ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Tegang..


__ADS_3

Dan tak terasa, waktu pun berjalan begitu cepat. Kini, tibalah saatnya hari yang paling ditunggu oleh semua pasangan yang akan melangsungkan akad nikah yang jatuh pada hari ini. Tak terkecuali pemuda hitam manis berusia dua puluh tahun bernama Dodit Mahesa.


Terlihat, Dodit begitu gagah dengan pakaian serba putih khas pengantin pria tanah jawa. Meski hanya acara sederhana dan mendadak. Keluarga Risma dan Dodit saling bekerja sama menyiapkan acara sakral putra putri mereka dengan penuh semangat dan mencoba memberikan yang terbaik. Nampak di salah satu ruang di rumah Risma di sulap menjadi menjadi pelaminan sederhana namun terlihat begitu indah. Bernuansa putih biru sangat serasi dengan pakaian yang di gunakan Risma dan Dodit.


Nampak sekali dari raut wajahnya, pemuda itu begitu tegang. Berkali kali dia menggumamkan lafaz ijab yang akan dia ucapkan beberapa saat lagi. Dodit nampak duduk bersama tiga teman akrabnya. Teman teman Dodit begitu nampak antusias ingin menyaksikan acara ijab Dodit. Teman teman Dodit sebenarnya sangat banyak hingga halaman rumah Risma tak sanggup menampung semuanya. Mau tak mau sebagian ada yang mendapatkan tempat duduk di jalan depan rumah. Sedangkan Dodit duduk bersama tiga temannya yang paling akrab disebuah ruang tengah agak mojok.


"Dingin banget, Dit, tanganmu." Ucap salah satu teman yang duduk bersebelahan dengan dengan Dodit.


"Grogi tahu! Denger nih jantung aku? Nggak tenang banget." Gerutu Dodit dan teman teman yang mendengar ucapan sang pengantin terkikik serantak.


"Tarik nafas pelan pelan coba kemudian hembuskan lewat mulut. Biar lebih tenang." Saran teman yang lain.


"Sudah dari tadi. tapi tetap aja nggak ada perubahan." Jawab Dodit.


"Gimana, Dit, rasanya? Dapat janda cantik dan bohay?" tanya temen yang lain lagi.


"Pastinya bahagia dong cuy. Gila aja, berbulan bulan cuma berandai andai memiliki si dia eh tahunya malah jodoh. Kebayangkan bahagianya aku? Uh pokoknya aku bersyukur banget kena grebeg." Kelakar Dodit dan kembali semua temannya terkikik menahan tawa.


"Tapi aku ragu deh, Dit, kalau kamu belum pernah sekamar dengan janda itu? Secara dia cantik gitu, dan tubuhnya, seksi parah kayak artis." Ucap salah satu temannya lagi.


"Serius, aku berani sumpah! Tapi pernah sih aku nggak sengaja, lihat dia lagi polosan gitu." Ucap Dodit setengah berbisik.

__ADS_1


"Polosan? Maksud kamu, nggak perpakaian?" Tanya Temen Dodit pelan dan pemuda itu dengan cepat menganggukan kepalanya.


"Yang bener, Dit? Gimana ceritanya?" Dan Dodit pun menceritakan kenangan indah yang pertama dia rasakan kepada ketiga temannya yang memang duduk bersama dia. dan seketika teman temannya kembali terkikik.


"Gimana, Dit, bentuknya? Sama kayak yang ada di video yang kita tonton nggak, Dit?" Tanya teman Dodit lagi dan mereka menjadi sangat penasaran.


"Tubuhnya putih mulus mirip artis jepang, maria maria itu loh. Bukit kembarnya itu kelihatan elastis dan kenyal gitu. Apalagi sarangnya, yang aku lihat sih warnanya merah jambu, pokoknya indah banget." Jawab Dodit dengan polosnya.


"Sialan kamu, Dit, jadi ada yang berdiri ini." Ucap temen Dodit.


"Punya ku juga tegang, woy." Ucap Dodit dan semuanya serentak tertawa lirih karena takut mengganggu yang lain.


Tak lama kemudian, penghulu yang di undang pun terlihat sudah datang. Dan acara akad segera saja akan dilaksanakan.


"Panik amat, Dit." Ledek Falah yang duduk di dekat pemuda itu.


"Grogi kali, Bang." Jawaban Dodit membuat siapapun yang mendengarnya tak kuasa menahan tawa.


"Nggak apa apa grogi, yang penting nanti malam bisa enak enak secara halal, iya nggak?" Ledek penghulu dan seketika Dodit senyum senyum dengan malunya begitu juga Risma.


"Iya, pak." Jawab Dodit dengan wajah polosnya dan kembali suara tawa pecah.

__ADS_1


Setelah semua persiapan selesai kini tiba waktunya acara pengucapan akad dilaksanakan. Dodit berkali kali menghirup dan mengeluarkan nafas secara kasar karena begitu grogi.


"Sudah siap, Nak Dodit?" Tanya penghulu.


"Sudah, Pak." Jawab Dodit yakin meski dadanya masih bergemuruh.


"Silahkan jabat tangan saya ya, Nak?" Dan Dodit pun menurutinya, "Loh dingin banget tangannya." Dan Dodit hanya tersenyum malu begitu juga dengan lainnya yang mendengar, ikutan tersenyum geli.


"Tarik nafas, baca bismilah tiga kali, yah?" Saran penghulu dan Dodit lagi lagi menurutinya.


"Oke, sekarang saatnya ijab kabul." Ucap pak penghulu lagi dan Dodit kembali mengangguk.


Dengan suara pelan namun jelas, pak penghulu mengucapkan akad sembari menjabat tangan Dodit. Begitu penghulu selesai, Dodit langsung membalas ucapan akad dengan lantang dan jelas tanpa ada kesalahan.


"Gimana para saksi? Sah?"


"Sah!!!" Ucap semuanya serentak.


"Hore! Sah!" Teriak Dodit tiba tiba sembari berdiri.


"Berdoa dulu, Dodit!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2