ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Ketika Membeli Cendol..


__ADS_3

Tak butuh waktu lama, kini Juna dan Wulan sudah berada di sebuah Mall yang ada di kota ini. Salah satu supermall yang belum lama berdiri itu nampak ramai di padati pengunjung.


Selain barang kebutuhan pokok, di supermall ini juga banyak sekali store store yang manawarkan beragam jenis keperluan. Pakaian, Make up, kuniler, cafe, arena permainan, bahkan bioskop tersedia di gedung berlantai dua puluh ini.


Terlihat di salah satu store pakaian, Juna nampak bingung memilih tiga kemeja yang sedang dia pegang. Sementara tak jauh dari sana, Wulan hanya senyum senyum memandang wajah bingung pria yang berdiri tak jauh darinya.


"Pilihin mana yang cocok dong, Lan? Masa cuma dilihatin doang sih?" Gerutu Juna dengan wajah di tekuk. Sedangkan Wulan yang yang mendengar gerutunya Juna malah tergelak dan dia berdiri menghampiri Juna serta ikut memilih kemeja yang berderet di depannya.


"Coba yang ini?" Tunjuk Wulan sembari menyerahkan kemeja lengan panjang berwarna biru cyan. Juna menerimanya kemudian dia melangkah menuju ruang yang digunakan untuk mencoba pakaian.


"Gimana?" Tanya Juna begitu keluar dari ruang pas dan menunjukkannya pada Wulan. Mata perempuan itu seketika terpaku hampir tak berkedip menatap Juna.


Juna yang menunggu pendapat Wulan seketika mengernyitkan dahinya. Dia bergerak dan tangannya memukul pelan jidat Wulan.


Pluk!


"Malah bengong." Ucap Juna. Wulan secara spontan menjadi tergagap.


"Eh sorry, Jun. Tapi itu bagus kok." Balas Wulan sembari senyum senyum salah tingkah.


"Beneran ini bagus?" Tanya Juna memastikan dan Wulan langsung menagngguk saja.

__ADS_1


"Baiklah, aku ambil yang ini." Ucap Juna kembali melangkah ke ruang pas.


"Sial! Kenapa aku malah bengong menatap Juna?" Gumam Wulan sembari menjitak kepalanya sendiri.


Dan beberapa saat kemudian, Juna sudah kembali mengahmpiri Wulan yang sedang melihat lihat koleksi store tersebut.


"Sudah?" Tanya Wulan begitu Juna sudah ada di dekatnya.


"Sudah, nih." Jawab Juna sembari menunjukkan barang belanjaannya.


"Hampir satu jam disini cuma ambil barang satu doang?" Tanya Wulan dan Juna hanya mengulas senyum.


"Gampang, ntar lagi kalau ada yang cocok." Balas Juna enteng sedangkan Wulan hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Gratis apa?" Tanya Wulan sembari mengulas senyum.


"Hahhah ... Masa iya, aku ngajak cewek makan, terus suruh bayar sendiri. Mau ditaruh dimana muka aku sebagai laki laki." Jawab Juna. Dan keduanya tergelak bersamaan.


Kini mereka menuju salah satu store kuliner yang ada di tempat tersebut.


Di saat Juna sedang menuju ke store makanan, disaat yang sama namun di tempat berbeda, Nampak Dodit sedang duduk di tamana dekat gerobak es cendol bersama calon istrinya setelah menyampaikan berkas ke KUA.

__ADS_1


Nampak wajah Dodit berseri seri sepanjang hari itu membuat perempuan yang duduk di sebelahnya juga ikut tersenyum melihat tingkah bocah yang akan jadi suaminya.


"Dit, berarti toko Melati tutupnya kali ini lumayan lama yah?" Tanya Risma setelah menyendok cendol ke dalam mulutnya.


"Iya, Yang. Mungkin ada satu bulan libur." Mengucap kata Yang. Dodit malah tergelak.


"Lah? Kenapa malah ketawa?" Tanya Risma heran.


"Manggil Mba Risma dengan kata sayang, membuat hatiku berdetak tak karuan." Jawab Dodit sembari menutup wajahnya yang memerah karena malu.


"Emang kamu nggak pernah manggil cewek dengan sebutan sayang gitu?" Tanya Risma. Dia juga merasa gemas dengan brondong disebelahnya.


"Ya pernah sih, cuma kan kali ini manggil sayangnya sama cewek yang beberapa hari akan menjadi istriku. Sensasinya beda aja gitu." Jawab Dodit lugu.


"Sensasinya beda? Gimana bisa?" Tanya Risma.


"Ya bisa lah. Aku manggil sayang sama perempuan yang sebentar lagi jadi istriku. Dengan kata lain aku naik pangkat menjadi seorang suami. Terus aku akan dipanggil Mas. Tak lama kemudian aku juga akan menjadi Bapak." Jawab Dodit lancar jaya.


"Jadi bapak?" Tanya Risma dengan dahi berkerut.


"Iya jadi bapak. Dalam rumah tanggga kan pasti ada malam membuat anak, iya kan? Ntar aku di ajarin ya, Yang. Cara membuat anak yang baik dan benar?"

__ADS_1


"Astaga!"


...@@@@@...


__ADS_2