
"Eugh..." Terdengar lenguhan suara pria dari dalam sebuah kamar. Pria itu nampaknya baru sadar dari tidurnya beberapa jam yang lalu. Matanya mengerjap dan perlahan terbuka. Dia meregangkan kedua tangannya. Dia mengedarkan pandangannya dan seketika dia terlonjak. Dia terkejut dan segera duduk. Dia merasa kamar yang dia tiduri berbeda dari kamarnya. Dia nampak berpikir namun tak lama kemudian senyumnya tersungging.
"Ya ampun! Sekarang kan aku sudah menikah dan tinggal dirumah istriku." Gumamnya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dodit melirik jam yang terpajang di dinding. Ternyata sudah hampir masuk waktu maghrib.
"Berarti aku tidur hampir tiga jam?" Tanyanya pada diri sendiri. Dia masih ingat tadi mulai rebahan sekitar jam tiga.
Saat dia sedang terbengong dan menggeser badannya mundur hingga punggungnya menyentuh dinding ranjang, dari arah kamar mandi terlihat seorang perempuan keluar. Mata Dodit langsung membelalak. Tiba tiba dia kesulitan menelan salivanya dan dadanya berdetak lebih cepat. Dodit menatap wanita yang sekarang menjadi istrinya nampak habis mandi. Risma hanya menggunakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya dan handuk kecil yang menutupi rambutnya.
"Udah bangun?" Tanya Risma begitu melihat Dodit sudah duduk diatas ranjang.
"Sudah." Jawab Dodit berusaha mengulas senyum untuk menutupi debar jantungnya. Dia tak berani menatap langsung istrinya. Sesekali matanya dia lempar ke arah lain meski hati dan pikirannya tertuju pada tubuh yang terbungkus handuk.
Disaat Batin Dodit sedang berperang kata, Risma dengan seenaknya melepas handuk yang melilit di depan lemari samping ranjang. Mata Dodit membelalak kembali melihat keindahan di depannya. Dengan spontan tangannya menarik selimut dan dia gunakan untuk menutupi kepalanya. Risma yang melihat tingkah suami brondongnya merasa heran.
"Kenapa kepala kamu di tutup selimut, Dit?" Tanya Risma sembari memakai segitiga bermuda.
"Nggak enak lihat kamu tanpa baju, Yang." Risma tertegun kembali namun sesaat kemudian dia tertawa liirih.
__ADS_1
"Nggak enak kenapa?" Tanya Risma pura pura tidak paham. Kini dia terlihat memakai penutup benda kembarnya yang terlihat kekecilan sehingga benda kembar itu terjerat begitu kencang dan nampak menonjol.
"Ya nggak enak aja, lagian, kenapa sih lepas handuk di situ? Kan mending di kamar mandi dan ganti baju disana?" Gerutu Dodit namun malah membuat Risma tergelak.
"Lah, ya suka suka aku dong, Dit. Kan ini kamar aku? Mau ngapain ya terserah aku. Kenapa kamu protes?" Balas Risma sembari menahan perutnya yang benar benar ingin tertawa keras mendengar ucapan suaminya.
"Kan disini ada laki laki. Masa nggak malu. Aku aja yang melihatnya malu." Tutur Dodit. Risma semakin terpingkal mendengar penuturan pemuda itu.
"Malu kenapa, Dit? Kan aku nggak pake baju juga di depan laki laki yang sudah halal. Bukan sembarang laki laki. Aku berani kayak gini ya di depan suamiku aja lah, Dit. Bukan di depan laki laki lain. Kamu suamiku bukan sih?" Tanya Risma yang kini sudah selasai berganti pakaian memakai baju tidur selutut.
Mendengar ucapan istrinya, Dodit sejenak tercengang, kemudian dia tersenyum merasa geli sendiri dengan tingkahnya.
Perlahan Dodit membuka selimut yang menutupi kepalanya. Dia senyum senyum salah tingkah. Apalagi di tatap Risma. Hatinya semakin merasa berdetak tak karuan.
"Mau mandi dulu apa makan dulu, Dit?" Tanya Risma.
"Enaknya apa dulu yah?" Ucap Dodit balik bertanya.
__ADS_1
"Ya terserah kamu. Kalau mau makan dulu ya nggak apa apa. Aku udah siapin. Kalau mau mandi dulu, nanti aku siapin air hangat." Mendengar jawaban Risma, hati Dodit kembali menghangat. Sekarang mau apa saja dia ada yang melayani dan mempersiapkan.
"Makan dulu aja lah, Lapar." Jawab Dodit dan Risma pun mengangguk sesaat kemudian dia berdiri.
"Ya udah yuk makan bareng." Ajak Risma. Dia berjalan duluan keluar kamar.
Lagi lagi mata Dodit membelalak melihat pakaian Risma yang begitu tipis dan transparan. Bahkan kain yang menjerat bukit kembar dan segitiga bermuda yang dipakai terlihat begitu jelas dari pakaian yang Risma kenakan.
Pikiran Dodit pun langsung berkelana kemana mana dan dia jadi teringat dengan video yang pernah dia tonton.
"Apa Risma lagi sedang memberi kode untukku? Kok pakainnya kayak yang di video video?" Gumam Dodit sembari cengengesan.
"Sayang! Jadi makan apa enggak!" Teriak Risma dari luar. Pikiran kotor Dodit seketika buyar. Senyumnya terkembang mendengar kata sayang yang Risma teriakan.
"Iya, sayang!" Balas Dodit dan dia pun segera turun dari ranjang.
"Sekarang makan nasi, nanti malam makan istri, hihiihii ...."
__ADS_1
...@@@@@...
Hai hai hai, othor lagi pengin menyapa nih. othor cuma mau ngucapin makasih yang sudah setia mengikuti kisah absurd sampai episode ini. Biar othor semakin semangat. Kasih othor dukungan dong. Gift, like, rate, favorite, komen dan vote itu adalah dukungan yang benar benar othor butuhkan biar semakin semangat loh. Jadi othor mohon, berikan dukungan kalian ya buat penyemangat ya. Terima kasih