ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Dua Romansa Lagi..


__ADS_3

"Risma?"


"Bang Ali!" Pekik Risma.


"Siapa?" Tanya Dodit menoleh ke arah istrinya.


"Mantan suami." Jawab Risma sedikit berbisik.


Pria bernama Ali seketika menghentikan aktifitasnya hingga terdengar suara perempiun dari gubug di balik Risma dan Dodit berada.


"Bang, kok berhenti? Lanjut dong?" Tanya perempuan itu sembari membangkitkan badannya. Namun saat setengah badannya terangkat dan dia tak sengaja menoleh, perempuan itu membelalakkan matanya melihat dua orang berdiri mematung menatap ke arahnya.


"Loh? Perempuannya beda lagi?" Pekik Risma spontan dengan jari yang menunjuk ke arah dua pasangan mesum di tempat umum.


"Edan!" Ujar Dodit.


"Gila yah, Bang? Apa nggak bisa sewa hotel, main kok di tempat umum? Hotel yang lima puluh ribu banyak loh." Cibir Risma. Terlihat wajah mantan suaminya itu terlihat malu dan canggung.


"Udah, mending kita pergi. Jangan urusin orang lain." Saran Dodit, "Permisi, Mas, monggo enak enaknya dilanjut. Kami permisi?"


"Kamu sudah menikah lagi, Ris?" Sebuah pertanyaan terlontar dari mulut Ali dan hal itu sukses menghentikan langkah Dodit dan Rizma.


"Iya, nggak kayak kamu, masih suka gonta ganti. Nggak berubah." Balas Risma ketus.


"Ini semua kan gara gara kamu, kalau kamu nggak menggugat cerai aku pasti aku sudah berubah." Bela Ali sambil membenarkan celananya. Sementara sang wanita juga sedang membenarkan pakaiannya yang sempat terbuka di bagian atas dan bawahnya.

__ADS_1


"Halah, kamunya aja yang nggak niat berubah. Ayo, Mas, kita pergi." Ucap Risma sembari menggandeng tangan suaminya.


Dodit pun menurutinya dengan mata yang masih memandang kedua pasangan mesum tadi. Mereka menuju gubug yang yang lain, bukan gubug yang Dodit tunjukan. Terdengar, Dodit tertawa lirih begitu mereka duduk di gubug yang dituju menghadap pantai.


"Bisa bisanya mesum di tempat seperti ini? Astaga!" Ucap Dodit masih tidak percaya.


"Kamu jangan coba coba berpikiran untuk mencobanya loh Mas." Ucap Risma sedikit mengancam.


"Tapi sepertinya seru, coba yuk?" Ledek Dodit. Tentu saja Risma langsung menolak dengan melototi sang suami kemudian mencebikkan bibirnya.


"Eh, Yang, kamu bilang tadi, mantan kamu masih suka gonta ganti? Kok kamu tahu? Masih suka berhubungan yah?" Tanya Dodit setelah tadi diam sejenak.


"Ya enggak lah, Mas. Amit amit." Balas Risma.


"Ya kali aja. Terus kamu tahu dari mana kalau dia masih suka gonta ganti?" Selidik Dodit saking penasarannya.


"Ngapain cemburu? Nggak ada kamus cemburu dalam diri seorang Dodit." Ucap Dodit Jumawa.


"Eh tapi sepertinya bagus ya, Yang, kalau buat anak di sini. Sambil lihat pantai dan..." Sambung Dodit dengan senyuman nakal menatap istrinya.


"Nggak usah aneh aneh deh, Mas. Amit amit, kayak nggak ada tempat aja." Sungut Risma.


"Ah, ayo dong, Yang. Kita coba." Rayu Dodit.


"Nggak! Ih, nggak." Tolak Risma.

__ADS_1


"Ayo dong, Yang?" Rengek Dodit. Dia sebenarnya cuma meledek sang istri karena dia sendiri juga tidak sudi main di tempat seperti ini. Dodit meraih pinggang sing istri dengan terus merayu den meledeknya. Sedangkan Risma terus memberontak dan menolaknya.


Masih di hari yang sama dan tempat berbeda. Tepatnya di dalam sebuah rumah bertingkat, sepasang pengantin baru yang tidak memakai apa apa pada tubuhnya terlihat sedang makan berdua. Sebenarnya bukan makan berdua, tapi makan sepiring berdua.


Sepiring nasi disiram sayur asem dan sesendok sambal sisa sarapan tadi pagi, ditemani tempe goreng tanpa tepung dan pindang bandeng, merupakan menu sederhana namun sangat nikmat di santap saat jam makan siang.


Dengan telaten Jaka menyuapi sang istri yang duduk di sebelahnya. Mata sang istri terus menatap televisi yang kali ini menayangkan drama korea. Jaka juga tak lupa menyuapi makanan ke dalam mulutnya sendiri. Dia juga merasa lelah dan lapar setelah permainan dua ronde hari ini.


"Yang, habis makan kita istirahat yah?" Ajak Jaka.


"Ntar lah, Mas. Ini lagi seru." Tolak Melati tanpa menoleh.


"Apa sayang nggak cape? Nggak pengin istirahat gitu buat persiapan nanti?" Tanya Jaka sembari menyodorkan segelas air putih dan Melati dengan senang hati meminumnya. Setelah selesai minum, Jaka kembali menyuapi makanan ke mulut sang istri.


"Tapi ini lagi seru, Mas. Aku udah lama nggak pernah nonton drakor. Kangen tahu." Cicit Melati dengan mulut yang mengerucut membuat sang suami gemas dibuatnya. Dengan telaten Jaka terus menyuapi sang istri hingga makanan habis.


"Mau nambah lagi enggak nasinya?" Tawar Jaka namun Melati menggeleng, "Baiklah."


Jaka beranjak menaruh piring kotor kemudian dia kembali menghampiri sang istri dan duduk disebelahnya. Meski Jaka tak suka dengan tontonan berbau drama, dia tidak ingin merusak kesenangan istrinya.


Melati yang terlihat fokus, tiba tiba merebahkan kepalanya dipangkuan sang suami. Jaka pun tersenyum menatap tingkah istrinya. Diusapnya kepala Melati berkali kali hingga beberapa saat kemudian rasa kantuk menyerang Melati dan lama lama mata Melati pun terpejam.


"Katanya nggak mau istirahat, eh ini malah tidur duluan." Gumam Jaka. Dengan pelan Jaka bergeser dan memindahkan kepala Melati dari pangkuannya. Dia pun ikut berbaring, mengecup kening Melati dan memeluknya.


"Istirahatlah yang nyenyak istriku! Karena nanti akan ada pertempuran yang lebih dasyat diantara kita."

__ADS_1


...@@@@@...


Woyoo!!! Hai reader, othor kembali menyapa ini. makasih ya, yang sudah sangat sangat mendukung dan meramaikan kisah jaka hingga detik ini. makasih banget. Dan tetap kasih dukungan buat Jaka ya, like, komen, Rate, Vote and Give. Biar terus semangat crazy up. Makasih.


__ADS_2