
Sedikit lagi siang pun hadir. Di dinding, waktu sedang bergerak menuju pukul sebelas. Sepasang pengantin baru nampak sedang bermesraan dalam guyuran keringat selepas menumpahkan hasrat. Sofa yang tidak begitu lebar itu dijadikan tempat berbaring melepas lelah dimana posisi wanita membelakangi sang pria.
Mata sang suami terpejam dengan satu tangan melingkar di pinggang istrinya. Sedangkan sang istri, terdiam menyaksikan acara gosip yang sedang berlangsung pada televisi yang menempel di dinding.
"Kasian, seketika gaya hidupnya yang pamer runtuh." Cibir Melati.
"Kamu ngomongin siapa, Yang? Kayaknya sebel gitu?" Tanya Jaka tanpa membuka matanya.
"Tuh, di tv. Orang kaya baru, pamer ini itu, taunya kekayaannya fiktif. Padahal bulan kemarin baru saja pamer kekayaan, eh hari ini jadi tersangka. Kasian." Jelas Melati dengan nada mengejeknya.
"Dasar, wanita, sukanya gosip. Mending cium ketiak Mamas aja nih. Daripada nonton gosip, nggak guna." Tukas Jaka. Saat istri merasa tergelitik mendengar kata mamas dari bibir sang suami.
"Mamas? Dapat ide darimana itu?" Tanya Melati yang merubah posisi miringnya menjadi telentang.
"Darimana mana hatiku senang. Gak apa apa kan, biar lebih manis kedengarannya." Jawab Jaka kemudian dia mengecup pipi sang istri yang berada tepat dihadapanya. Telapak tangannya kini berpindah menggenggam salah satu si kembar.
"Mas, kalau kamu nggak jadi buka bengkel terus semua yang kamu persiapkan, sia sia dong?" Tanya Melati sembari menoleh sediki ke arah suaminya.
__ADS_1
"Ya nggak sia sia, Yang. Entar kan Mamas jual lagi. Walapun harganya lebih murah." Balas Jaka. Kini tangannya berpindah ke arah si tembem dan jarinya memijat area di bawah sana.
"Idemu boleh juga sih Mas. Jadi kita bisa kerja sama juga. Dan aku tenang kalau Mamas selalu berada di dekatku. Kalau jadi buka bengkel, kamu pasti akan terlihat tampan banget saat memperbaiki motor terus banyak wanita yang modusin. Duh nggak banget. Belum lagi ntar kalau kamu berkeringat, pasti bakalan banyak tuh jiwa wanita yang meronta ronta terus nekat deketin kamu, amit amit deh." Jaka tergelak mendengar curhatan istrinya. Bahkan dia melayangkan ciuman di pipi sang istri dalam dalam.
"Nah, sekarang tahu kan tujuan Mamas apa menanam modal di tokomu? Biar nggak ada pikiran buruk yang muncul, Yang. Lihat tuh Bang Jati sama Mba Yanti, jarang banget bertengkar. Paling ribut masalah kecil trus cepet akur. Itu yang Mamas inginkan." Balas Jaka.
"Dududu, Suamiku bener bener is the best pokoknya. Udah tampan banget, bau ketiaknya enak, Anacondanya bikin nagih, Dan semoga bukan tukang selingkuh, Aamiin." Lagi lagi Jaka tergelak dan kini dia bangkit kemudian mengungkung tubuh sang istri.
"Gemesin banget sih kamu, Yang. Jadi pengin nyodok lagi." Ucap Jaka dan dia langsung menyerang bibir sang istri. Tentu saja, sang istri menyambutnya dengan senang hati. Dan perang bibir itu sebagai tanda kalau ronde berikutnya segera terjadi.
Rasa bahagia juga sedang melanda pasangan pengantin baru beda usia yang sedang kencan menikmati wisata pantai. Wisata pantai di salah satu kabupaten di jawa tengah tersebut, memang sudah lumayan terkenal di dunia maya. Banyak sekali pantai unik nan cantik di Kabupaten tersebut.
Jarak tempuh yang memakan waktu hampir dua jam, tidak membuat Dodit lelah sama sekali. Bagaimana Dodit bisa lelah kalau di pinggangnya, melingkar erat tangan sang istri yang duduk si jok belakang.
Setelah puas menikmati pantai yang terkenal dengan spot foto di atas bukit, kini motor yang dikendarai Dodit bergerak menuju ke Pantai dengan pemandangan banyak tebing. Jalan yang berkelok serta menanjak dan menurun dilaluinya dengan mudah. Apalagi di sepanjang jalan, mata mereka disuguhi pemandangan laut yang sangat indah yang terletak di salah satu sisi mereka.
"Pantai ini benar benar indah ya, Mas? Meski banyak perubahan." Tukas Risma, tak lama setelah mereka sampai di tempat yang di tuju.
__ADS_1
"Iya, nggak bikin bosen." Jawab Dodit.
Mereka melangkah ke beberapa tempat yang yang biasa digunakan untuk mengabadikan moment. Dodit dan Risma pun tak melewatkan kesempatan itu. Mereka banyak mengambil gambar dengan ponsel mereka. Berbagai gaya mereka lakukan. Dari pose sendiri sendiri sampai pose berdua yang kelihatan sangat romantis dan mesra.
Banyak pengunjung yang ikut senyum senyum melihat keromantisan yang ditunjukan oleh Dodit. Meski ada yang iri pula. Dimata mereka, Dodit dan Risma begitu nampak serasi, tidak terlihat kalau sang istri usianya jauh lebih tua dari sang suami. Risma juga tertegun, saat Dodit tanpa malu bersikap manis kepadanya di tempat umum.
"Yang, kita istrihat dimana nih?" Tanya Dodit setelah merasa lelah menyusuri beberapa tempat dan mengambil foto.
"Duduk aja di gubug itu, Mas, yuk." Tunjuk Risma ke arah Gubug yang lokasinya agak sepi dari pengunjung. Di pantai tersebut memang disediakan gubug dalam jumlah yang banyak dan tersebar di berbagai sisi. Dodit dan Risma pun beranjak menuju ke salah satu gubug yang ditunjuk.
Saat kaki mereka melangkah melewati salah satu gubug, mereka dikejutkan dengan suara rintihan yang sering mereka keluarkan saat di ranjang. Risma dan Dodit menoleh ke sumber suara, namun disaat bersamaan, dari arah gubug yang bersuara, tiba tiba setengah badan pria muncul dan mata mereka bertemu. Risma dan Dodit membulatkan matanya. Dan Pria itu juga sama membulatkan matanya.
"Risma!"
...@@@@@...
Nah! siapa tu yang manggil risma? Lagi ngapain kira kira? dag dig dug duerr. Hai reader, nggak kerasa, aku sudah satu bulan crazy up. untung nggak ikut gila ni otak hihiihii. Makasih ya semuanya, yang sudah sangat setia mendukung kisah jaka sampai detik ini. Jangan lupa besok senin, siapkan amunisinya ya, like, komen, rate, gift dan vote. Terimakasih.
__ADS_1