Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Karena Aku Papamu


__ADS_3

Merekapun mulai mengatur stategi untuk mengelabui anjing-anjing itu. Bagaimana pun caranya pokoknya Axel harus bertemu dengan kedua kesayangannya itu. Dia tidak perduli dengan keselamatannya.


Ternyata bukan hal yang mudah untuk menaklukan anjing-anjing itu.


"Bagaimana sudah kamu alihkan atau belum anjing-anjing itu?"tanya Axel mulai tak sabar.


Sudah bos, tetapi sepertinya anjing-anjing ini terlatih sehingga tidak mudah untuk dialihkan perhatiannya.


"Berikan dia makanan atau mainan yang banyak, ajaklah dia bermain. Atau cari temanmu yang biasa melatih anjing" Axel


"Sebentar bos" pria yang bernama Rudi itu pun segera menghubungi beberapa orang temannya yang terbiasa melatih anjing.


"Sayang...kamu sudah tidur?" tanya Axel melalui sambungan telponnya.


"Belum Xel, aku habis mengajari Sky belajar menulis" Linda


"Ohh...apakah anakku sebentar lagi akan masuk sekolah?"


"Ya...tahun ini dia akan masuk TK kecil sepertinya"


"Baguslah...aku yang akan mengantar dia pergi ke sekolah"


"Hehehe...jangan terlalu berharap karena mama dan papa yang akan mengantar mereka"


"Tenanglah sayang, akan aku pastikan jika aku yang akan mengantarnya nanti. Sayang, anjing-anjing papamu berbahaya sekali darimana dia mendapatkan anjing-anjing itu?" Axel


Linda terdiam,


"Papa meminjam anjing milik Frans"


"Sialan...jadi itu anjingnya Frans?kurang ajar itu adik ipar" omelnya.


Linda tertawa mendengar kekesalan Axel, dia tidak menyangka jika Frans akan merepotkannya . Padahal dia sudah berbuat baik pada Frans tetapi kenapa adik iparnya itu masih menyimpan dendam kepadanya? "lihat saja nanti, akan aku mampras dia lagi" ucapnya


"Hihihi...bukan begitu Axel, papa yang ingin meminjam untuk menjaga rumah" Linda


"Iya aku tahu, ini pasti gara-gara aku mengatakan nanti malam akan kesini, makanya papamu segera menaruh anjing disini. Aku juga punya anjing srigala dirumah, apa aku kawinkan saja mereka ya...hahaha" Axel


"Kamu...ada-ada saja, aku keluar dulu ya lihat situasi" Linda


"Cepatlah sayang, nanti keburu putraku mengantuk" Axel


"Iya" Linda segera mematikan ponselnya dan berjalan menuruni tangga. Dia ingin memastikan ayahnya sudah tidur atau belum, tetapi ternyata papanya masih ada diruang televisi. Habislah sudah rencananya, dan tidak akan mungkin Axel bisa masuk kedalam untuk melihat anaknya.


"Ehemmm....ada apa Lin?"tanya sang papa


"Ohh...papa belum tidur?sudah malam sebaiknya papa pergi tidur" Linda


"Tidak, papa belum mengantuk kamu ngapain kebawah?"

__ADS_1


"Ohh...aku...aku mau mengambil coklat untuk Sky" jawabnya tak enak hati


"Ya sudah masuk sana, papa akan berjaga-jaga jika ada orang asing tiba-tiba ingin masuk kerumah kita" papa kembali duduk menonton acara televisi.


"Iya pah" Linda pun segera pergi ke lantai atas kembali dan segera menelpon Axel.


"Axel, sebaiknya kamu pulang saja, papa masih ada dibawah dia sedang menonton televisi" ucap Linda ditelpon


"Kenapa papamu belum tidur sih jam segini?ini sudah larut malam loh"


"Eehm..karena papa tau kamu ingin kemari makanya dia berjaga dan akan tidur diruang televisi"


"Ya ampun papamu kebangetan sekali ya, lihat saja aku akan tetap masuk kerumahmu malam ini. Aku sudah menunggu hampir satu jam disini, keterlaluan jika sampai aku tidak bisa masuk"


"Berbahaya Axel, besok aku akan bawa Sky bermain diluar, kamu bisa menemuinya. Jangan memaksa sekarang karena akan membahayakan dirimu" Linda


"Tidak...jika aku sudah bilang tidak ya tidak" Axel


"Dasar keras kepala" Linda


"Hehehe...kamu yang membuatku begini" Axel


"Kamu yang sudah membuat keadaan seperti ini" balas Linda


Axel diam, dia mengerti arah pembicaraan Linda


"Maaf sayang...sekali lagi maafkan aku" Axel


"Sial"gerutunya


-maaf...maafkan aku sayang, bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan maaf dari papamu? jangan membuatku putus asa sayang- Axel mengirimkan pesan kepada Linda, hanya itu yang bisa dilakukannya malam ini. Dia menatap ponsel itu dan tiba-tiba pandangannya beralih menuju anak buahnya.


"Bagaimana? temanmu kapan sampai sini?"tanya Axel mulai tak sabar.


"Sebentar lagi dia datang bos" jawab anak buahnya.


