ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA
Tak Berkutik..


__ADS_3

"Tejo!" Sapa Jaka pura pura terkejut melihat Tejo berdiri di depan pintu masuk salon.


"Eh, Iya, Jak." Jawab Tejo gugup sembari melirik perempuan yang sedang memandang ke arahnya dengan wajah yang sangat susah di artikan.


"Denger denger di sini ada salon yang bagus? Kamu kenal Jo?" Tanya Jaka masih dengan sikap pura pura tidak tahu. Sedangkan Melati hanya menatap kekasihnya dengan tatapan heran.


"Ah, iya, ini pemiliknya." Jawab Tejo masih dengan perasaan was was menunjuk perempuan yang berdiri di sebelahnya.


"Bisa layani calon istriku nggak, Mba?" Tanya Jaka menatap si pemilik salon.


"Apa! Calon istri?" Tanya Ayu antara percaya dan tidak percaya.


"Iya, ini. Orang mau di lamar besok, disuruh ke salon, susahnya." Jawab Jaka enteng.


Mendengar apa yang di katakan Jaka, telinga Ayu bagai di sambar petir. Matanya langsung menatap tajam ke arah pria di sebelahnya yang sedang dalam rasa ketakutan.


"Apaan sih, Yang. Orang rambutku juga masih rapi." Jawab Melati yang tak tahu kalau pacarnya lagi bersandiwara.


"Ya kan bisa di rapiin dikit lagi, Yang. keramas dan sebagainya. Masa mau tunangan nggak ingin terlihat lebih cantik sih." Protes Jaka.


"Silahkan masuk, Mba, Mas." Ucap Ayu agak terbata dengan senyum yang di paksakan.

__ADS_1


"Mau masuk enggak? Udah nyampai sini loh." Tawar Jaka menatap Melati.


"Baiklah." Jawab Melati sembari cemberut.


Akhirnya mereka semua masuk ke dalam salon. Melati langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan. Sedangkan Jaka duduk dikursi tunggu bersebelahan dengan Tejo.


Mata Jaka terus memandang Melati yang rambutnya sudah mulai di lakukan perawatan. Sedangkan Tejo terdiam bingung tak bisa berkata kata. Rencananya benar benar hancur berantakan.


"Kamy kenapa, Jo? Diam mulu dari tadi?" Tanya Jaka pura pura tak tahu.


"Eh, nggak apa apa, Jak. Lagi nggak enak badan aja." Jawab Tejo asal.


"Oh, Calon istriku cantik ya, Jo." Ucap Jaka tiba tiba sembari terus menatap ke arah Melati.


"Sengaja aku bawa dia, biar nggak ada yang ngaku ngaku, aku ketemuan sama cewek lain." Ucapan Jaka yang lumayan keras terdengar menohok di hati Tejo dan Ayu.


Tejo tertawa hambar sedangkan Ayu diam seribu bahasa. Dia hanya mengeluarkan suara di saat Melati bertanya atau menunjukkan sesuatu.


"Pacarmu mana, Jo? Katanya kamu mau ngenalin pacarmu ke aku tadi pagi?" Lagi lagi pertanyaan Jaka terdengar menohok hati Tejo. Bukan keadaan seperti ini yang Tejo harapkan.


"Pacar yang mana?" Jawab Tejo gelagapan.

__ADS_1


"Lah, tadi pagi pas kamu datang ke rumahku, kan kamu yang bilang akan ngenalin cewek. Bukankah itu pacar kamu?" Cerca Jaka.


"Oh, itu, anu." Jawab Tejo benar benar di buat mati kutu oleh Jaka. Ayu yang mendengar obrolan Tejo dan Jaka juga di buat semakin geram. Dia benar benar tak bersuara sepatah katapun.


"Apa udah selesai, Mba?" Tanya Melati merasa tak enak hati karena pelayanan yang Ayu berikan tidak ada kehangatan sama sekali antara konsumen dan pelayan jasa.


"Eh, iya bentar lagi, Mba." Jawab Ayu gugup dengan senyum yang di paksakan.


Beberapa saat kemudian pelayanan yang di lakukan Ayu pun selesai. Jaka segera melakukan pembayaran. Setelah itu tanpa pakai basa basi, Jaka dan Melati langsung pamit dan segera beranjak meninggalkan salon.


Sepeninggal Jaka pergi, Ayu langsung menajamkan tatapannya pada Tejo yang cengengesan tak jelas.


"Jadi selama ini, aku cuma di manfaatin kamu aja, Bang?" Tanya Ayu langsung ke intinya.


"Bukan begitu, Ay. Ini hanya.."


"Hanya apa! Buktinya sudah jelas ada. Jaka boro boro mau melirikku. Dan dengan entengnya dia justru nyindir nyindir aku." Ucap Ayu geram.


"Ternyata selama ini aku cuma di bodohi oleh kamu ya, Bang? Tega kamu, Bang. Kurang baik apa kamu sama kamu! Ternyata aku cuma kamu manfaatin sebagai pelampiasanmu! Keterlaluan kamu, Bang! Mulai malam ini, jangan harap ada lagi jatah jatah menjijikkan yang selalu kamu tuntut dengan mengatasnamakan Jaka!" Ancam Ayu dan tentu saja membuat Tejo terkesiap. Wajahnya seketika pucat. Ayu segera masuk ke dalam dan mengunci salonnya membiarkan Tejo yang mematung tak bisa berkata kata.


"Aarrrggghhh! Sial!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2