ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Istirahat Dulu..


__ADS_3

Senyum bahagia menyelimuti semua orang yang hadir di pesta sederhana pernikahan Dodit dan Risma. Ucapan selamat dan doa pun mengalir deras dari para tamu dan keluarga untuk pengantin baru yang saat ini sedang bersanding di pelaminan dengan senyum yang tak kalah bahagianya.


Namanya warga kampung, meski acara itu berlangsung sederhana dan tidak menyebar undangan, namun tetap saja banyak yang dengan suka rela datang memberi doa restu untuk pengantin baru. Terutama para tetangga sekitar maupun tetangga keluarga Risma Dan keluarga Dodit.


Setelah acara ramah tamah, saling sungkem kepada kedua orang tua masing masing, serta doa bersama yang di pimpin ustad setempat, kini saatnya para tamu menikmati hidangan yang sudah disediakan. Namun ada juga yang memilih bersalaman dulu dengan mempelai dan berfoto bersama untuk mengabadikan momen bahagia tersebut.


"Ini Risma yang memang kelihatan masih muda? Atau Dodit yang nampak sudah tua sih? Kok serasi gitu?" Ledek Desi saat keluarga Melati berniat berfoto bersama dengan pengantin. Sedangkan yang di ledek hanya senyum senyum malu.


"Apaan sih, Mba." Dengus Dodit dan semuanya terkekeh.


"Selamat ya, bujang. Duh senengnya dapat wanita impian." Wajah Dodit bersemu mendengar ledekan Rani. Bahkan dia melirik sang istri yang nampaknya juga sedang tersenyum manis ke arah keluarganya.


Setelah masing masing memberi selamat dan berjabat tangan, keluarga Melati pun kini terlihat sedang foto bersama beberapa kali. Dari foto yang terdiri Melati dan kedua kakak iparnya, sampai foto bersama seluruh keluarga Melati.


"Dodit! Selamat ya?" Ucap Jaka setelah tadi sempat menunggu keluarga Melati foto bersama sampai selesai.


"Makasih, Bang. Kirain nggak datang?" Ucap Dodit basa basi.


"Ya mana mungkin nggak datang lah, Dit. Gimana rasanya? Udah plong?" Tanya Jaka.


"Udah, Bang. Tinggal Bang Jaka tuh seminggu lagi." Jawab Dodit dan keduanya tergelak.

__ADS_1


"Iya nih, Dit, aku juga grogi." Ucap Jaka.


Setelah bersalaman dengan kedua mempelai kini nampak Melati dan Jaka pun mengambil foto bersama sang pengantin beberapa kali.


Dan tak terasa waktu pun bergulir begitu cepat. Kini hari menjelang sore dan para tamu serta beberapa keluarga sudah kembali ke rumah masing masing.


Dodit yang merasa lelah, mengedarkan matanya ke sekililing ruangan mencari sang keberadaan sang istri.


"Nyari siapa, Dit?" Tanya seorang perempuan yang berada tak jauh dari keberadaan Dit.


"Eh, bu. Nyari Risma." Jawab Dodit sembari menyunggingkan senyum.


"Ah iya, lupa, tadi padahal dia udah pamit.Kalau begitu aku ke kamar dulu, Bu." Ucap Dodit dan sang mertua hanya mengangguk sembari tersenyum.


Tok. Tok. Tok.


"Siapa?" Terdengar suara perempuan dari dalam kamar.


"Aku, Dodit." Sahut si pengetuk pintu.


"Masuk aja, Dit. Ngapain ketok pintu." Balas Risma dan Dodit tersenyum kemudian segera masuk.

__ADS_1


Benar saja Risma nampak sudah berganti pakaian dan kini dia sedang membersihkan make up di depan meja rias. Dodit memilih duduk di tepi ranjang. Matanya memandang sekeliling kamar.


"Kenapa, Dit? Gitu amat lihatin kamarnya?" Tanya Risma yang memandang Dodit dari cermin di hadapannya.


"Nggak nyangka aja, Yang. Mulai hari ini aku akan tinggal dan tidur di sini." Ucap Dodit sembari memandang punggung Risma. Perempuan yang sedang bercermin itu pun nampak mengulas senyum.


"Kamu mau mandi apa istirahat dulu? Baju gantinya tuh di meja sebelah ranjang. Baju baju kamu juga sudah aku masukin ke lemari." Ucap Risma dan benar saja Dodit melihat pakaian yang nampak masih baru tertata rapi berikut dengan celana dan boxernya. Lagi lagi Dodit mengulas senyum. Hatinya riang tak terkira. Kini sekedar ganti baju pun ada yang menyiapkannya. Beda ketika masih hidup sendiri.


"Aku istirahat dulu lah. Capek." Keluh Dodit.


"Ya udah istirahat aja. Aku keluar dulu, yah. Mau ngomong sama ibu dan bapak." Ucap Risma yang terlihat sudah selesai membersihkan make up. Dodit hanya mengangguk.


Setelah Risma keluar kamar, Dodit segera mengganti pakaian yang sudah Risma siapkan. Kemudian dia naik ke ranjang dan berbaring. Dodit berbaring sembari memainkan ponselnya. Terlihat dia serius menatap benda pipih tersebut. Namun rasa kantuk lama lama menghampirinya karena Dodit dari semalam kurang tidur saking gelisahnya menjelang akad. Tak lama kemudian Dodit benar benar terlelap dengan ponsel masih menyala.


Beberapa saat kemudian Risma kembali masuk ke dalam kamar. Senyumnya tersungging melihat suami brondongnya tertidur. Dia pun mendekat duduk di tepi ranjang menatap wajah terpejam sang suami barunya.


"Jika diperhatikan begini, kamu manis banget sih, Dit. Nggak nyangka aku bersuami brondong." Gumam Risma dan dia pun beranjak memutar arah dan naik ke ranjang ikut berbaring. Melihat Dodit tidur sembari memegang ponsel, Risma berinisiatif mengambil ponsel tersebut. Ketika dia hendak menaruh ponsel di atas meja, Hati Risma tergelitik ingin melihat isi ponsel Dodit. Risma pun iseng menyalakannya dan ternyata ponsel Dodit tidak dikunci khusus hanya di geser. Risma menggeser layar utama dan seketika matanya tertegun sejenak kemudian senyumnya tersungging saat dia membaca.


"Tutorial melakukan malam pertama bagi pemula."


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2