
Seperti kebanyakan pernikahan pada umumnya. Acara inti dari sebuah pernikahan pasti kebanyakan sama saja. Ramah tamah, sungkem, foto foto. Begitu juga yang terjadi pada pernikahan Juna dan Wulan. Mereka pun melaksanakan ritual tersebut. Namun yang membuat suasana berbeda adalah, banyaknya tamu wanita yang tidak pernah terduga. Tamu tamu wanita terlihat lebih banyak daripada tamu laki laki. Saat Juna berbisik dan bertanya, kenapa tamunya banyak banget? Wulan justru malah menggelengkan kepalanya tanda dia juga tidak tahu. Karena memang kenyataannya Wulan tidak kenal dengan tamu tamu yang suka rela datang memberi amplop dan doa restu.
Usut punya usut, tamu tamu yang berdatangan adalah akibat postingan sebuah status dari wanita wanita yang secara diam diam memotret keluarga besar Jaka yang tampan tampan. Dari unggahan foto itu lah, banyak wanita di daerah sekitar Wulan berdatangan untuk menyaksikan secara langsung keajaiban dunia tersebut. Dan ternyata keajaiban itu memang nyata saat mata mereka menjadi saksi dari apa yang mereka lihat. Sekumpulan manusia penuh pesona berkumpul jadi satu.
Kejadian tersebut pun membuat sang tuan rumah kewalahan. Pasalnya mereka tidak menyiapkan hidangan lebih banyak karena ini benar benar di luar rencana mereka. Beruntung pasar tidak terlalu jauh dari kediaman Wulan, jadi bagian dapur benar benar kerja keras saat ini.
Acara pernikahan sederhana yang biasanya berlangsung tidak butuh waktu lama itu pun ternyata mengulur hingga sore menjelang petang. Terlihat di dalam kamar pengantin, sepasang manusia yang telah resmi menjadi suami istri itu nampak canggung. Mereka duduk di tepi ranjang yang sama namun beda posisi dan saling membelakangi. Cukup lama mereka terdiam. Juna yang biasanya suka memaksa, kali ini malah bingung sendiri mau memulai ucapan dari mana. Sedangkan Wulan, dia hendak bersuara namun takut Juna akan memaksanya.
"Jun?"
"Lan?"
Panggil mereka bersamaan dan mereka tertegun terus terdiam kembali dengan penuh kecanggungan.
"Kamu mandi dulu."
"Kamu mandi dulu."
__ADS_1
Lagi lagi mereka mengeluarkan isi kepalanya secara bersamaan dan takjubnya isi kepala mereka mengatakan hal yang sama.
"Kamu mandi dulu, Jun. Aku akan membersihkan Make up." Ucap Wulan cepat cepat dan dia beranjak menuju meja rias. Juna tersenyum simpul.
"Baiklah. Handuknya dimana?" Tanya Juna dan Wulan pun beranjak ke lemari kemudian mengeluarkan handuk polos berwarna biru.
Mata Wulan seketika melotot ketika melihat Juna melepaskan kancing bajunya. Wulan langsung menutup mata dan berpaling.
"Kenapa buka bajunya disitu!" Seru Wulan dan tentu saja hal itu mengagetkan Juna.
"Loh? Kenapa?" Tanya Juna dan dia seketika senyum senyum melihat tingkah istrinya.
"Kenapa mesti malu? Bukankah nanti malam kamu akan melihat aku tanpa baju? Jadi anggap aja ini latihan, biar nanti malam kamu nggak pingsan." Bisik Juna dan hal itu sukses membuat Wulan salah tingkah.
"Udah sanah mandi! Gantian! Kasian itu keluarga kamu nungguin." Sungut Wulan tanpa menoleh karena dia merasa wajah Juna begitu dekat.
"Baiklah, aku mandi yah? Siapkan tenagamu buat nanti malam, istriku!" Bisik Juna kemudian dia langsung melangkah menuju kamar mandi dengan senyum yang begitu lebar. Sedangkan Wulan mencoba menata degup jantungnya yang melonpat lompat lebih cepat.
__ADS_1
Dalam hati Wulan ngedumel sendiri kemudian dia menyiapkan baju ganti buat Juna dan terus menuju meja rias membersihkan make up yang menempel di wajahnya.
Beruntung, Wulan membangun kamar mandi di dalam kamarnya atas permintaan suaminya dulu. Jika tidak, mungkn akan membuat siapapun terpana saat melihat Juna keluar hanya dengan handuk yang terlilit. Begitu juga yang terjadi pada Wulan, nafasnya seakan terhenti saat sosok Juna menunjukkan bagian tubuhnya yang selalu tertutup pakaian. Keindahan tubuh Juna benar benar penyempurna ketampanan wajah yang Juna miliki. Saking terpesonanya, Wulan salah tinggkah sendiri.
"Jangan dibuka disini!" Teriak Wulan spontan saat melihat Juna hendak melepas lilitan handuknya. Bukan hanya Juna yang kaget, orang orang yang berada diluar kamar pun nempak terkejut mendengar teriakan Wulan.
"Ya ampun, Wulan! Masih sore udah main buka bukaan aja!" Ucap kakak ipar Wulan dengan nada keras. Tentu saja Wulan langsung gelagapan dan Juna tertawa lirih.
"Apaan sih, Mba." Sahut Wulan dan dia bergegas meraih handuk langsung menuju kamar mandi.
Drama pun belum selesai. Setelah mandi, Wulan kebingungan saat hendak keluar kamar mandi. Di bukanya perlahan pintu kamar mandi dan di arahkan pandangnnya ke sekililing kamar.
"Apa Juna sudah keluar kamar? Syukurlah." Gumam Wulan saat tidak mendapati suaminya berada dalam kamar. Dengan santai dia melangkah keluar kamar dengan handuk terlilit langsung menuju lemari dan membuka pintu lemari. Mungkin karena sudah kebiasaan Wulan saat selesai mandi, Dia langsung membuka lilitan handuk yang menutupi tubuhnya dan melempar handuk itu ke sembarang tempat. Sambil memilih baju yang hendak dia pakai, Wulan terdengar mendendangkan sebuah lagu dangdut. Namun dendangan itu seketika terhenti saat dia mendengar suara
"Apa kamu sedang menggodaku?"
"Alamak!"
__ADS_1
...@@@@@...