
Malam panjang pun kini telah berakhir. Berganti pagi yang begitu cerah. Di sebuah rumah, tepatnya dari arah dapur. Seorang perempuan terlihat sedang mengolah bahan menjadi makanan sembari berdendang mengikuti alunan musik dangdut dari ponsel miliknya. Perempuan berambut basah itu sangat fokus di depan kompor sampai dia tidak sadar ada seseorang yang mendekatnya dan langsung melingkarkan tangan di tubuhnya. Perempuan itu terkejut dan langsung menoleh.
"Dodit!" Pekiknya.
"Asyik bener, Yang! Sampai nggak sadar suami mendekat." Ucap Dodit sembari menaruh dagunya dipundak sang istri.
"Aku kan sedang masak buat sarapan, rencananya kalau sudah selesai baru bangunin kamu, eh malah udah bangun." Jawab Risma yang tangannya sibuk menggoreng tahu.
"Kamu sudah mandi, Yang? Kok nggak ngajak bareng?" Tanya Dodit saat melihat rambut sang istri basah.
"Ya ampun, orang tadi kamu tidurnya nyenyak banget. Mana tega aku bangunin kamu. Ini aja tadi aku kesiangan. Ntar dulu. Kamu nggak pake baju apa?" Ucap Risma saat dia merasakan sesuatu yang tegang menyentuh tubuh belakang dia. Risma yang hanya menggunakan daster tentu saja sangat merasakan benda yang menegang tersebut.
"Iya." Jawab Dodit sambil terkekeh, "Abis, tadi pas bangun nggak ada kamu disisiku. Ya udah aku langsung turun aja mencari pemilik sarang terindah." Cicit Dodit dengan manjanya.
"Ya ampun! Ya seenggaknya pake baju dulu, sayang!" Tukas Risma gemas.
"Ntar lah, abis mandi. Ntar aku mandiin ya, Yang? Aku dari kemarin belum mandi. Masa mandi pagi doang kemarin. Ketiakku jadi bau banget nih." Ucap Dodit sembari mencium ketiaknya sendiri yang berbulu tipis.
"Coba kayak apa baunya?" Tanya Risma sembari menoleh. Dodit pun menyodorkan ketiaknya ke hidung sang istri.
"Segar Dit, enak kok baunya." Ujar Risma dan Dodit tertawa kecil kembali melingkarkan tangannya.
"Tapi gerah, lengket banget ini badan. Ntar mandiin ya, Yang?" Rengek Dodit.
"Mandi sendiri aja lah, aku sudah mandi, ntar pakaianku basah." Tolak Risma.
__ADS_1
"Nggak mau! Aku pengin ngerasaan dimandiin istriku. Kalau kamu nggak mau. Kita main disini sekarang!" Ancam Dodit dan hal itu sukses membuat Risma tergelak.
"Mentang mentang udah pinter main. Pake ngancam ngancam segala." Cibir Risma dan Dodit malah terkekeh.
"Ya abis sarang kamu enak banget sih. Bikin ketagihan. Ntar aku dimandiin ya, Yang?" Ucap Dodit masih dengan rengekannya.
"Iya, iya. Tapi nanti setelah bikin lauk buat sarapan." Dan Dodit mengangguk serta tersenyum lebar.
Risma melanjutkan acara memasaknya. Meski agak terganggu karena sang suami terus menempel, namun Risma tak menolak sedikitpun. Dia malah sangat menikmati diperlakukan Dodit seperti ini. Dia bahagia bisa merasakan kembali melayani seorang laki laki.
Saat pasangan pengantin baru sedang asyik menikmati pagi mereka, Tiba tiba terdengar orang memberi salam sambil berteriak.
"Dit, kayaknya ada tamu deh. Coba kamu lihat." Perintah Risma.
"Ini hampir jam sembilan, sayang. Coba di cek bentar. Tuh! Tutupin tubuhmu pakai handuk." Perintah Risma sembari menunjuk handuk di depan kamar mandi dapur.
Dengan malas Dodit pun menurutinya. Dia mengambil handuk dan melilitkannya dipinggang terus beranjak menuju ruang tamu. Benar saja di depan gerbang ada dua pria nampak berdiri. Dodit segera membuka pintu dan keluar menuju gerbang yang tingganya hanya sebatas leher.
"Permisi, Mas. Kita mau membereskan dekorasi pernikahan. Benar ini rumahnya Mba Risma?" Tanya salah satu tamu tersebut.
"Oh, iya benar. Ntar." Ucap Dodit sembari membuka kunci gerbang.
Begitu gerbang dibuka, kedua orang tersebut nampak terkejut melihat sang tuan rumah. Dodit pun segera mengajak masuk ke dalam rumah. Setelah basa basi sejenak, dua orang itu langsung menunaikan tugasnya dan Dodit pamit sebentar masuk ke dalam menemui istrinya.
"Gila! Kamu tadi lihat leher sampai dada yang punya rumah?" Tanya salah satu dari dua orang itu pelan.
__ADS_1
"Iya. Tubuhnya penuh tanda merah. Ganas banget pasti istrinya tuh semalam." Jawab yang lain dan mereka terkekeh.
"Sebanyak itu, kira kira bermain berapa ronde ya?"
"Nggak pake ronde. Pasti sampai pagi. Kamu lihatkan pria tadi cuma pake handuk dan nampak baru bangun tidur." Tebak salah satunya dan mereka kembali terkekeh.
Saat mereka sedang asyik melaksakan pekerjaan mereka, lagi lagi kedua orang tersebut dikejutkan dengan benda benda berupa pakain wanita dan pria yang tergeletak dimana mana.
"Astaga! Lihat ini?" Tunjuk salah satunya sambil mengangkat segitiga bermuda.
"Nih, aku juga menemukan ini." Ucap yang lain sembari menunjukan boxer Dodit.
"Apa semalam mereka main disini? Edan!" Pekik yang memegang segitiga bermuda.
"Sepertinya. Lihat kursinya. Ditata seperti itu pasti habis digunakan." Dan keduanya sama sama tergelak kembali.
Mereka melanjutkan pekerjaan mereka sembari sesekali terkikik karena menemukan benda lain seperti baju tidur risma, kain penjerat bukit kembar, kaos Dodit dan mereka menumpuknya jadi satu. Saat kursi pengantin di geser. Salah satu dari mereka tercengang melihat sesuatu dari kolong kursi.
"Ini apaan lagi?" Tanya orang itu dan keduanya mendekat memperhatikan benda yang mereka temukan. Setelah diamati baik baik seketika tawa mereka pecah.
"Astaga! Ini bulu dalam kolor! Hahaha ..."
...@@@@@...
Doditnya sampai sini dulu yah. Tunggu keseruan Dodit di lain bab lagi. Karena masih ada dua Janda yang harus aku urus. Enaknya ngurusin janda mana dulu nih? Janda yang lagi dipingit atau janda yang baru netes? Gila! Cerita spesial Dodit sampai 13 Bab euy. Tetap beri dukungan dong. Komen, like, bintang lima, Fote, gift. Biar othornya semangat menambah keseruan. Kalau othor semangat kan yang seneng pembaca juga. hihihii. dan makasih yang sudah mendukung sampai bab ini. Jangan lelah ya? Semangat.!!!
__ADS_1