ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Niat Jaka..


__ADS_3

Raut wajah Jaka seketika berubah masam. Dia bahkan berkali kali mendengus. Bagaimana mungkin malam pertama setelah sah malah terhalang dengan datang bulan? Jaka mengacak ngacak rambut dan mengerucutkan bibirnya.


Melati yang melihat perubahan sikap Jaka hanya menyunggingkan senyumnya. Sebagai perempuan, Melati paham betul kapan siklus bulanannya datang dan setelah di hitung hitung kemungkinan pas acara dia akad nikah, bersamaan dengan datangnya siklus bulanan.


Melati memajukan kepalanya dan mengecup salah satu pipi Jaka agar kekecewaan sang kekasih berkurang. Jaka menoleh dengan mulut yang masih cemberut.


"Masa baru saja halal malah terhalang datang bulan sih, Yang? Bagaimana bisa malam pertama menikah malah tidur biasa? Itu malam pertama kita jadi suami istri loh, Yang? Harusnya kita merayakannya sampai pagi. Tapi ini? Arghh!" Ucap Jaka merajuk dan itu terlihat sangat menggemaskan.


"Ya ampun, Sayang. Kan cuma menunda beberapa hari. Ntar kalau udah selesai datang bulan, kamu bisa menggempur aku kapan pun kamu mau." Ucap Melati mencoba memberi pengertian kepada Jaka.


"Tapi kan jadi nggak berkesan sama sekali, Yang! Masa pertemuan pertama kita sangat berkesan sampai lima ronde, giliran sudah nikah dan halal malah terhalang datang bulan. Kan lucu." Gerutu Jaka. Saking keselnya dia akhirnya merebahkan kepalanya di pangkuan Melati dan membenamkan kepalanya diperut sang kekasih.


"Justru itu sebenarnya anugerah loh, Yang. Pas kita nikah eh aku datang bulan, jadi beberapa hari kemudian jika aku selesai masa datang bulan berarti aku memasuki masa subur, Yang." Ucap Melati sembari menyugar rambut Jaka dengan jari jarinya.


"Anugerah? Anugerah apaan? Musibah mah iya." Protes Jaka dan Melati malah tergelak.

__ADS_1


"Ya anugerah dong, Yang. Dengerin baik baik nih ya? Setiap wanita sehat setelah datang bulan itu memasuki masa masa paling subur. Nah masa itu jika kita melakukan hubungan suami istri, konon katanya bisa cepat menghasilkan benih loh, Yang?" Terang Melati.


"Menghasilkan benih? Maksudnya?" Tanya Jaka dengan dahi berkerut.


"Kalau kita melakukan hubungan pas aku dalam keadan yang begitu subur dan sehat, kamu juga dalam keadaan sehat, maka kemungkinan kita mempunyai anak prosesnya akan lebih cepat, Yang." Terang Melati. Wajah Jaka seketika berubah. Dia segera bangkit dari rebahannya dan menatap Melati.


"Beneran, Yang?" Tanya Jaka dengan mata berbinar dan Melati menjawab dengan anggukan. Seketika wajah Jaka berseri dan senyumnya tersungging.


"Wah! Pasti bahagia banget ya, Yang, kalau itu beneran terjadi. Aku akan langsung jadi ayah."


Jaka kembali merebahkan kepalanya dipangkuan Melati dan dia mencium perut Melati yang tertutup baju dalam dalam. Tangannya terangkat dan mengusap perut tersebut.


"Duh jadi nggak sabar, Yang. Ingin melihat calon anak kita tumbuh di dalam perutmu." Ucap Jaka begitu senang.


"Ya yang sabar dong, Yang. Banyakin berdoa dan berusaha saja. Semoga setelah kita menikah, kita tak perlu menunggu lama dikasih momomgan. Biar hubungan kita semakin harmonis, Yang." Balas Melati.

__ADS_1


"Ya udah deh nggak apa apa malam pertama kita tunda. Lagian kita mungkin capek juga ya, Yang. Apalagi keluargaku nanggap dangdutan. Bakalan capek banget kita pas hari H nanti." Ucap Jaka akhirnya mengerti.


"Nah tuh tahu. Lagian kalau kita sudah sama sama capek, mana enak berhubungan, iya nggak?"


"Iya sih, Yang. Ya udah baiklah, aku akan sabar menunggu sampai acara datang bulan selesai. Setelah itu kamu harus siap siap loh, Yang." Ucap Jaka seperti memberi peringatan.


"Siap siap apa, Yang?" Tanya Melati bingung.


"Setelah datang bulanmu selesai, aku akan menyerang dan menggempurmu setiap waktu. Kamu siap siap saja, pokoknya aku nggak akan memberi kamu kesempatan untuk memakai baju." Ancam Jaka.


"Yang benar saja, Yang? Masa sampai nggak sempet pakai baju? Ada ada aja." Gerutu Melati.


"Iya dong, aku nggak akan pernah membiarkan kamu memakai baju. Dan kita akan melakukannya sesering mungkin, pagi, siang, sore, malam hingga keinginan kita memiliki anak terwujud."


"Astaga!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2