
"Hahh!" Queen melongo mendengar kata-kata suaminya.
"Coba ulang lagi suamiku, aku hampir tidak mendengar ucapanmu, aku rasa aku ada masalah pendengaran saat ini " Queen menatap galak ke arah suaminya. Beberapa wanita disana tertawa mendengar ucapan Queen yang memanggil kata suami kepada pria tampan itu.
"Frans itu siapa lo sih? kok berani ngaku-ngaku? Hayo luh... jangan-jangan habis make belum bayar lo ya?" celetuk seorang gadis diujung sana.
"Huss...jangan ngaco kamu, diamlah" perintah Frans.
Queen semakin geram mendengar ucapan wanita itu.
"Hey kamu yang berbaju sepotong, kemarilah jika kamu ingin ada masalah denganku" Queen menunjuk sambil berkacak pinggang menantang wanita itu.
"Queen sudahlah....pulanglah, ini bukan tempatmu, masih ada masalah yang harus aku urus dulu disini" Frans menarik Queen berjalan menuju mobilnya.
"Tidak mau...aku mau pulang kalau kamu juga pulang suamiku" Queen bersikeras tak mau pulang, dia tidak akan membiarkan suaminya digoda oleh wanita dengan pakaian sepotong-sepotong itu.
"Aku bilang aku masih ada urusan dengan mereka sayang" Frans tetap merayu Queen agar dia meninggalkan tempat itu.
"Dengar suamiku, aku tahu jika kamu masih marah padaku, tapi bukan begini kamu membalas aku. Atau kamu ingin hubungan kita hancur begitu?" teriak Queen
"Ssshhh....pelankan suaramu, ayo kita pulang" mau tak mau akhirnya Frans menarik tangan istrinya agar menjauh dari mereka. Dia mengantar Queen menuju mobilnya, sedangkan Queen tampak ogah-ogahan berjalan hingga membuat Frans harus merendengnya
"Tunggu sebentar, aku pamit pada mereka dulu" Frans segera menutup pintu mobilnya dan berjalan kembali menuju mereka. Sementara Queen terus menatap punggung suaminya.
"Guys...sori gue ada masalah dulu, sampai jumpa dilain waktu" Frans pemit dengan hormat namun ada beberapa orang yang kecewa karenanya.
"Dia siapa mu sih?" tanya wanita berambut pirang
"Memangnya kenapa?" tanya Frans.
"Kok kamu nurut banget sih?" tanyanya.
"Hmmm....maafkan dia, dia adalah istriku" akhirnya Frans mengakui status Queen, wanita itu langsung menutup bibirnya seakan tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Frans.
"WTF...really?? gak salah pilih kamu Frans?" tanyanya tidak suka.
"Walau bagaimana pun, dia adalah istriku" ucapan Frans penuh penekanan.
"Pergilah Frans" ucap salah satu pemimpinnya. Frans segera berpamitan dan akhirnya pergi menuju mobil istrinya
"Sialan....dia sudah punya gandengan" omelnya.
"Alaahh....lanjutin aja kalau lo suka sama dia. Sekarang kita main halus aja, tapi elo tetap pepet dia terus" salah satu temannya berusaha terus menyemangatinya.
"Elo yakin dia bakal tertarik sama gue?" si pirang.
__ADS_1
"Tenanglah....gue selalu ada dibelakang loe" ucapnya sambil menepuk-nepuk punggung temannya.
"Ayo pindah mobil" begitu sampai mobil istrinya dia menyuruhnya keluar.
"Terus mobilku gimana?" tanya Queen
"Suruh supir yang ambil mobil kamu" ucapnya sambil menuju ke arah mobilnya dan membukakan pintu untuk istrinya. Queen yang sedari tadi mengekori suaminya, begitu pintu terbuka langsung masuk kedalamnya. Seseorang tampak melihat pemandangan itu dengan tidak suka.
Di dalam mobil,
"Apa yang kamu lakukan disini?"tanyanya mengintimidasi
"Aku? Tentu saja mencarimu suamiku, memang kamu kira apa yang aku cari?" jawab Queen
"Bohong...seharusnya kamu kuliah kan? Lalu kenapa kamu bisa sampai disini?" tanyanya lagi penasaran.
"Karena Tuhan baik padaku, Dia tidak mau aku kehilangan suami gara-gara perempuan-perempuan dengan pakaian sepotong-sepotongnya" jawabnya galak.
"Aku akan buat perhitungan dengan sirambut pirang itu, temanmu itu si bule kesasar yang selalu memperhatikanmu dengan sangat bernafsu. Dan kamu juga menikmati gunung kembarnya yang hampir mau meledak itu, aku tidak suka melihatnya. Kalau kamu suka penampilan gunung meledak bilang sama aku, pasti aku akan membuat gunung putriku seperti miliknya" Queen terus saja marah-marah dengan suami tampannya itu.
"Apa maksudmu?" Frans melirik ke arahnya
Queen mengambil tangan suaminya dan menempelkannya didadanya.
"aku akan pasang silikon biar dia menggelembung" ucapnya kesal dan membuat Frans menahan senyum.
"Tapi kamu memperhatikan dia suamiku, kamu melihat dadanya dan pasti pikiranmu sudah tamasya kemana-mana dengan gunung tampah itu, ngaku saja...apa aku kurang sexy hah?" Queen melepas kaosnya dan memperlihatkan dada indahnya yang seperti mangga mengkal itu.
"Sayang pakai bajumu" perintah Frans
"Lihatlah suamiku, lebih bagus buah mangga yang menggantung daripada gunung tampah itu, lagipula bibirmu tipis dan mulutmu mungil, kamu akan kesusahan mengunyah si tok*t selebar tampah itu" omongan Queen sudah tidak karuan karena kecemburuannya pada si pirang yang sexy itu.
