
"Ya Tuhan, hatiku sakit banget. Laki laki paling tampan hasil ciptaanMU mau lamaran."
"Jaka! Sebelum kamu jadi suami orang, mau nggak kamu jadi suami ku, malam ini aja?"
Dan masih banyak lagi ungkapan ungkapan kekecewan dari para pemburu cinta Jaka yang berita lamarannya sungguh menggemparkan kehidupan kaum hawa dari usai belia, istri orang hingga kaum janda.
Dipandang dari sisi manapun, Jaka memang selalu membuat resah dan sekarang Jaka semakin meresahkan dengan kabar yang dia bawa.
Selain mendapat ucapan selamat, tak sedikit pula yang justru mendoakan yang tidak tidak terutama untuk perempuan yang sudah berhasil menaklukkan hati sang pria dengan sejuta pesona.
Dan malam lamaran pun tiba. Keluarga Melati yang berjenis perempuan harusnya berada di dapur atau di ruang tengah. Namun tidak untuk malam ini. Mereka berdesak desakan demi bisa melihat rombongan makhluk tampan dari keluarga Jaka.
Jaka, Jati, Juna dan beberapa saudara Jaka yang kebetulan bisa ikut menghadiri acara lamaran malam itu sungguh menarik banyak kaum hawa di sekitar rumah Melati yang sengaja datang dengan alasan ingin menyaksikan acara lamaran. Padahal mereka datang hanya ingin melihat sekumpulan pria pria tampan yang hadir disana.
"Astaga! Yan, itu beneran saudara saudara suamimu semua?" Tanya Desi dengan mata yang tak hampir berkedip melihat sekumpulan pria tampan di rumahnya.
"Iya, Mba. Kenapa?" Tanya Yanti sambil senyum senyum melihat tingkah kakak ipar sahabatnya tersebut.
"Aku kalau berada diantara mereka kayaknya nggak akan pernah sempat pakai baju kali yah." Bisik Desi. Yanti dan juga Rani sama sama tergelak dengan ucapan aneh perempuan itu.
"Boro boro, pake baju, Des. Aku malah bakalan males keluar kamar." Timpal Rani. Dan lagi lagi ketiganya saling tergelak namun di tahan.
__ADS_1
"Itu sejarahnya gimana sih, Yan? Kok saudara saudaranya Jaka, ketampanannya bikin para wanita nyut nyutan?" Tanya Desi yang matanya terus menatap lurus ke arah ruang tamu dimana sekumpulan pria tampan berada.
"Apanya yang nyut nyutan, Mba?" Tanya Yanti dengan dahi berkerut.
"Nggak usah ditunjukkin pasti juga kamu ngerti lah." Balas Desi dan Yanti sama Rani kembali cekikikan.
Sementara Dodit, matanya terus saja memandang perempuan yang duduk di sebelah Melati. Senyumnya terus terkembang. Hingga tiba tiba ada tangan yang menutupi matanya. Dia tersentak dan segera menoleh kemudian mendengus.
"Risma nggak bakalan ilang!" Ledek Rudi.
"Apaan sih, Bang! Rese banget, orang lagi lihatin surga. Gangguin aja!" Sungut Dodit.
"Ceileh! Surga! Ada ada aja kamu, Dit." Ledek saudara yang lain dan semuanya hanya bisa tertawa sembari menahan perut.
Sesuai keinginan keluarga Jaka, Acara pernikahan Melati dan Jaka akan diselenggarakan di rumah Jaka dengan meriah.
Setelah acara tukar cincin berlangsung, kini saatnya para tamu yang hadir menyantap hidangan yang sudah di sediakan.
"Kira kira yang di butuhkan untuk daftar ke KUA, apa aja, Mba?" Tanya Dodit yang sengaja memilih tempat duduk memisah biar tak ada yang menganggu.
Ya ampun, Dit! Kamu masih mau manggil aku Mba, gitu?" Tanya Risma dan Dodit hanya senyum senyum kebingungan.
__ADS_1
"Ya terus manggil apa dong?" Tanya Dodit dengan polosnya.
"Ya intinya jangan manggil dengan sebutan Mba, gitu. Mentang mentang aku lebih tua dari kamu." Sungut Risma dan hal itu membuat Dodit tergelak.
"Terus manggil apa dong? Manggil sayang aja apa gimana?" Usul Dodit asal.
"Sayang ya boleh." Balas Risma dan itu membuat Dodit tercengang sesaat kemudian bibirnya tersungging senyum kembali.
"Sayang?" Ucap Dodit dan dia malah tergelak.
Sementara di tempat lain, Melati dan Jaka di buat heran dengan apa yang mereka lihat di hadapannya.
"Pak, Bapak sama Pak Haryo kok kelihatan akrab banget?" Tanya Jaka.
"Ya kita memang akrab, Jak. Kan Bapak sama Bapaknya Melati teman SD dulu." Jawab Rahmat.
"Yang benar, Pak?" Tanya Jaka.
"Iya, Makanya Bapak langsung setuju waktu Melati bawa kamu main kesini, Jak." Jawab Haryo.
"Dan asal kalian tahu, Bapak sama Haryo tuh kemarin sempat mau menjodohkan kalian. Eh baru mau dikenalin, tahunya udah pacaran aja, Ya udah."
__ADS_1
"Apa!"
...@@@@...