"Oke" Axel melirik jam tangan mahalnya, dia harus menunggu sekitar 5 menit sampai 15 menit lagi.


Menunggu bukanlah hal yang paling menyenangkan, jika bukan karena anak dan wanitanya tentu saja Axel tidak akan sudi disuruh menunggu begitu lama.


Sesekali dia melihat ke dalam gerbang, sepuluh menit kemudian datanglah orang yang ditunggu-tunggu. Dengan tak sabar Axel segera menyuruh pelatih anjing itu untuk segera masuk dan menangani anjing-anjing itu.


Seperti maling, anak daddy malam ini harus memanjat tembok tinggi itu demi bertemu dengan buah hatinya. Kedua pelatih itu berusaha menjinakkan anjing-anjing itu, gonggongan awalnya membuat ayah Linda keluar rumah dan memeriksa sekitarnya.


"Siapa disana?" pria tua itu keluar rumah dan memeriksa pintu gerbang, matanya mencari-cari seseorang diantara celah-celah gerbang itu.


Dia melihat dari jauh ada mobil terparkir, untung saja itu mobil biasa yang terlihat karena Axel memarkirkan mobilnya jauh dari rumah Linda.


Setelah berkeliling rumah pria tua itu masuk kembali kedalam rumahnya sambil sesekali mengintip dari balik jendela.

__ADS_1


Setelah pria tua itu masuk, anjing-anjing itu menggonggong kembali hingga membuat pria itu melongokkan wajahnya dari pintu namun tetap tak terlihat apa-apa.


"Beri obat bius saja biar anjing-anjing itu tertidur, kita tidak mungkin mengajaknya bermain malam-malam begini" ujar anak buahnya


"Tererah mau kalian apakan anjing-anjing itu tapi jangan sampai menyiksanya" ucap Axel.


"Tidak bos, kami hanya akan memberinya obat tidur saja agar dia tidak terlalu berisik"


Axel pun menyetujui usul anak buahnya itu.


Demi keselamatan bos-nya kedua pelatih anjing itu menyuntikkan sedikit obat bius, agar anjing-anjing itu tidak merasa cemas karena ada gangguan dari manusia-manusia itu.


Setelah anjing itu sedikit jinak maka mereka memberi kode kepada Axel agar segera masuk ke dalam. Mereka membantu Axel menaiki tembok tinggi itu.


"Astaga ini pertama kalinya aku melakukan kejahatan dirumah orang seperti ini, apa jadinya jika papa Linda mengetahuinya? dia pasti akan mengutukku sejadi-jadinya. Kalian tahu ini kejahatanku yang pertama kali, bantu aku agar misiku sukses" ucap Axel.


"Siap bos, cepatlah naik sebelum orang tua itu keluar rumah lagi" salah satu anak buahnya mengingatkannya.


"Oke" Axel pun akhirnya bisa menuju lantai 2 dengan sukses berkat bantuan ke tiga anak buahnya. Dia mengetuk jendela dari atas balkon, dan dia berharap itu adalah kamar Linda namun ternyata salah, karena tak ada balasan apapun dari dalam sana. Akhirnya Axel masuk melalui pintu balkon yang memang belum terkunci, mungkin Linda lupa atau memang sengaja tidak mengunci pintu itu.


Axel serasa mendapat angin surga begitu mengetahui pintu bisa terbuka begitu saja. Dia pun masuk dan mencari pintu kamar Linda. Dia mengetuk-ngetuk pintu pertama dengan pelan, tak ada jawaban dia pun segera menuju pintu ke dua dan mengetuknya kembali. Kali ini Sky yang membuka langsung pintunya karena Axel mengetuk-ngetuk pintu kamar Sky. Alangkah kaget dan bahagianya Sky melihat kedatangan om kesayangannya itu. Dia bersorak gembira hingga membuat kegaduhan suara dikamarnya.


"Sky...ada apa nak?"tanya oppa dari lantai bawah


"Tidak apa-apa pah, Sky sedang bermain denganku" jawab Linda.


"Ssst...jangan keras-keras suaranya sayang" Linda membelai rambut anaknya.


"Kamu naik darimana Axel?"tanya Linda seraya menutup pintu kamarnya.


"Aku naik dari depan sayang" Axel segera menggendong Sky dan memeluk Linda.


"Om...om kok bisa masuk? ini kamarku om" Sky menunjukkan kamar itu kepada Axel.


"Iya tampan...jangan berisik ya..ssttt" Axel menyilangkan tangan dibibirnya.


"Iya om.. ssttt" balasnya mengikuti gaya Axel hingga membuat Axel tertawa dan menciuminya.


"Daddy sangat...sangat kangen pada kalian" Axel


"kenapa daddy om?" tanya si kecil


"Karena om adalah papa kamu" Axel


"Yeeeee....asiikkk...aku punya papa" Sky lagi-lagi bersorak kegirangan.


"Sstttt..." Linda mengkode agar Sky diam tidak berisik, namanya anak kecil tetap saja Sky berisik hingga membuat opanya berteriak lagi dari lantai bawah.


*****

__ADS_1


Met siang genks...menulis disela-sela kesibukan hepi readingšŸ¤—



__ADS_2