"Ciihh....dasar otak mesum" Frans menoyor kepala istrinya.
"Kuliah yang benar jangan main-main, ingat ada beberapa mata kuliah kamu tidak lulus-lulus, apa kamu mau di DO dari kampus?" omel Frans
"Aku tidak mau kuliah lagi, aku mau jadi asisten kamu aja" ucapnya sungguh-sungguh
"Dengar sayang, aku tidak mempekerjakan asisten seorang mahasiswi, asistenku itu minimal S1 dengan IPK diatas 3.5, paham?" ujarnya
"Najong....mampus gua jika nilainya segitu. Kamu kan tau kapasitas otakku yank, lagipula aku adalah istrimu, dan jangan lupa aku pemilik rumah sakit itu, apa kamu ingin aku pecat?" Queen mengingatkan suaminya
"Ooh begitu? Silahkan pecat saja, aku tidak suka diintimidasi soal pekerjaan. Begitu sampai rumah aku akan menulis surat pengunduran diriku" ancam Frans
"Hah!!" Queen melongo dengan reaksi suaminya.
__ADS_1
"Apa gue salah omong ya? Jika dia ngundurin diri gue gak akan bisa ke kantornya sesuka yang gue mau, bagaimana nanti jika disana dia kepincut dokter cantik dengan tok*t tampah juga? Waah alamat gue jadi jendong kencur. Tidak bisa...suami gue tidak boleh kemana-mana, gue harus menjaganya dari wanita-wanita bertok*t pepaya...iya gue harus waspada" Queen bermonolog sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu kenapa?" tanya Frans
"Suamiku tolong pinggirkan mobilnya sekarang" pinta Queen sungguh-sungguh
"Tapi kenapa?" tanya Frans bingung namun tetap meminggirkan mobilnya.
Begitu mobil sudah berhenti disisi jalan Queen langsung melepas seatbelt-nya dan langsung menghambur ke pelukan suaminya. Dia memeluk Frans dengan gairah yang tinggi, dan tanpa aba-aba dia melucuti bibir suaminya tanpa ampun. Frans yang mendapat serangan tiba-tiba dari isrtinya nampak tidak berdaya, dia membiarkan Queen bermain-main dibibirnya sepuasnya. Tak puas hanya dibibir Queen menyerang lehernya dan menyesapnya dengan kencang hingga membuat suaminya mengaduh namun tak dihiraukan oleh Queen. Begitu banyak kissmark yang dibuat olehnya hingga Frans kewalahan dan membuat bagian bawah tubuhnya menyesak hingga ingin dikeluarkan namun dia berusaha menahannya.
Kedua tangan Frans memegangi bokong istrinya sambil membalas ciuman-ciuman panas istrinya.
Queen yang hanya menggunakan bra dibagian atas dengan segera menghempaskan wajah suaminya di mangga mengkalnya itu. Frans dengan lembut membelai dan mencumbu bagian kenyal itu dengan bibirnya, dia menyesap beberapa kali gunung putri itu dan meninggalkan banyak kissmark disana. Dia menyembulkan isinya dan memainkannya dengan lidahnya membuat Queen melenguh dan ingin lebih dari itu. Queen sudah terbakar api kenikmatan dia ingin segera dimasukkan namun otak Frans mulai bekerja, dia tidak mungkin melakukannya disini jangan sampai ada berita seorang dokter ditangkap karena hiya-hiya dimobil alias skandal mobil bergoyang, tidak mungkin dia mau hal itu sampai terjadi.
"Sayang, cepat pakai pakaianmu" ucapnya dengan wajah merah seperti kepiting rebus.
"Hah...tidak...tidak mau...tolong aku suamiku...aku ingin saat ini juga" Queen benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, dia malah membuka bra-nya hingga bagian atasnya tampak polos dan dia kembali menghempaskan wajah suaminya didada polosnya dan tidak lupa menggesekkan bagian bawahnya. Frans pun sudah diambang batas kenormalannya dia mencumbui tubuh atas istrinya dengan mudah karena posisi Queen yang sedang duduk diatas pangkuannya.
Disaat keduanya masih dalam gelora, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu mobilnya dan seketika gairah itu langsung meredup.
Dengan terburu-buru Queen melepaskan diri dari pangkuan suaminya, Frans mencari kaos Queen dan segera memakaikannya. Dia merapikan rambutnya dan penampilannya, sementara kaca mobil terus diketuk dari luar.
Frans pun pada akhirnya membuka kaca mobilnya.
"Anda saya tilang Pak, karena berhenti dibahu jalan" ucap Pak Polisi itu sambil melongok ke arah dalam mobil.
"Apa tidak bisa berdamai disini saja Pak?" tukasnya.
"Maaf Pak tidak bisa" Polisi
"Dia istri saya" ucap Frans saat mata Pak Polisi itu melihat-lihat kedalam mobilnya.
"Hemm....bisa lihat identitas anda berdua?" tanyanya.
Frans mengeluarkan identitasnya, dan sialnya tas Queen tertinggal dimobilnya hingga dia tidak bisa menunjukkan kartu identitasnya.
"Istri anda kena denda karena kedapatan tidak membawa identitas" Ucap Pak pol
Frans menggelengkan kepalanya karena dia yang memaksa Queen untuk ikut ke dalam mobilnya, dia pun lupa jika istrinya memang super ceroboh, akhirnya mau tak mau dia pun menerima surat tilang itu. Pak Pol itu segera pergi setelah memberikan surat itu.
"Lebih aman anda ke hotel daripada melakukannya dijalanan" ucapnya sambil ngeloyor pergi yang membuat Frans malu sendiri.
__ADS_1
Met pagi semua....semalam baru nulis separo jadi baru pagi ini bisa di publish