ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Berangkat Piknik..


__ADS_3

Waktu pun kembali bergulir dan kini hari telah berganti pagi. Terlihat seorang pemuda duduk santai di atas motor di depan gerbang tempat tinggalnya dengan pakaian santai namun terlihat rapi dan tetap keren.


"Sayang! Udah belum?" Teriaknya memanggil sang istri yang tak kunjung datang.


"Iya!" Sahut sang istri dari dalam rumah. Dan tak lama kemudian dia pun terlihat keluar rumah dan mengunci pintu terus melangkah ke dapan gerbang.


"Ngapain aja sih, Yang?" Tanya sang suami begitu istrinya mendekat.


"Cek kompor dan sebagainya, Mas. Takut ada apa apa." Jawab sang istri dan sang suami manggut manggut.


"Eh pengantin baru? Mau kemana? Rapi bener?" Tiba tiba ada tetangga dan bertanya.


"Mau pergi sebentar, Bu, Wid. ada perlu. Titip rumah yah, Bu?" Jawab Risma yang memang mengenal tetangga tersebut.


"Beres. Mau kencan yah? Duh senengnya, pacaran setelah halal. Bagus lah." Balas tetangga yang dipanggil Bu Wid itu. Risma dan sang suami melempar senyum.


"Ya udah, Bu. Saya berangkat dulu." Pamit Risma dan Bu Wid pun menyilahkan. Sang suami juga ikut berpamitan dan tak lama kemudian motor pun melaju meninggalkan tempat tinggal.


"Semoga pernikahan kamu kali ini bisa langgeng dan suamimu menjadi suami yang bertanggung jawab, Ris." Gumam Bu Wid menatap kepergian tetangganya kemudian dia melangkah menuju rumahnya.


Di saat yang sama di rumah yang berbeda, suasana ribut juga sedang terjadi pada keluarga Jaka. Mereka sibuk masing masing menyiapkan apa yang perlu mereka bawa.

__ADS_1


Hari ini keluarga besar Jaka juga akan pergi bersama atas tawaran anak sultan bernama Kabir namun akrab di panggil Onta.


Selain hotel dan lainnya, Kabir juga menyewakan bis pariwisata kelas eklusif buat mereka. Kabir sengaja menyewa bis agar tak ada yang capek dalam perjalanan karena menyetir. Bagi kabir yang terbiasa pergi ke berbagai wisata di dunia, tempat pariwisata di negara ini termasuk wisata yang murah. Bukan hanya pariwisatanya, namun juga hal lainnya seperti harga makanan, transportasi dan yang lainnya. Makanya, dia tidak masalah ketika mengeluarkan sejumlah uang untuk mengajak seluruh keluarga Jaka.


"Kamu serius, nggak ikut, Jak?" Tanya Emak.


"Iya, kasian Melati loh." Sambung Bapak.


Jaka menoleh ke istrinya dan menatap sendu. Sedangkan Melati hanya mengulas senyum.


"Mau ikut?" Tanya Jaka.


"Nggak apa apa, kita dirumah aja, Mas." Jawab Melati tanpa mengurangi senyumnya.


Dalam hati, Jaka membenarkan ucapan kakak iparnya. Keluarga besarnya jarang banget mengadakan acara seperti ini. Selain karena mereka tinggal terpisah, kesibukan juga menjadi penghalang. Cuma dalam acara tertentu saja mereka berkumpul dan itu juga belum tentu bisa piknik bersama.


"Beneran, Mba. Lagian aku masih agak capek." Jawab Melati berasalan agar tidak menyinggung suaminya. Padahal dalam hatinya tidak dipungkiri, Melati juga ingin ikut. Namun dia tidak mungkin menghancurkan keinginan sang suami yang ingin menghabiskan waktu berdua tanpa gangguan siapapun.


"Beneran nggak ingin ikut?" Tanya Jaka memastikan dan Melati mengangguk sembari tersenyum, "Baiklah."


Tak butuh waktu lama, mereka pun telah bersiap pergi. Satu persatu mereka menaiki bis yang sudah terparkir di depan rumah.

__ADS_1


"Jaga rumah baik baik, Jak. Kalau mau pergi, periksa dulu, kompor listrik dan yang lain." Oceh emak sebelum naik bis.


"Baik, Mak." Jawab Jaka yang berdiri tak jauh dari pintu bis.


"Bilang aja, mau puas puasin main ranjang mumpung sepi. Huu." Cibir Julian dan Jaka hanya cengengesan. Sedangkan Melati yang berdiri di sebelah Jaka, pura pura tak mendengar.


Julian pemuda tengil yang pikirannya selalu mesum, sebenarnya pemuda yang sama sekali belum pernah melakukan adegan ranjang dengan cewek mana pun. Meski isi kolornya pernah masuk ke dalam mulut beberapa wanita yang berstatus pacar, namun dia belum berani bermain lebih dari permainan mulut.


"Sayang banget, Jak. Nggak bisa ikut. Padahal mumpung lagi kumpul." Keluh Bang Onta yang berdiri di samping Jaka menunggu giliran naik.


Jaka pun merasa tak enak, tapi mau bagaimana lagi. Dia benar benar ingin berduan sama istrinya jadi dia ingin untuk kali ini saja dia bersikap egois. Apalagi keluarga pergi selama dua malam dan tiga hari.


"Maaf, Bang. Semoga lain waktu ada acara dadakan kayak gini lagi, pasti aku ikut." Ujar Jaka.


Tak butuh waktu lama, semuanya sudah berada di dalam bis. Dan bis pun mulai menyalakan mesinnya sebentar kemudian bis melaju meninggalkan rumah beserta Jaka dan Melati.


Begitu bis menghilang dari pandangan, Melati segera beranjak duluan masuk ke dalam rumah. Namun ketika akan melangkah, Jaka menghentikan gerakan Istrinya terus dia membungkuk disampiang melati, kedua tangannya menengadah dan langsung mengangkat tubuh sang istri ala ala pria romantis dalam film dan novel.


"Mas, apa apaan sih? Turunin, malu, banyak yang lihat." Pekik Melati namun Jaka tidak peduli. Dia tetap Melangkah dengan tersenyum nakal menatap sang istri.


"Waktunya kamu tidak memakai apa apa, Sayang?"

__ADS_1


@@@@@


__ADS_2