ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Waktu Terus Berlalu..


__ADS_3

Hari pun kini berganti malam. Suasana rumah sakit nampak begitu ramai karena ini adalah jam berkunjung di rumah sakit tersebut. Banyak orang datang dan pergi hanya sekedar menjenguk dan menunjukan empati kepada rekan, saudara atau siapapun yang mereka kenal untuk sekedar memberi doa kesehatan dan keselamatan.


Suasana ramai juga begitu terasa di dalam satu ruangan khusus di rumah sakit. Ruangan yang berisi dua wanita yang baru saja melahirkan anak kembar memang di sewa khusus oleh salah satu keluarga mereka yang bergelar anak sultan.


Melati dan Wulan, kini dijadikan satu ruangan atas permintaan keluarga dan semua biaya di tanggung Bang Onta. Meski semua keluarga baru datang esok hari termasuk Bang Onta sendiri, namun dia memberi perintah Jati untuk mengurusnya dan semuanya sukses seperti apa yang mereka inginkan.


Suasana hangat benar benar tercipta pada dua keluarga kecil yang sedang berbahagia. Juna dan Jaka membuktikan kalau mereka benar benar suami yang bisa diandalkan.


Saat Jaka dan Juna sedang asyik ngobrol bersama istri mereka, semuanya dikejutkan dengan sapaan dari pintu masuk. Mereka pun serentak menoleh.


"Paman! Bibi!" seru Melati.


Ya. Mereka adalah orang tuanya Dodit yang datang menjenguk keponakannya.


"Gimana keaadaanmu, Mel?" Tanya paman setelah menyalami orang orang yang ada di ruang tersebut.


"Baik, Paman, Paman dan bibi berdua saja?" Tanya Melati.


"Enggak, semua lagi ada di bawah. Kita sengaja sempetin kesini dulu," jawab Paman.


"Loh? Kenapa nggak pada ikut naik?" Tanya Jaka.


"Mereka lagi nungguin di ruang bersalin, Si Risma mau lahiran,"


"Apa?"


Dan benar saja, di lantai bawah, tepatnya di ruang bersalin, keadaan Dodit sedang meraung raung menemani sang istri. Di depan matanya, sang istri tercinta sedang berjuang melahirkan buah cinta mereka. Meski dia mencoba tegar, nyatanya airmata juga lolos dari sudut matanya dan hal itu sebagai tanda kalau dia juga sedang merasakan takut dan panik yang luar biasa.


"Terus, Bu? Terus! Sedikit lagi," Bimbing sang dokter dengan sabar. Begitu juga para perawat yang membantu.


"Owek! Owek!"


Suara tangis bayi pecah bertanda bayi telah terlahir dengan selamat. Sejenak dada dan nafas yang sedari tadi menghimpit terasa begitu lega dan segar. Namun perjuangan belum berakhir karena di dalam perut sang istri, masih ada satu bayi lagi yang harus segera dilahirkan. Dodit kembali memperlihatkan wajah paniknya dan dia juga tak henti hentinya memberi semangat pada sang istri ditengah tengah perasaannya yang begitu kacau.

__ADS_1


"Owek! owek!"


Beberapa menit kemudian bayi kedua pun terlahir dengan selamat. Dodit langsung terduduk lemas dengan tangis yang menggema.


"Makasih, sayang. Makasih, anak anak kita telah lahir, hiks hiks, makasih," Ucap Dodit lirih dengan airmata yang mengalir, menatap wajah sang istri yang juga menatapnya lemah. Mereka saling terdiam, hanya tatapan dan airmata yang mereka tunjukan sebagai tanda rasa syukur dan kebahagiaan.


"Bapak, sekarang tugas Bapak mengumandangkan adzan pada putra putri bapak," ucap sang perawat.


Ya. Risma dianugerahi bayi kembar laki laki dan perempuan. Sungguh Dodit dan Risma tidak pernah menyangka, mereka akan mendapat karunia seindah ini. Karena mereka sendiri tahu, dalam keluarga besar mereka tidak ada yang memiliki keturunan kembar. Makanya pas mereka usg, mereka sangat terkejut dan bersyukur


"Baik, Sus,"


Dengan suara bergetar, Dodit pun mengumandangkan adzan dan iqomah di telinga kedua anaknya.


