Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Penggoda


__ADS_3

Queen sayup-sayup mendengar suara orang lain selain suara suaminya. Dengan tubuh yang masih polos dia pun menarik selimut tebal itu untuk membungkus tubuhnya dan berjalan keluar kamar.


"Ada apa suamiku?"tanyanya


Frans langsung menoleh ke arah istrinya dan memberi isyarat kalau semua baik-baik saja lalu dia menyuruh Queen untuk kembali ke dalam kamar karena dia tidak rela jika Irvan sampai melihat tubuh indah istrinya itu.


"Sepertinya aku mendengar suara seorang wanita suamiku" tanyanya lagi.


"Ooh itu suara kekasihku" jawab Irvan dan Queen pun mengangguk sambil membuat tanda 'O' di bibir sexy-nya itu


"Selamat bersenang-senang ya" ucapnya pada keduanya, sebelum meninggalkan ruangan itu Frans menyempatkan diri meraup bibir istrinya dengan mulut mungilnya itu. Adegan itu sungguh-sungguh membuat Irvan tegang dan sialnya tidak ada Tina disisinya hingga membuat Irvan tampak menyedihkan.


"Sayang...aku pergi" ucapnya


"It's oke suamiku" Queen merapikan dasi suaminya kemudian melepaskannya.


"Jangan lupa nanti malam, siapkan dirimu dan minum vitaminnya oke?" ucap Frans gemas. Queen tidak membalas namun dia hanya mengerlingkan matanya saja. Mereka pun akhirnya keluar dari ruangan itu.


"Pusing gue liat elu berdua" ucap Irvan pura-pura tak senang dan Frans hanya menanggapinya dengan tertawa ringan.


"Tina susah banget gue cium, lama-lama gue kasih obat perangsang juga tuh cewek" gerutunya hingga membuat Frans melirik ke arahnya.


"Lama-lama juga nanti dia mau...sabar aja dulu" ucap Frans berusaha menenangkannya.


"Tina gadis yang hangat, tidak mungkin dia menolak untuk di cium" ucap Frans dalam hati, dia tidak mungkin mengatakan kebenarannya jika Tina adalah mantan yang terpaksa ditinggalkannya dulu karena jebakan Queen untuknya. Tapi sudahlah semua itu bukan urusannya lagi, dan masa lalu tidak akan pernah kembali lagi apalagi saat masa depan cerah sudah ada didepan mata.


Mereka memasuki ruangan itu, dimana beberapa tokoh penting masyarakat sudah hadir disana. Taklama kemudia Reno membuka acara malam ramah tamah itu. Selain acara makan malam dia juga akan mengumumkan siapa saja yang berhak mendapatkan program beasiswa itu dari negaranya.


Diantara nama-nama yang disebutkan ternyata salah satunya nama Tina Rizka disebutkan selain nama Frans dan 3 nama lainnya. Bisa dibahayangkan bagaimana bahagianya Tina malam itu, akhirnya dia bisa ikut kuliah di universitas yang sama bersama Frans karena kemungkinan dia akan mengekori ke negara manapun Frans pergi walau jurusan berbeda yang penting intinya satu kampus, begitu pikirnya.

__ADS_1


Semua memberikan ucapan selamat kepada 5 orang terpilih itu tak terkecuali Irvan, dia begitu bangga pada gadisnya. Ternyata selain cantik kekasihnya juga memiliki otak yang cemerlang.


"Wah selamat kawan, rencana mau ambil negara yang mana?" tanya Irvan pada frans


"Jerman mungkin" ucap Frans


"Karena aku sudah bilang pada istriku jika aku ambil S3 ku di Jerman" ucapnya menambahkan.


"Sayang...kamu rencana mau dimana?" tanya Irvan pada Tina sambil memeluk bahunya dengan posesif hingga membuat Tina tidak nyaman, karena dia takut jika Frans akan cemburu.


"Lepaskan sayang, aku tidak nyaman" sambil menurunkan tangan Irvan.


"Baiklah...kamu bagaimana sayangkuh" Irvan mengulangi lagi pertanyaannya.


"Ehmm....sudah lama aku ingin pergi ke Jerman dan kurasa aku akan pilih Jerman juga" ucapnya sambil melirik Frans yang sedang memperhatikan ponselnya.


