ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Di tengah Panasnya Matahari..


__ADS_3

Di luar, matahari begitu sangat terik. Namun di dalam sebuah kamar justru panasnya matahari tak menyurutkan hawa panas yang melanda pasangan yang sedang dalam pengaruh hasrat yang membumbung tinggi.


Sang perempuan yang dalam keadaan tanpa benang sehelaipun, duduk santai di atas perut dengan kepala condong menatap sang kekasih yang selalu terlihat tampan dalam keadaan apapun.


Berkali kali bibir perempuan itu melayang dan mendarat di bibir merah kehitaman milik sang kekasih. Bukan hanya bibir, hampir semua bagian wajah juga terkena kecupan dari bibir manis sang janda.


Jaka melipat tangannya dan menaruhnya di belakang kepala hingga terpampanglah bulu ketiak yang membuat Melati kesusahan menelan salivanya.


Dengan semangat membara, Melati mengarahkan lubang hidungnya ke arah bulu hulu lembut yang membuat Jaka semakin terlihat tampan.


"Asem banget, Yang? Belum mandi apa kamu?" Tanya Melati dan Jaka hanya mengangguk sembari cengengesan.


Melati bukannya jijik, namun dia malah semakin bersemangat mengendus dua sisi ketiak yang bau asemnya bisa membuat hasratnya makin melambung.

__ADS_1


"Geli, Sayang! Ih, pelan pelan!" Pekik Jaka namun Melati tak peduli. Dia terus memberi serangan lembut dengan hidungnya melahap habis aroma ketiak tanpa sisa hingga beberapa saat lamanya.


Setelah puas bermain ketiak, kini bibir Melati menelusuri bagian tubuh Jaka yang lain dari dada hingga sampai perbatasan perut dan celana.


Pelan tapi pasti, Melati membuka sabuk yang melilit celana Jaka. Setelah sabuk terbuka kini bagian resleting yang menjadi tujuan tangan Melati.


Merasa kesulitan saat hendak menurunkan celana, Jaka berinisiatif bangkit. Dan dengan kedua tangannya, akhirnya kedua celana yang menutupi anconda pun telah terlepas dan terbuang kesembarang arah.


"Jangan dimakan loh, Yang! Kotor itu!" Pinta Jaka tapi Melati malah tersenyum.


"Gemes tahu, Yang. Bau asemnya bikin semangat." Balas Melati dan Jaka hanya menggelengkan kepalanya antara heran dan senang dengan perlakuan sang kekasih.


Terlihat disana, bibir Melati mulai mengecup kepala anaconda dan perlahan kecupan itu menjalar hingga kebadan serta ke dasar dan juga dua telur yang terbungkus kulit.

__ADS_1


Kini giliran Jaka yang merasa dirinya melambung tinggi hingga ke langit ke tujuh atas perlakuan yang Melati lakukan pada bagian tubuhnya. Apalagi saat lidah Melati mulai bermain main disana, Jaka benar benar di buat melayang. Erangan dan rintihan nikmat benar benar terus keluar dari mulut Jaka.


Setelah merasa puas bermain Anaconda kini Melati kembali merangkak di atas tubuh Jaka dan untuk kesekian kalinya bibir mereka kembali beradu hingga posisi tubuh mereka bertukar.


Sejenak bibit itu terlepas. Jaka berlutut di antara dua kaki Melati yang sudah telentang dengan pemandangan si tembem yang sudah siap di nikmati. Jaka tersenyum manis membelai belahan si tembem yang sudah sangat basah.


Jaka mulai memegang anacondanya. Perlahan dia memegang anaconda dan mengarahkan kepalanya ke bagian terbelah si tembem. Sebelum masuk kepala anaconda di usapkan naik turun beberapa saat.


Dan merasa cukup melakukan pemanasan, kini saatnya Jaka menenggelamkan tubuh anaconda. Perlahan kepalanya dia masukkan, pelan pelan namun pasti kepala dan badan anaconda sudah terbenam keseluruhannya di dalam belahan si tembem.


Jaka mencondongkan tubuhnya di atas tubuh Melati. Tangan Melati melingkar di kepala Jaka. Mata mereka terus beradu. Senyum puj terus terkembang. Kini Jaka sudah menggerakkan pinggangnya maju mundur menyalurkan rasa nikmat tiada tara bagi kedua insan yang sedang terbakar hasrat di tengah tengah teriknya matahari.


@@@@@

__ADS_1


__ADS_2