Setelah mengumandangkan adzan, Dodit menatap lekat kedua bayi yang hanya bisa bergerak mirip ulat bulu terbalut kain.


"Alhamdulillah, anak anak Abi lounching dengan selamat dan sehat. Manggilnya nanti Abi aja ya, Nak. Biar Abi kerenan dikit. Maafin Abi, selama di kandungan, Abi cuma bisa jenguk sambil ngasih ludah. Itu bukan ludah kebencian kok, Nak. Itu ludah kasih sayang, itu bukti kalau Abi sayang sama kalian," Ucap Dodit dengan derai air mata. Sedangkan dua suster yang mau memindahkan anak anak Dodit, bukannya terharu, namun mereka malah terpingkal.


Atas permintaan Jaka, Risma pun dipindahkan menjadi satu ruangan bersama Wulan dan Melati.


Ruang khusus itu pun berubah menjadi semakin ramai oleh pengunjung yang penasaran ingin menyaksikan ketiga pasang anak kembar. Karena takut mengganggu kenyamanan pasien, terpaksa akses untuk keruangan khusus tersebut di tutup untuk umum kecuali perawat dan pihak keluarga.


Saat ini Dodit sedang memandangi kedua anaknya yang lagi terlelap dengan bibir yang terus mengembangkan senyumnya. Rona bahagia jelas terlihat diwajah sang papahmuda tersebut.


"Ciyee! Yang sudah jadi Ayah, seneng bener," Ledek Jaka. "Senyumnya nggak habis habis,"


"Iya Dong, Bang. Nggak nyangka aja, hasil sodokanku tiap malam menghasilkan bayi kembar yang sangat lucu, imut dan menggemaskan kayak Abinya," ucap Dodit menggebu gebu.


"Abi?"


"Iya, nanti aku akan ngajarin mereka manggil Abi dan Umi, biar dikata anak ustad,"


"Dih! Ada ada aja kamu, Dit?" ucap Melati

__ADS_1


"Berarti kamu bibit unggul dong," Timpal Juna.


"Iya, Dong, Jadi nggak sabar pengin nyodok lagi, "


"Nyodok mulu pikiranmu. Nunggu empat puluh hari dulu," Tukas Jaka.


"Iya, tahu aku lah, Bang. Aku jadi punya dua saingan nih," Keluh Dodit.


"Saingan? Saingan apaan?" tanya Juna.


"Ya itu, dua anakku pasti kalau haus, akan menguasai segalanya, yang satu kanan, yang satu kiri, aku nggak kebagian apa apa, Masa iya aku tidur cuma peluk guling sambil kenyot dot bayi?" Terang saja Jaka dan Juna terbahak bersama mendengar keluhan Dodit


"Ya ampun, Dit. Ya ngalah lagi sama anak," tukas Jaka.


"Iya, sih, tapi aku ngerasa kehilangan aja,"


"Udah siapin nama buat mereka, Dit?" Tanya Melati.


"Udah, dong,"


"siapa?"


"Nada Bestari dan Nadi Baskara,"


"Wahh.."


Dan kebahagiaan tiga perjaka dan tiga janda pun telah tercipta. Kini, mereka memasuki babak hidup baru yaitu menjadi orang tua.


Selamat Dodit dan Risma, Selamat Juna dan Wulan. Selamat Jaka dan Melati. Semoga kebahagiaan kalian abadi dikehidupan para pembaca.


...》》》》》》T A M A T 《《《《《《...


Akhirnya, kisah asmara perjaka dan tiga janda selesai, maaf jika ini tidak othor teruskan, biar nggak melenceng dari judul dan tema. Terima kasih yang sudah mengikuti sampai detik ini. Dan terima kasih atas semua doa dan dukungannya.

__ADS_1


Sebagai gantinya othor telah siapkan judul baru, semoga karya baru ini, bisa menghibur waktu senggang kalian semua. Yuk ikuti karya 21+ othor dalam judul LIAR



__ADS_2