ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Malam Setelah Akad..


__ADS_3

🎶 Sejuta hasrat kula wis kaya sekarat.


🎶 Batin kula ngucap.


🎶 Sampean, lanange jagat.


Suara merdu seorang biduan yang sedang menyanyikan lagu dangdut berbahasa khas daerah perbatasan jawa tengah dan jawa barat dibagian utara, membuat pesta pernikah yang berlanjut dimalam hari semakin meriah.


Acara malam ini hanya khusus untuk acara dangdut sesuai permintaan emak. Nampak sepasang pengantin baru hanya memakai pakaian biasa namun masih terlihat sopan karena masih banyak tamu yang berdatangan.


Di atas panggung, grup dangdut ternama yang terkenal dengan nama Biru Tosca sebagai pemimpin, benar benar menggandeng penyanyi dangdut lokal yang kualitasnya tidak kaleng kaleng. Ada Susi, Elly, Juleha dan Pina. Nama nama artis panggung yang turut memeriahkan suasana malam yang begitu meriah.


Bukan hanya laki laki yang hadir dalam acara dangdut tersebut, namun juga banyak perempuan yang turut hadir. Bahkan yang tidak diundang pun ikut berdatangan. Tentu saja wanita yang datang kesana ingin menyaksikan sekumpulan keluarga tampan yang tidak main main. Mereka mengetahui berita tentang manusia manusia tampan itu dari mulut ke mulut serta dari status status yang bertebaran di dunia maya.


"Yang, aku kesana dulu yah? menemui teman teman aku. Disana bau alkohol." Ucap Jaka dan sang istri hanya mengangguk.


"Duduk sini, Mel. Ngobrol sama saudara saudara Jaka." Ajak Yanti dan Melati pun menurutinya. Dia berpindah tempat duduk menghampiri saudara saudara Jaka. Berntung, di situ sudah ada Yanti, jadi Melati tidak terlalu canggung.


"Kamu masih ingat nggak? Nama nama mereka? Kemarin malam, kamu sudah kenalan kan?" Tanya Yanti begitu Melati duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Lupa, aku hanya ingat mereka berdua." Jawab Melati sambil menunjuk ke arah Jafan dan Jafin. Tentu saja Melati masih ingat mereka, karena si kembar, Jafan dan Jafin juga ikut serta dalam acara lamaran Jaka.


"Baiklah, aku kenalin lagi yah. Itu Bang Judika dan istrinya. Dan yang itu Julian. sementara yang itu..." Yanti dengan telaten menyebutkan satu persatu nama saudara suaminya. Dan Melati manggut mamggut sambil mengingat ingat nama mereka.


Melati dan saudara saudaranya pun saling melempar tanya jawab dan becengkrama hingga Melati yang awalnya merasa canggung, kini nampak lebih akrab dan hangat.


Hingga beberapa waktu berlalu, Jaka masih saja sibuk menyapa tamu tamu yang hadir sampai dia sejenak mengabaikan istrinya. Saat dia mengedarkan pandangannya, dahinya berkerut. Sang istri tidak terlihat di tempat yang sama. Dia mengitari pandangannya lagi dan tetap istrinya tidak terlihat. Jaka segera beranjak meninggalkan teman temannya menuju ke arah saudaranya karena tadi Jaka melihat istrinya bersama mereka.


"Istriku kemana, Mba? Kok nggak kelihatan?" Tanya Jaka kepada Yanti.


"Kamu ini, Jak, baru aja nikah, istrimu sudah kamu lupain." Tukas Janu.


"Menemani teman yang jangan sampai lupa keberadaan istri dong, Jak." Ucap Yanti.


"Biasa, Yan. Laki laki kalau sudah asyik sama temen ya gitu, nggak ingat istri." Timpal Juwi yang juga menyindir suaminya. Terbukti sang suami langsung memeluk Juwita sambil cengengesan.


"Lagian pergi dari tadi sampai jam segini baru ingat istri." Sungut Yanti.


"Jangan jangan kamu juga nggak tahu Melati belum makan. Dari tadi disuruh makan katanya nungguin kamu." Jaka terperangah mendengar ucapan istrinya Janu.

__ADS_1


"Tadi sih sudah aku ajak makan, Jak. Tapi dia tidak mau. aku udah nyuruh orang manggil kamu malah kamu boro boro mau datang." Tutur Yanti.


"Terus, dimana dia sekarang?" Tanya Jaka dengan rasa bersalah terlihat diwajahnya.


"Naik ke atas, katanya pengin istirahat." Ucap Jati.


"Nah loh! Ngalamat, nggak ada malam pertama tuh?" Tukas Julian.


Jaka segera saja menuju lantai atas. Perasaannya menjadi tidak enak karena memang dia dari tadi ngobrol dengan teman temannya lumayan lama. Apalagi teman temannya terus berdatangan hingga dia larut dalam obrolan karena dia juga sudah lama tidak bertemu mereka.


Begitu sampai kamar, mata Jaka langsung menangkap sosok istrinya yang sudah tenggelam dibalik selimut dengan mata terpejam. Di meja terlihat gelas air putih yang tinggal setengah dan juga sisa roti yang tinggal sedikit. Jaka pun semakin merasa bersalah memandang hal tersebut. Jaka segera saja mendekati istrinya. Dipandangi wajahnya lekat lekat. Dibelainya pipi sang istri kemudian dia mengecup pipi mulus itu dalam dalam. Jaka meraih tangan Melati dan menggengamnya.


"Maaf, sayang." Gumam Jaka sambil sesekali mengecup punggung tangan istrinya.


Mungkin karena rasa lelah yang menyerang tubuhnya, Melati tidak terganggu sama sekali dengan apa yang Jaka lakukan. Dan Jaka akhirnya memutuskan ikut menemani sang istri tidur. Biarlah dia mengabaikan teman temannya. Pasti teman temannya mengerti.


Jaka segera melepas pakaiannya dan berganti celana kolor seperti kebiasaanya ketika menjelang tidur. Dia membaringkan tubuhnya dan melingkarkan satu tangannya dipinggang sang istri. Dia mengecup istrinya berkali kali sambil berkata, "Maaf, yang."


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2