ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Hajatan..


__ADS_3

Setelah Juna membicarakan niatnya dengan orang tua serta yang lain, akhirnya mereka akan memutuskan menyetujui permintaan Juna yang terlihat sangat bersemangat ingin menyusul Jaka. Tentu saja, keluarga Juna juga mengambil keputusan dengan banyak pertimbangan. Apalagi Juna mengaku baru mengenal Wulan dalam waktu dekat. Tapi Alasan Juna yang begitu masuk akal membuat mereka menyetujui permintaannya.


Orang tua Juna sebenarnya juga menginginkan putra keduanya segera menikah, namun mereka tidak menyangka, Juna menginginkan pernikahan secepatnya. Pria itu bahkan sampai mewanti wanti orangtuanya begitu masa idah Wulan habis, Keluarganya harus segera melamar Wulan.


Karena Wulan yang menggugat cerai makanya, Wulan punya masa idah satu bulan dan waktu yang tersisa tinggal dua minggu. Kejadian ini membuat keluarga Juna harus bolak balik dari Bandung nantinya.


Orang tua Juna kenal betul bagaimana sifat putra keduanya. Meski banyak wanita yang mengincar Juna, Namun mereka tahu, Juna bukan laki laki yang mengumbar kata cinta meski gombalannya sering membuat wanita hanyut dalam pesonanya. Juna juga orang yang selalu memegang teguh dan komitmen, maka itu begitu Juna mengambil keputusan untuk menikah, mereka percaya Juna tidak akan mempermainkan apa yang sudah menjadi keputusannya.


###


Hari pernikahan Jaka pun semakin dekat. Terlihat di rumah Jaka yang sudah terpasang tenda pernikahan, puluhan tamu undangan hilir mudik datang guna memberi doa restu.


"Acara akadnya kapan, Pak Rahmat?" Tanya salah satu tamu undangan dan juga teman orangtua Jaka berjualan di pasar.


"Lusa, Pak Jono. Pagi jam sembilan." Balas pak Rahmat.


"Nggak nyangka ya, Pak. Jodoh Jaka malah pemilik kios yang di pertigaan pintu masuk pasar." Ucap tamu yang lain.


"Aku juga nggak nyangka, Pak. Padahal tiap ke pasar lewat jalan itu." Balas Bapak Jaka lagi.


Di lain sisi, di tempat yang sama, Jaka juga sedang menyapa tamu tamunya. Semua tamu yang berjenis perempuan terpana melihat penampilan Jaka yang sangat tampan dengan kemeja batik lengan panjang yang sangat pas di badannya. Bahkan dadanya nampak begitu menonjol dan juga lengan kekarnya sangat jelas terbentuk sempurna.


"Gila, Jaka. Ketampanannya nggak ada matinya." Pekik Salah seorang tamu perempuan. Terlihat Jaka sedang menyapa tamu yang lain.

__ADS_1


"Gila! Dari tadi aku memperhatikan senyum Jaka, sampai aku basah woi." Bisik rekannya.


"Apanya yang basah?" Tanya wanita itu sembari menoleh.


"Ini." Jawab rekannya sembari menunjuk arah bawah.


"Gila kamu!" Dan mereka pun terbahak bersama.


Sementara Jaka kini sedang merasa canggung dan tidak enak hati. Bagaimana tidak canggung. Saat ini Jaka sedang menghadapi sekumpulan wanita yang Jaka sangat tahu sekali kalau wanita wanita itu adalah barisan para mantan pacar Jaka. Mereka ada yang menikah dan punya anak. Namun ada yang masih sendirian juga.


"Nggak nyangka ya, Jak, kita akan datang bareng begini?" Tanya salah satu mantan dan Jaka hanya menyunggingkan senyuman.


"Kita sengaja, Jak. Nih kamu lihat, mantan mantan kamu sangat terlihat akur kan?" Tunjuk mantan yang lain dan lagi lagi Jaka hanya menyunggingkan senyumnya.


###


Di rumah Melati, keramaian juga nampak terlihat disana. Meski Melati dan orang tuanya tidak mengundang siapapun karena ini adalah pernikahan kedua, namun tetap saja ada banyak tamu yang datang dengan suka rela.


"Gila kamu, Mel! Kamu bisa menaklukan pria tertampan dikota ini. Pakai jurus apa sih?" Tanya salah satu tamu yang merupakan teman Melati.


"Iya, Mel. Kamu pakai pelet yah?" Tuduh teman yang lain.


"Apaan sih, nggak lah." Jawab Melati sembari tergelak.

__ADS_1


"Pasti kamu pakai ajian ya, Mel? Jaka kan terkenal pria yang sangat sulit ditaklukan hatinya." Ucap teman Melati lagi.


"Jangan jangan, Jaka tunduk sama Melati karena.." Ucap temannya sengaja menggantung ucapannya.


"Jangan nuduh yang enggak enggak." Tukas Melati.


"Lah, nuduh apa? Emangnya aku mau ngomong apa? Nah ketahuan. Pasti kamu dan Jaka sudah..." Ucap perempuan itu sambil menunjukkan kode dengan jempol yang di apit dua jari dan di tekuk. Lagi lagi semuanya terbahak melihat kode tangan itu.


"Kalian ini yah, mentang mentang sudah menikah. Malah makin parah mesumnya." Cibir Melati dan dia seketika mendengus sebal namun kemudian ikut tertawa.


Sementara itu di tempat yang sama, terlihat seorang laki laki sedang berbisik pada perempuan.


"Yang, pulang yuk?" Pinta pria bernama Dodit itu kepada istrinya.


"Ya ampun, Mas! Orang lagi rame gini, banyak tamu kok malah ngajak pulang. Lihat tuh! Saudara saudara kamu juga sedang kumpul." Balas istri yang merasa sedikit kesal karena suami brondongnya dari tadi merengek minta pulang seperti anak kecil yang tidak betah.


"ayolah, Yang, pulang? Kan besok kita bisa kesini lagi?" Rengek Dodit.


"Nggak enak lah, Mas. Lagian mau ngapain sih? Buru buru minta pulang?" Sungut sang istri.


"Bikin anak."


"Astaga!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2