ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Tamu Pagi Hari..


__ADS_3

Dan pagi pun kini datang. Seorang pemuda dua puluh tahun terlihat sedang bersiul dengan mengendarai motor milik bos sekaligus saudara sepupunya. Wajahnya nampak ceria, senyumnya sesekali mengembang menyapa para pengendara motor lainnya atau pejalan kaki yang dia temui di sepanjang jalan.


Sebelum ke toko, pemuda yang akrab di sapa Dodit itu akan mampir ke rumah pakde dulu menjemput bosnya karena motor sang bos dia yang bawa kemarin.


Beberapa saat kemudian, dia pun telah nyampai di rumah Melati karena jaraknya memamg tidak terlalu jauh dari rumahnya.


"Mba Mel!" Teriaknya begitu motor terparkir di bawah pohon mangg.


"Mbok ya datang datang salam dulu, Dit. Ini malah pake teriak teriak." Ucap seorang perempuan yang tak lain adalah ibu Melati yang nampaknya baru kembali dari warung.


"Hehhe, assalamu'alaikum, Bude." Ucap Dodit sambil cengengesan.


"Huu, dasar. Masuk, Dit. Tadi sih Mbak mu lagi mandi." Balas Ibu Melati. Tanpa menjawab tawaran Bude, Dodit segera saja mengikuti ibu nya Melati masuk rumah.


Begitu masuk, Dodit lansung duduk di ruang tamu. Tak lama kemudian Melati pun keluar dari kamarnya. Terlihat perempuan itu tersnyata sudah bersiap.


"Udah siap, Mbak?" Tanya Dodit.


"Siap nggak siap, Dit. Nanti aku antar ke rumah lama dulu ya, Dit? Mau beres beres rumah. Beberapa hari di tinggal, pasti kotor banget tuh." Pinta Melati.

__ADS_1


"Baik, Mba. Berarti aku jaga toko sendiri dulu ini?" Tanya Dodit.


"Iya, Sanggup kan?"


"Sanggup dong."


"Ya udah, ayok berangkat." Ajak Melati dan Dodit pun mengikutinya.


Melati memang sangat percaya sama sepupunya yang satu itu. Selain cekatan, Dodit juga jujur jadi Melati tenang saat Dodit di suruh jaga kios sendirian.


Sementara di rumah lain, Jaka terlihat baru bangun. Sejak menjadi pengangguran, Jaka hidupnya seperti tidak ada beban. Rencananya hari ini dia akan membuat banner buat di pasang di bengkelnya. Bengkel akan dibuka nanti seletah acara lamaran.


Dia pun mencoba menghubungi nomer Melati, namun sayang, Melati tak meresponnya. Dia menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Apa Melati beneran marah?" Gumamnya.


Dia bangkit dan segera beranjak menuju pintu kamar.


"Baru bangun, Jak?" Tanya Emak yang kebetulan berpas pasan dengan Jaka saat dia mau ke dapur.

__ADS_1


"Bangun dari tadi, Mak. Cuma baru keluar saja." Jawab Jaka alasan, dia pun mengikuti Emak menuju dapur ingin membuat kopi.


"Semalam ada yang mencarimu, Jak." Ucap Emak.


"Siapa, Mak?" Tanya Jaka sembari menyeduh kopi sachet yang memang sudah di sediakan sang emak.


Mak lupa nanya nama, tapi Mak kayak kenal, cuma dimana yah?" Balas emak sembari mengingat ingat. Dia sendiri sedang membuat teh manis untuk sendiri.


"Laki laki apa perempuan, Mak?" Tanya Jaka penasaran.


"Laki laki." Jawab Emak singkat.


Di saat Jaka sedang larut dalam rasa penasaran tiba tiba dari arah depan rumah terdengar suara laki laki


"Permisi! Jaka!"


"Tuh Jak sepertinya ada yang nyari?" Tunjuk Emak dan Jaka pun berdiri membawa kopinya menuju arah ruang tamu. Segera saja membuka pintu dan dahinya mengkerut.


"Kamu? Ngapain pagi pagi sudah kesini? Mau maksa maksa lagi?"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2