"Waahh....bagus sekali, berarti aku bisa menitipkanmu pada sahabatku" ucap Irvan sambil mengguncang-guncang bahu Frans hingga hampir membuat ponsel Frans terjatuh.


"upss sori gak sengaja....gaess...gw titip calon istri gue ya, Tina juga milih Jerman dan itu artinya elo bisa gue andalkan" ucap Irvan bersungguh-sungguh.


"Wait....apa maksud lu?" tanya Frans sambil melihat ke arah kedua makhluk didepannya itu.


"Makanya dengerin gue " perintah Irvan


"Apa?" ulang Frans


"Calon istri gue bakalan satu kampus sama elo jadi gue gak perlu repot-repot lagi mengkhawatirkan dia. Gue titip bini gue sama elo man" Irvan menepuk-nepuk pundak Frans.


"Ngaco lo...gue ada bini dan gue gak mau ada masalah sama Queen, skip" ujar Frans lalu pergi meninggalkan tempat itu hingga membuat Irvan terbengong dan memandang kasihan ke arah kekasihnya.

__ADS_1


"Frans batu sayang tapi walau begitu hati dia lembut. Percaya pada ayank-mu, dia pasti mau membantumu disana" Irvan mengusap-usap pundak kekasihnya.


"Iyalah dia harus mau membantu gue disana. Banyak hal yang harus gue lakuin untuknya. Frans tidak akan bisa menghindar lagi nanti" ucap Tina pelan bermonolog pada dirinya sendiri


"Tidak apa-apa sayang, aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap Tina dengan manis hingga membuat Irvan bertambah cinta kepadanya.


Disaat Irvan sedang sibuk dengan para kolega lainnya,Tina memanfaatkan waktu itu dengan mencari Frans. Rupanya waktu sedang berpihak kepadanya, dia menemukan Frans sedang duduk sendiri berhadapan dengan laptopnya. Dan tanpa malu-malu Tina langsung memeluk Frans dari belakang dengan erat, seperti sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu.


Hal itu tentu saja membuat Frans kaget, dengan cepat dia berbalik untuk melihat siapa yang telah berbuat kurang ajar kepadanya. Alangkah kagetnya dia melihat Tina dihadapannya.


"Mau apa kau?" tanya Frans sinis


"Tentu saja bertemu dengan cintaku"jawabnya tanpa ragu


"Cihh...diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi Tina, mengertilah dan berhentilah mengejarku" ucap Frans dengan tegas.


"Mana bisa aku melupakanmu Frans, kau yang telah mengambil mahkotaku tapi kau malah menikahi orang lain jadi sampai kapanpun aku akan terus memburumu" Tina berkata dengan lantang dan hal itu membuat hati Frans tergetar. Jujur dia sudah melupakan hal itu karena selama ini dia sibuk mencintai istrinya.


"Maaf" hanya itu yang bisa keluar dari bibir manisnya.


"Ciihh....enak saja aku disuruh melupakan setelah kamu mendapatkan yang baru. Aku juga tidak masalah jika aku hanya jadi yang ke dua Frans, asalkan aku bisa bersamamu" Tina mendekat ke arah Frans


"Berhenti Tina jangan nekat, kau tidak bisa menuntutku lagipula kita melakukannya atas dasar suka sama suka. Sekarang semua sudah berlalu kita sudah memiliki pasangan masing-masing dan aku yakin Irvan jauh lebih baik dibandingkan aku" Frans mengucapkan itu sambil membereskan laptopnya karena dia tidak bisa fokus dengan pekerjaannya selama ada Tina disisinya. Dia tidak ingin menyakiti hati istri dan juga sahabatnya. Jalan yang paling benar adalah menjauh sejauh-jauhnya dari Tina.


"Mau kemana kau? Jangan pergi!!" Tina berusaha mengejar Frans, dia sudah lelah diabaikan sekarang adalah saatnya menggoda rumah tangga mantan kekasihnya itu. Dia ingin membuat Queen marah dengan begitu Queen akan meninggalkan Frans dan disaat itulah dia akan masuk kembali. Dia ingin menghancurkan Queen sampai sehancur-hancurnya. Dia akan puas jika sudah melihat Queen menderita.



__ADS_1


Met malam genk....maaf baru bisa up, emak sakit seminggu tapi sekarang sudah jauh lebih baik...see u next time.


__ADS_2