
"Kamu? Ngapai ke sini lagi? Mau maksa maksa lagi?" Ucap Jaka emosi setelah mengetahui siapa yang datang dan tidak mengenal waktu.
Dialah Tejo. Seketika wajahnya langsung panik melihat wajah kurang menyenangkan dari sang tuan rumah. Namun dia memaksakan diri mencoba bersikap tenang.
"Maaf, Jak. Ganggu yah?" Tanya Tejo basa basi.
"Sangat, sangat mengganggu sekali. Apalagi kalau kesini ngomongin sesuatu yang nggak penting." Jawaban Jaka benar benar menohok ulu hati sang tamu. Namun sang tamu yang sudah melepaskan urat malunya memasang senyum seindah mungkin.
"Aku kesini cuma mau minta tolong kok, Jak. Sekali ini saja. Setelah itu aku janji deh nggak akan ganggu hidup kamu lagi." Pinta Tejo.
"Apa? Ketemu Ayu?" Tanya Jaka berang.
"Iya itu, Jak. Tolonglah sekali saja kamu temui dia. Setelah itu aku janji nggak akan ngganggu hidupmu lagi."
"Bener bener menyebalkan kamu, Jo. Baiklah, nanti aku temui Ayu." Ucap Jaka akhirnya mau tidak mau menuruti keinginan tersebut.
"Beneran? Kapan, Jak?" Tanya Tejo sumringah karena rencananya berhasil.
__ADS_1
"Nanti malam aku datang ke salonnya." Jawab Jaka .
"Oke, oke, oke! Sip! Nanti aku bilang sama Ayu, suruh siap siap, makasih ya, Jak. Tenang saja setelah ini, aku pasti tidak akan gangguin kamu lagi."
Jaka hanya diam, kemudian dia segera beranjak masuk ke dalam meninggalkan Tejo. Dan Tejo pun tidak mempermasalahkannya. Bagi Tejo, Jaka mau menemui Ayu saja sudah cukup membuat rencananya lancar. Dia segera beranjak juga meninggalkan rumah Jaka dengan hati riang.
Tak lama setelah Tejo pergi, Jaka juga terlihat bersiap mau pergi tanpa mandi. Pikirannya lagi terganggu karena dari pagi Melati tidak ada kabar sama sekali.
"Mau kemana, Jak?" Tanya emak heran melihat anaknya seperti sedang terburu buru.
"Mau pesen banner, Mak." Jawab Jaka sembari mengunci pintu kamar.
"Sudah, Mak. Jaka pergi dulu, Mak. Assalamu' alaikum." Pamit Jaka.
"Wa'alaikum salam." Balas Emak.
Jaka segera menyalakan kuda besinya dan tak lama kemudian kuda besi itu melaju meninggalkan kediamannya.
__ADS_1
Rencana pergi ke tempat pembuatan banner, namun Jaka malah melajukan motornya terlebih dahulu ke arah pasar. Dia khawatir karena dari pagi Melati sama sekali tidak ada kabar. Dia ingin menemuinya agar lebih yakin kalau sang kekasih dalam keadaan baik baik saja.
Sepanjang perjalanan hanya Melati yang Jaka pikirkan. Dari semalam perasaannya tidak enak karena semalam Melati merajuk. Di tambah lagi sampai saat ini, Melati tidak ada kabar.
Tak butuh berapa lama, sampai lah motor Jaka di tepi kios Melati. Dia segera turun dan menghampiri kios sang ke kasih.
Jaka tertegun, Melati tidak terlihat di kios. Matanya mengedar kesetiap sudut, namun kekasih yang dia cari tidak ada di sudut manapun.
"Apa Melati ada di atas?" Gumam Jaka.
Akhirnya sejenak dia menunggu. Mau bertanya ke Dodit tapi pemuda itu terlihat sedang sibuk melayani pembeli. Jaka menunggu Dodit sembari mencoba kembali melakukan panggilan ke nomer Melati.
"Dit, Melati mana? Kok nggak kelihatan?" Tanya Jaka akhirnya setelah beberapa saat menunggu Dodit selesai.
"Mba Mel lagi di rumah baru, Bang. Lagi beres beres."
"Apa!"
__ADS_1
...@@@@@...