ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Aduh..


__ADS_3

Waktu terus bergulir dan di dalam sebuah rumah, seorang pemuda nampak sekali sedang fokus memijat sebuah kaki putih nan mulus milik seorang perempuan. Dengan segenap degup jantung yang berdetak di luar batas normal, pemuda tersebut terus mencoba bersikap tenang dengan mata yang fokus memandang kaki yang terkilir.


Akibat terlalu fokus memijat, pemuda itu tidak menyadari kalau seseorang yang kakinya sedang dia pijat sudah terdiam dengan mata yang terpejam dan deru nafas beraturan.


Lama kelamaan, pemuda tersebut merasa heran karena yang di pijat benar benar tidak bersuara sama sekali dan dia pun menoleh. Pemuda itu sedikit terkejut saat matanya menangkap wanita yang sedang dia pijat sudah terlelap.


"Enak benar nih orang sudah tidur aja! Nggak takut aku nakal apa, Mba?" Gumamnya sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Pemuda itu pun menghentikan pijatannya. Dia mengangkat kedua kaki Risma perlahan dan menaruhnya di kursi bekas yang dia duduki sementara dirinya memilih bangkit dan berdiri.


"Ini aku pulangnya gimana? Mana Mba Risma belum ngasih uang belanjaan lagi?" Gerutunya pelan. Dodit sejenak mendengus kemudian dia melangkah ke ruang tamu.


Di luar rumah keadaan benar benar terlihat sepi. Apalagi suasana setelah hujan begini membuat keadaan semakin sepi. Dodit berinisiatif mengunci gerbang dan mengamankan motornya karena motor itu milik Melati. Setelah itu dia masuk dan mengunci ruang tamu karena dia tidak tega meninggalkan Risma dalam keadaan yang tidak baik baik saja. Setelah mengunci pintu, dia kembali ke ruang tengah.


Di lihatnya selimut yang menutupi tubuh Risma tersingkap bagian bawahnya hingga mau tak mau, Dodit pun mendekat dan hendak membetulkan kembali letak selimut. Namun sejenak dia menghentikan dirinya saat matanya lagi lagi melihat gundukan terbelah yang tertutup celana ketat.

__ADS_1


"Udah pernah lihat kamu, tapi kapan ya ada kesempatan mencicipimu?" Gumamnya sembari cengengesan dan beberapa saat kemudian dia menjitak kepalanya sendiri karena sudah berpikiran kotor.


Setelah kembali menyelimuti Risma, Dodit duduk di kasur lantai dan juga mengambil bantal kursi. Dodit merasa gerah karena dari pagi dia hanya mandi sekali saja saat mau berangkat kerja. Dodit pun memutuskan melepas kaos yang melilit di tubuhnya untuk melepas gerah dan dia merebahkan badannya di atas kasur lantai depan televisi.


Karena suasaana yang begitu sepi, dan juga rasa lelah yang Dodit rasakan, akhirnya rasa kantuk pun menghampirinya. Hingga tak butuh waktu lama, Dodit pun ikut terlelap.


...###...


Waktu terus bergulir hingga tak terasa malam semakin larut.


Perempuan yang awalnya hanya mengerjapkan mata tiba tiba dia segera bangkit dengan wajah begitu panik.


"Astaga! Aku ketiduran!" Pekiknya.


Namun dahinya berkerut saat dia tidak melihat sosok yang tadi memijat kakinya. Dengan hati bertanya tanya, Dia pun mengedarkan pandangannya ke sekitar. Dan pandangannya terpaku saat dirinya melihat seorang laki laki sedang terlelap tanpa menggunakan baju.

__ADS_1


Perempuan itu hendak berdiri namun tak kuasa menahan rasa sakit di kakinya dan juga sedikit di bagian pinggang. Akhirnya dia memutuskan merangkak perlahan menuju ke tempat dimana pemuda yang tadi memijat kakinya malah terlihat tidur nyenyak sekarang.


Mata perempuan tersebut terpaku dan nyaris tak berkedip saat melihat pemandangan indah di hadapannya. Dia bahkan seperti kesusahan menelan ludahnya sendiri saat melihat tubuh indah dan atletis dari pria yang usianya jauh lebih muda darinya. Dengan perasaan was was, dia perlahan mengangkat tangannya dan menempelkan telapak tangannya di dada bidang pemuda bernama Dodit tersebut. Dan dengan perlahan juga dia mencoba mengusap tubuh itu dari dada hingga ke bagian roti sobek pemuda tersebut.


"Udah, jangan lama lama, bisa berabe kalau dia terbangun." Gumamnya sembari menghentikan kegiatan nakalnya.


Perempuan itu berjongkok dan mencoba mencondongkan wajahnya menatap wajah terlelap milik Dodit.


Karena kaki yang masih terasa sakit, Risma pun sedikit kehilangan keseimbangan saat dia jongkok dan tak sengaja hidung dia nyungsep pada salah satu ketiak Dodit yang tangannya sedang berada di bawah kepala buat bantalan.


Merasa terganggu tidurnya, pemuda itu pun kaget dan terbangun. Dirinya lebih kaget lagi saat dia menyadari ada wajah yang menempel di ketiaknya.


"Mba Risma!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2