
Beberapa jam setelah kelahiran Arkan dan Arfan, di rumah sakit yang sama. Terlihat brangkar yang berisi seorang ibu hamil sedang di dorong oleh dua perawat perempuan menuju ruang bersalin di susul sang suami dan keluarganya tak jauh dari mereka.
Yanti dan Jati yang kebetulan baru dari kantin nampak terkejut begitu melihat saudaranya ada di sana dalam keadan panik.
"Loh! Bukankah itu Juna?" Tunjuk Yanti.
"Ah iya, ngapain dia disini? Bukankah itu ruang bersalin?" Ucap Jati.
"Jangan jangan, Wulan hari ini juga lahiran, Mas," tutur Yanti.
"Bisa jadi, ayo kita kesana," ajak Jati dan mereka berdua pun bergegas menghampiri Juna.
"Jun?" Panggil Jati.
"Eh, Jat, kalian kok tahu aku disini?" Tanya Juna begitu dia melihat siapa yang memanggilnya.
"Kita memang lagi disini, Jun. Melati kan tadi pagi baru saja lahiran, dia di lantai atas sekarang," terang Yanti dan Juna nampak terkejut.
"Oh yah? Wah! Kok jadi barengan gini? Gimana bayinya? Sehat?" Tanya Juna.
"Alhamdulillah, sehat keduanya," jawab Yanti.
Di saat bersamaan, ibu mertua Juna nampak keluar.
"Jun, mending kamu yang masuk, temenin Wulan, dia butuh kamu," ucap sang ibu mertua.
"Baik, Bu. Jat, Yan, aku masuk dulu, yah?"
__ADS_1
"Iya, Jun, masuk aja. Wulan pasti butuh kamu saat ini," balas Yanti dan Juna bergegas masuk.
"Bukankah kalian suadaranya Juna yah?" Tanya ibu mertua juna begitu Juna sudah masuk ruang bersalin.
"Iya, bu, kebetulan, istrinya adik saya, juga baru melahirkan tadi pagi, Bu," jawab Jati.
"Wah, benarkah? ibu dan anaknya sehat semua, kan?" Tanya sang ibu.
"Alhamdulillah, sehat semua, ini ibu cuma sendirian?" Balas Yanti.
"Enggak, Bapak dan adiknya Wulan lagi keluar nyari makan," Terang Ibu.
"Oh, ya udah, Bu. Kami ke atas dulu, mau ngasih tahu emak sama bapak tentang Juna," Pamit Yanti.
"Oh iya silahkan, nanti aku juga kesana kalau Wulan sudah melahirkan," Ujar ibunya Wulan.
Dan setelah pamit dan dipersilahkan, Yanti dan Jati segera naik ke lantai atas untuk memberi tahu tentang Juna.
Sedangkan dokter juga setia memberi arahan kepada Wulan, begitu juga perawat perawat yang lain. Dan Wulan meski terlihat lucat, namun nampak sekali dia mencoba kuat.
"Terus bu, Terus! Ya sedikit lagi terus!" Interupsi sang dokter terdengar sangat nyaring memberi dorongan pada Wulan hingga pada akhirnya.
"Owek! Owek!"
Bayi perempuan berhasil lahir dengan selamat. Perjuangan Wulan belum selesai. Masih ada satu lagi bayi perempuan yang harus dilahirkan. Berdasarkan hasil USG, Wulan memang mengandung dua bayi perempuan dan sekarang Wulan kembali mengikuti arahan sang dokter dan Juna masih setia memberi semangat untuk sang istri.
"Owek! Owek!"
__ADS_1
Dan bayi kedua pun terlahir dengan selamat beberapa saat kemudian. Tangis Juna langsung pecah begitu juga dengan tangis Wulan. Juna benar benar bersyukur istri dan kedua anaknya di beri kesehatan dan keselamatan.
Setelah kedua bayi perempuan dibersihkan, kini mereka diserahkan kepada sang ayah untuk segera dikumandangi adzan. Dengan bibir bergetar dan deraian airmata, Juna mengumandangkan adzan dan iqomah kepada dua putrinya yang cantiknya luar biasa.
Dan setelah semua proses berjalan lancar, kini Wulan di pindahkan keruangan rawat inap satu lantai dengan keberadaan Melati namun beda kamar.
Kini keluarga Jaka pun menyempatkan diri mengunjungi Wulan dan Juna. Sedangkan orang tua Juna baru bisa kesini esok hari.
"Wah, keponakan ku, cantik cantik benar," Puji Egi.
Bukan hanya Egi yang takjub, kedua kakak ipar Wulan juga merasa terkejut dengan kecantikan yang perpancar dari bayi bayi Wulan.
"Ya ampun, Wulan! Masih bayi aja cantiknya kebangeten nih anakmu, bagaimana kalau udah gede nanti?" Ucap kakak ipar pertama.
Wulan dan Juna hanya bisa mengulas senyum. Wulan sendiri juga merasa takjub pada awalnya, namun dia menyadari kalau keluarga Juna memang pesonanya luar biasa dan Wulan sangat bersyukur, hal itu menurun pada dua bidadari kecilnya.
"Iya, mana kayak nggak ada bedanya lagi," Ucap kakak ipar kedua. "Aku ikut pilih nama ya, Lan?"
"Jangan, Mas Juna sudah mempersiapkan nama buat mereka," Ucap Wulan.
"Yah, kirain boleh, Emang siapa namanya, Jun."
Juna mendekat ke arah box kaca dimana dua putrinya terbaring dengan nyaman. Dua bayi mungil berbalut kain biru dan merah jambu terlihat bagitu damai, Senyum Juna terkembang.
"Yang ini, Aluna putri Arjuna dan yang Ini Alina putri Arjuna."
...@@@@@...
__ADS_1
Insya Allah, othor akan meluncurkan karya baru ni gens, di tunggu ya, bulan depan