ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Bangun Tidur Ku Terus..


__ADS_3

"Eughh..." Terdengar lenguhan berat suara pria yang nampaknya baru sadar dari tidurnya. Matanya mengerjap dan perlahan lahan terbuka. Bibirnya tersungging senyuman tatkala matanya menangkap sosok cantik yang sedang terpejam di hadapannya. Dibelainya rambut serta pipi perempuan itu. di kecupnya kening dalam dalam dengan penuh rasa cinta.


Laki laki itu bangkit. Dilihatnya anaconda yang setengah tegang dengan bulu yang sudah rapi menghiasinya. Dia kembali menatap wajah kekasihnya dengan senyum penuh cinta.


Mata laki laki itu tak hanya berhenti menatap di wajah saja. Namun juga di sekujur tubuh yang masih polos tanpa kain yang menutupinya. Dan pandangan itu terhenti pada si tembem yang terlihat imut di mata pria itu.


Tangannya terulur membelai lembut sisi sisi si tembem. Belaian yang awalnya lembut malah membuat hasrat laki laki itu melambung tinggi kembali. Apalagi suasana di luar hujan membuat laki laki itu semakin bersemangat.


Di telentangkannya kedua kaki perempuan itu. Dicondongkannya kepala sang lelaki menghadap si tembem.


"Kenapa? Masukin lagi? Tapi wanitaku lagi bobo nyenyak tuh? Apa nanti nggak ke ganggu?" Sang lelaki sibuk bermonolog sendiri dengan si tembem.


"Baiklah, aku masuk ya? Tapi pelan pelan, takut wanitaku kecapean trus keganggu tidurnya, Oke?" Sambung lelaki itu dan dia langsung mengambil ancang ancang.


Anaconda yang sudah tegang itu dia arahkan perlahan memasuki belahan si tembem.


"Eughh.." Terdengar lenguhan dari wanita yang masih terlelap. Laki laki itu menahan sejenak agar wanitanya tak bangun.

__ADS_1


Setelah di rasa cukup, lelaki itu kembali memasukan bagian anaconda yang masih setengah di luar hingga seluruh anaconda itu masuk. Perlahan namun pasti, lelaki itu mengggerakkan badannya sembari menatap mata terpejam wanitanya.


Makin lama gerakan pinggang itu makin kencang hingga sang wanita yang dalam keadaan terlelap pun seketika terbangun. Matanya membulat saat dia menangkap sang kekasih sedang asyik bermain di bawah sana.


"Sayang!" Pekiknya.


"Eh, udah bangun, Yang?" Tanya lelaki tanpa berniat menghentikan gerakan maju mundurnya.


"Curang, Ih! Orang lagi tidur main serang aja!" Protes sang perempuan namun dia pasrah saja karena sudah terlanjur merasakan nikmat.


Sang pria mencondongkan tubuhnya dan mengungkung tubuh sang wanita hingga mata mereka bertatapan.


Tangan sang wanita melingkar di leher prianya. Bibir mereka pun beradu.


"Kirain bulunya mau di babat habis, Yang?" Tanya sang pria.


"Enggaklah, kalau gundul nggak cakep. Mending ada bulunya yang rapi, biar makin tampan kelihatannya." Jawab sang wanita.

__ADS_1


"Ada ada aja kamu, Yang." Ucap sang pria sembari mengecup leher wanitanya.


"Coba, Yang. Ketiaknya deketin sini." Pinta sang wanita dan dengan senang hati sang pria mengarahkan ketiaknya ke hidung wanitanya.


"Enak banget sih, Yang, asem asem seger gitu." Ucap sang wanita sumringah sedangkan sang pria hanya geleng geleng kepala.


"Mana ada bau asem enak, Yang? Ada ada aja kamu." Ucap sang pria dan sang wanita hanya terkekeh. Sedangkan dibawah sana, gerakan maju mundur sang pria tetap mengalir lembut.


"Yang, kenapa kamu makin terlihat tampan kalau lagi nggak pakai apa apa yah?" Tanya sang wanita.


"Kamu juga, Sayang. Apa sebaiknya kita nggak usah pakai apa apa tiap hari?" Usul sang pria.


"Boleh, ntar kalau kita sudah nikah, aku akan bikin peraturan kayak gitu. Kalau sedang di rumah berdua di larang pakai apa apa. Gimana? Ide baguskan?"


"Astaga!"


...@@@@...

__ADS_1


__ADS_2