ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Aksi Wulan..


__ADS_3

Lihat! Mereka mau mesum! Lihat ini!" Teriak seorang pria dengan penuh amarah dan bibir yang tersenyum sinis. Para warga yang datang di balakang pria itu juga memandang keberadaan Wulan dan Juna dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.


"Maksud kamu apa, Mas? Nggak perlu nuduh seperti itu tanpa bukti?" Tanya Wulan pada pria yang pernah menjadi suaminya itu.


"Bukti? Lah ini buktinya sudah jelas! Kamu lagi berduan dengan laki laki ditempat sepi, pasti akan melakukan perbuatan mesum, iya kan?" Tuduh pria bernama Bagus dengan suara sangat lantang.


"Apa? Sejak kapan orang lagi ngobrol itu mesum? Punya otak nggak sih kamu? Kalau kita mau mesum sudah pasti warung sudah aku tutup!" Balas Wulan tak kalah keras, sedangkan Juna hanya terdiam. Dia sedikit syok dengan yang terjadi di depan matanya.


"Lah kamu juga punya pikiran nggak, Lan? Orang baru cerai kok sudah berduaan sama laki laki." Cibir salah seorang warga.


"Iya, Lan. Lihat tuh pakaian kamu. Percuma kamu pake baju kalau dalamnya kelihatan." Seru wartga yang lain.


Wulan tercengang kemudian dia memperhatikan penampilan dirinya. Matanya membelalak saat melihat tubuhnya dari balik daster tersebut. Dia seketika menggunakan tangannya untuk menutupi tubuhnya.


"Lihat kan? Kamu mau mesum! Nggak salah lagi, kamu sedang menggoda pria itu. Ketahuan kan belangmu, Wulan!" Tuduh Bagus semakin keras.

__ADS_1


Juna yang melihat Wulan dipermalukan dihadapannya seketika bangkit dari duduknya, melepas jaket dan menutupi tubuh Wulan bagian depan. Rahangnya mengeras. Tangannya terkepal. Ingin sekali dia menghajar laki laki di hadapannya itu, namun dia masih bisa menahan diri demi tidak memimbulkan masalah lain.


"Kamu tuh perempuan tak tahu diri ya, Lan. Pantes kamu ngotot pengin cerai dari Bagus. Ternyata kamu selingkuh." Ucap salah satu warga.


Wulan mengenal warga dihadapannya. Mereka adalah tetangga dekat rumah mantan suaminya. Tak ada satupun warga dari daerah Wulan. Ada juga itu karena mereka mendengar keributan di warung Wulan dan mereka pada datang.


"Harusnya kamu tuh bersyukur punya suami kayak Bagus. Pria baik dan kaya, Belum tentu selingkuhanmu itu sebaik Bagus. Benar benar ya, ternyata kamu cewek gampangan." Ejek warga lain yang membuat hati Wulan merasa sesak dengan tuduhan dan hinaan orang orang dan mantan suaminya.


"Mas Bagus Baik? Baik darimana? Kalian hanya kenal luarnya saja tanpa tahu dalamnya seperti apa!" Seru Wulan berusaha agar tidak terlalu meluapkan amarahnya. Sedangkan Juna menatap tajam mantan suaminya Wulan dengan tatapan membunuh.


"Bagus baik di luar tapi di dalam busuk. Wanita mana yang mau hidup sama orang nganggur yang ngandelin duit orang tuanya. Nggak mau kerja. Nggak ngasih nafkah. Dua kali aku keguguran karena tertekan. Apa kalian mampu sehari dijatah dua puluh ribu? Minta susu hamil nggak dikabulkan malah disuruh minum teh manis. Mata kalian hanya memandang laki laki ini dari luar, tapi tidak pernah merasakan hidup bersamanya!" Ucap Wulan dengan airmata yang sudah terurai.


Warga yang mendengar ucapan itu terkesiap begitu juga Juna. Dadanya bergemuruh semakin menatap tajam pada laki laki yang raut wajahnya sudah mulai berubah.


"Bu Irma, Bukankah anak ibu hamil tanpa suami? Nikahkan anak ibu sama Bagus coba. Biar Bu Irma tahu, Bagus yang sebenarnya gimana! Mba Ratna, Bukankah suami kamu menghamili adikmu? Suruh adik Mba nikah sama Bagus coba? Kalian yang jelas jelas punya aib, malah sibuk mengurusi kehidupan orang lain! Dan kamu Mas Bagus! Aku tahu, kamu yang mempengaruhi mereka, kan? Apa untungnya buat kamu? Hah!" Bentak Wulan dan semua warga pada menunduk.

__ADS_1


"Tapi benarkan kalau kamu selingkuh? Ini bukti nyata. Dan kamu mau melakukan mesum sama dia, Iya,kan?" Tanya Bagus dengan sinisnya ke arah Wulan dan Juna.


"Apa setelah kita bercerai, kamu selalu mengikutiku? Sampai sampai tahu dia ada disini dan kamu langsung menghubungi tetanggamu? Astaga! Sampai segitunya kamu ingin membuktikan aku selingkuh? Terus kalau aku selingkuh? Apa yang akan kamu lakukan? Apa!" Bentak Wulan dan kali ini Bagus terbungkam. Apa yang Wulan katakan memang benar. Dia selalu mengintai Wulan.


"Lagian, dibanding dengan kamu, lihat! Dia lebih tampan. Badannya bagus nggak buncit kayak kamu. Dia punya usaha sendiri, mapan. Wanita mana yang tidak tergoda dengan laki laki super tampan seperti dia?" Ucap Wulan sinis. Semua hanya terdiam. Dari penampilan memang benar, Juna lebih segalanya dari mantan suami Wulan.


"Jadi bener kan, kamu selingkuh?" Geram Bagus terus mengucapkan kata yang hampir sama.


Wulan tergelak. Dia menatap Bagus dan warga yang berada disana. Wulan bergeser merapatkan badannya pada Juna terus dia menoleh menatap Juna yang sedang menatap mantan suami Wulan dengan geram. Tangan wulan terangkat. Diraihnya dagu Juna hingga pria itu tersentak dan menoleh ke arah Wulan. Dengan cepat Wulan memajukan kepalanya dan sedikit berjinjit kemudian


Cup


Mata semuanya membelalak, termasuk Bagus dan Juna.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2