ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Tidur..


__ADS_3

Kluntang kluntang kluntang.


Dering sebuah ponsel mengalihkan fokus Melati yang sedang merapikan bulu bulu milik sang kekasih yang sekarang posisinya sedang rebahan dengan mata terpejam. Rasa lelah setelah bertempur dengan Melati dan juga cuaca yang tadinya panas sekarang berubah nampak mendung membuat mata Jaka terserang rasa kantuk yang sangat berat.


Melati meraih ponsel yang dia taruh tak jauh dari tempatnya berada. Di gesernya tombol hijau dan di tekan pengeras suara karena tangan Melati masih sibuk merapikan bulu bulu keriting milik Jaka.


"Hallo, Dit? Apa ada?" Sapa Melati.


"Hallo, Mba. Mba Mel ke pasar nggak? Di sini hujan?" Tanya Dodit dari ujung sana.


"Di pasar udah hujan? Wah di sini baru mendung, Dit. Gini aja deh, Mba nggak jadi berangkat ke pasar ya? Bentar lagi pacar Mba akan ke rumah, Dit. Mau menemui seseorang katanya." Balas Melati sedikit berdusta. Padahal sang pacar sedang terbaring di hadapannya dengan memasrahkan diri di rapikan bulu bulunya.


"Oh, gitu. Tadi pacar Mba Mel ke kios sih, mencari Mba Mel. Berarti ni toko tutup jam berapa, Mba?" Tanya Dodit lagi dari ujung telfon.


"Tutup jam tiga aja, Dit. Oh iya ini Mba Risma kirim pesan, Dit. Nanti aku kirim, kamu siapin ya?" Balas Melati.

__ADS_1


"Siap, Mba, aku tunggu." Jawab Dodit dan panggilan pun berakhir.


Melati kembali berhenti sejenak dalam kegiatannya memotong bulu. Dia mengirim pesanan Risma ke Dodit terlebih dahulu. Setelah pesanan di kirim, tangan Melati kembali merapikan apa yang sempat tertunda.


Melati sengaja tidak memotong habis bulu bulu anaconda milik Jaka biar tetap kelihatan indah dan menawan. Karena bagi Melati, bulu bulu yang ada disana adalah keindahan tersendiri dan sebagai pendukung ketampanan dari seorang Jaka.


Melati tersenyum saat matanya menatap wajah damai Jaka yang terlelap. dikecupnya bibir Jaka kemudian dia bangkit membawa potongan bulu untuk di buang.


Di saat dia sedang berada di kamar mandi membuang bulu bulu Jaka ke toilet, di luar terdengar hujan mulai turun.


Melati kembali melayangkan kecupan di pipi dan bibir Jaka. Setelah itu dia ikut berbaring dan menarik tangan Jaka agar memeluknya. Tak lama kemudian Melati ikut terlelap.


Di saat yang sama di tempat lain. Tepatnya di sebuah salon. Dua orang berbeda jenis nampak sedang antusias mengobrol di antara derasnya hujan.


"Kamu yakin, Bang? Malam ini Jaka akan datang?" Tanya Pemilik salon lagi. Entah sudah berapa kali pertanyaan yang sama terlontar pada pria yang duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Yakin dong, Ay! Jaka sendri yang bilang akan datang sendiri menemui kamu." Jawab Tejo dusta. Tapi Tejo memang yakin sekali kalau Jaka bakalan datang sendirian. Menurut Tejo, Jaka tidak mungkin akan mengajak pacarnya. Jangankan mengajak, minta ijin juga pasti tidak akan di kasih.


Tejo terlalu yakin kalau Jaka sama dengan laki laki lain makanya Tejo bisa bersikap santai tanpa takut ada kegagalan.


"Kira kira, Jaka nanti bakalan nolak aku nggak ya, Bang?" Tanya Ayu agak pesimis.


"Yakin saja, Ay! Kamu cantik, mandiri, pasti Jaka mau lah. Dia nggak bakalan mungkin nolak cewek se cantik kamu." Balas Tejo dengan penuh keyakinan.


"Semoga ya, Bang." Balas Ayu penuh harap.


"Tapi inget, Ay, setelah kamu dapatin Jaka. Jangan lupakan jatah untukku ya?" Ucap Tejo dengan kedua alis naik turun.


"Beres." Balas Ayu dan keduanya saling melempar senyum.


...@@@@...

__ADS_1


__ADS_2