__ADS_3

"Eughh."


Terdengar lenguhan berat seorang pria dari dalam sebuah kamar. Nampaknya pria itu baru sadar dari tidurnya. Akibat rasa bersalah dengan wanitanya, pria yang baru saja menjabat sebagai suami dari janda cantik bernama Melati Harum Mewangi, semalam ikut terlelap setelah rasa bersalahnya hadir karena mengabaikan sang istri di malam pertama sebagai pengantin.


Perlahan pria sejuta pesona yang akrab dipanggil Jaka itu membuka matanya. Namun tiba tiba dia tercengang. Dahinya berkerut saat matanya menangkap sesuatu tepat di hadapannya.


"Selamat ulang tahun, sayang." Suara lembut dan ceria sang istri memusnahkan rasa kantuk yang masih menyergapnya.


"Ulang tahun? Ntar dulu." Balas Jaka sembari mengingat tanpa merubah posisi berbaringnya, "Ah iya, kok kamu tahu hari ini aku ulang tahun, Yang?"


"Ya ampun, sayang. Ya tahu lah. Melati gitu loh." Balas Melati dengan bangganya.


"Terus, ini kenapa? Kok si tembem dipakein pita?" Tanya Jaka. Sejak matanya terbuka saat bangun tidur tadi, di depan wajahnya terpampang si tembem sang istri yang dihias dengan pita yang melingkar di pinggang Melati.


"Ya kan ini hadiah ulang tahunmu, Yang. Udah halal gitu. Sekalian ini juga anggap aja roti ulang tahun. Abis bingung mau nyiapin kue ultah, nggak sempet, jadi si tembem aja di pakein pita, sama aja kan?" Jaka seketika terbahak dengan alasan konyol sang istri.


"Ya ampun, sayang, kamu dapat ide darimana sih? Entar dulu, kamu berani pamer tembem hari ini, bukankah kamu sedang datang bulan?" Tanya Jaka.


"Udah sembuh sejak sehari sebelum kita nikah." Balas Melati sambil cengengesan.

__ADS_1


"Astaga! ih jahat banget sih nggak ngasih tahu."


"Sengaja, sayang. Pengin buat kejutan. Udah nih gunting pitanya terus tembemnya mau di pakai sekarang atau nanti, terserah." Tawar Melati sambil menyodorkan gunting.


"Enak aja nanti, ya sekarang dong. Orang udah kangen banget sama tembem." Balas Jaka dan dia segera saja menggunting pita yang melingkar terus langsung mengecup si tembem berkali kali saking rindunya.


"Ya ampun, senengnya kalau tiap pagi kayak gini. Bangun tidur langsung disodorin si tembem. Sering sering aja kayak gini ya, Yang." Ucap Jaka dan dia terus menyerang si tembem dengan mulutnya.


Melati hanya tertawa lirih. Wajahnya menunduk. Matanya terus menatap kepala sang suami di bawahnya yang sedang melahap hadiah ulang tahunnya dengan rakus. Bukan hanya Jaka yang merindukan si tembem, dia juga merindukan sentuhan Jaka seperti ini.


Flashback ON


Setelah merasa cukup menikmati aroma ketiak, Melati bangkit dari tidurnya. Matanya menatap celana kolor sang suami.


"Apa suamiku kalau tidur cuma memakai kolor?" Gumam Melati dan dia beringsut menuju ke kolor milik suaminya. Tangannya menjulur ke kolor sang suami dan langsung tepat berada ditengah tengah antara dua pangkal kaki.


"Astaga! Beneran cuma memakai kolor doang." gumam Melati sembari terkikik. Melati memijat pelan pelan benda yang tersembunyi di dalam kolor hingga beberapa saat kemudian dia berusaha membuka kolor tersebut. Di tatapnya anaconda yang setengah tegang kemudian anconda itu dia genggam.


"Hai, Jaka junior yang sangat tampan. Kamu kangen aku nggak?" Bisik Melati dan lagi lagi dia terkekeh pelan. Melati memajukan wajahnya kemudian dia mengecup kepala anaconda berkali kali.

__ADS_1


Setelah Melati asyik bermain dengan mulutnya, dia teringat akan rencana yang sudah dia susun. Melati mengetahui hari ini ulang tahun Jaka saat mereka mendaftakan diri sebagai calon pengantin di KUA setempat. Saat itu berkas Melati yang pegang dan dia membacanya sebelum diserahkan ke KUA.


Melati segera menghentikan acara bermainnya bersama anaconda dan dia kembali memasukan anaconda ke dalam kolor Jaka yang benar benar tidurnya tidak terganggu ulah istrinya. Melati turun dari ranjang dan dia menyiapkan segalanya yang sudah dia simpan di dalam tas.


Melati sempat kesal karena Jaka tidak kunjung bangun. Padahal dia sudah sangat bersemangat menyiapkan segalanya. Matanya terus memperhatikan pergerakan suaminya.


"Semalam tidur jam berapa sih? Kok nggak bangun bangun?" Sungut Melati mulai kesal. Habis mandi sengaja tidak memakai apa apa malah yang akan dikasih kejutan masih terlelap.


Hingga beberapa saat kemudian, Melati mendengar lenguhan suara dan dia yakin sekali kalau suaminya akan bangun tidur. Segera saja dia beraksi. Melati mendekati Jaka dan menelantangkan kedua kakinya diantara tubuh Jaka kemudian dia jongkok dengan posisi tembem tepat di depan wakah suaminya dan kejutan pun berhasil.


Flashback Off


Suara rintihan nikmat Melati mulai terdengar. Tangannya bertumpu pada tembok. Jaka terus menyerang si tembem tanpa ampun. Salah satu tangan Jaka juga perlahan sedang melepas kolornya.


Saat Jaka hendak merubah posisi mereka, tiba tiba, "Jaka! Bangun! Turun dulu! Ajak Melati sarapan!"


"Arggghh!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2