ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Suami Suami Siaga..


__ADS_3

Dan waktu pun terus bergulir dan kini kembali pagi menyapa.


"Selamat pagi calon mamah," ucap seorang pria dengan manisnya menyambut sang istri yang sedang mengerjapkan matanya karena baru saja terbangun dari tidurnya.


"Mas? Kamu udah bangun?" tanya sang istri dengan suara berat khas orang bangun tidur.


"Sudah dong, Sayang. Gimana? Masih pusing?" tanya sang suami menggenggam tangan istrinya.


"Sedikit." ucap sang istri sambil mencoba bangkit dan duduk di ranjang.


"Ya udah, sekarang minum susunya dulu," Ujar sang suami sambil mengambil segelas susu yang sudah dia siapkan.


"Ya, ampun sayang. ini kamu nyiapin semuanya?" Tanya sang istri takjub.


"iya dong, demi kamu dan anak kita,"


Sang istri dengan senang hati menerima segelas susu. Setelah semalam mencoba beberapa rasa, sang istri memutuskan rasa coklat lah yang dia pilih karena rasa itu membuat perut sang istri nyaman dan tidak mual.


"Di habiskan, Sayang!" Titah sang suami dengan lembut begitu melihat isi gelas masih sisa setengah.


"Entar lagi, aku harus masak buat sarapan," ucap sang istri hendak beringsut turun dari ranjang namun di tahan oleh sang suami.


"Jangan, nanti kamu capek." Cegah sang suami.


"Lah? Nggak apa apa, Mas? Aku baik baik saja kok, lagian aku harus tetap melayani kamu, kan?" Protes sang istri.

__ADS_1


"Nggak perlu, biar aku yang melayani istriku, kamu cukup istirahat dengan tenang dan jangan kecapean, oke?"


"Tapi, Mas? Kamu nanti sarapan pake apa?"


"Kan bisa beli bubur, bisa numpang sarapan emak. Lagian emak nggak keberatan."


"Tapi kan aku yang nggak enak, Mas."


"Udah, jangan terlalu di pikirkan, sekarang habiskan susunya terus kamu, aku mandiin, oke,"


Sang istri hanya bisa pasrah menuruti suaminya. Selain pasrah, dia juga merasa bahagia dengan perhatian berlebih dari sang suami. Kini dia kembali meminum sisa susunya dan bersiap untuk mandi setelahnya.


Sementara di rumah lain, kehebohan juga sedang terjadi dari sebuah dapur. Terlihat disana, Juna sedang mengaduk segelas susu untuk istrinya. Juna tidak hanya membuat segelas tapi empat gelas lainnya sudah siap. Dan ini gelas terakhir.


"Banyak banget, Jun? Itu buat siapa saja?" Tanya sang ibu yang terkejut begitu dia melihat lima gelas susu dengan rasa yang berbeda berjejer di atas meja.


"Entar kalau cuma cocok satu rasa, yang lain gimana?" Tanya ibu mertua masih dengan rasa heran.


"Ya Juna yang habisin, udah dulu ya, Bu. Kali aja Wulan sudah bangun." Balas Juna. Dia segera memindahkan gelas ke dalam nampan yang sudah dia siapkan dan mengangkatnya kemudian membawa ke dalam kamar.


Sang ibu mertua hanya bisa mengulas senyum. Ada banyak sara syukur yang dia panjatkan dengan kehamilan putrinya kali ini. Juna begitu sangat perhatian pada putrinya.


Masih jelas di ingatan ibu, saat dia tahu kenyataan sang anak sangat menderita dengan pernikahan terdahulu. Sampai Wulan enggan menceritakan penderitaannya kepada keluarganya sendiri agar keluarganya tidak khawatir. Bahkan untuk segelas susu hamil pun, dulu Wulan tidak pernah mencicipinya. Tapi sekarang, lima kotak susu berjejer di atas meja.


Betapa bersyukurnya sang ibu mendapat menantu seperti Juna. Pria itu terlihat sangat menyayangi putrinya dengan segala kekurangannya.

__ADS_1


"Semoga kamu selalu bahagia ya, Nak. Dan pernikahmu kali ini, kekal sampai kamu tua," Doa sang ibu.


Kehebohan pagi hari juga terjadi di kediaman pasangan beda usia. Sang istri terus merengek kepada sang suami yang sedang sibuk berada di dapur.


"Mas Dodit! Teriak Risma dari dalam kamar.


"Iya, sayang, sebentar!" Sahut Dodit tak kalah keras suaranya.


Tak lama kemudian, Dodit kembali ke kamar dengan membawa segelas susu dan sepiring roti dilapisi selai coklat.


"Waktunya anak ayah sarapan," Ucap Dodit.


Dia mendudukkan pantatnya di tepi ranjang. Disodorkannya segelas susu. Sang istri bukannya menerima malah beringsut dan menempel dipunggung sang suami dengan tangan yang melingkar di pinggang Dodit.


"Minum susu dulu, Sayang," Titah Dodit.


"Entar dulu," Balas Risma. Dodit tidak berani protes. Dia tahu ini adalah bawaan bayi yang sedang Risma kandung. Meski Dodit tidak protes namun dia tetap berusaha membujuk sang istri agar mau mengisi perutnya.


"Ya tetep minum susunya dulu, sayang? Masa kamu tega, anak kita kelaparan. Tuh, semalam kamu minta sarapan roti selai coklat, udah aku siapin. Dimakan dulu yah?" Bujuk Dodit dan akhirnya Risma pun mengalah dan menuruti perintah sang suami.


Pertama setengah gelas susu sudah masuk ke dalam perut Risma, kini dia melahap roti bikinan sang suami sampai habis kemudian kemudian kembali meminum susu yang tinggal setengah.


Setelah semuanya habis, Risma kembali melingkarkan tangannya di pinggang Dodit erat erat dan menaruh kepalanya di punggung sang suami. Dodit hanya bisa pasrah dan tersenyum bahagia.


"Istriku manja sekali,"

__ADS_1


...@@@@...


__ADS_2