Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Sengaja Menunda Kehamilan


__ADS_3

"QUEEN!!" panggil Frans


Seketika Queen mencari suara itu, dia yakin jika itu adalah suara suaminya.


"Mampus gue" ucapnya sambil menutup mulutnya.


"Ada apa?" tanya pria tampan itu.


"Hmm...itu mata-mata ayahku sedang menguntitku, Andre aku harus pergi sekarang" ucap Queen cepat-cepat sambil mengambil tasnya dan tanpa menoleh lagi ke arah pria tampan itu.


"Queen, 1 jam aku mencarimu, masa iya hanya 10 menit kita bertemu?" teriaknya kesal. Dia merasa kesal dengan Queen, sudah cape-cape terbang dan baru mendarat di Jakarta tapi begitu ketemu ternyata tak lebih dari 10 menit.


Andre segera mengambil jaketnya dan berjalan dengan sedikit kesal menuju mobilnya.


Queen sengaja mencari jalan memutar, dia tidak ingin jika Andre sampai melihat Frans yang notabene-nya adalah suaminya.


Frans dengan tegap mengikuti langkah kaki Queen, dia heran padahal hanya tinggal berjalan lurus saja Queen sudah bisa langsung menghampirinya tapi kenapa malah gadis itu berbelok arah dan menaiki tangga, aneh pikirnya namun dia tetap mengikuti langkah istrinya dengan sangat cepat.


"Heii..mau kemana kau?" tangan Frans langsung menarik kerah jaket Queen.


"Aaahhh suami...kamu tidak bisa diajak bermain dikit. Rencananya aku kan turun ditangga depan dan akan mengagetkanmu, eehh...malah kamu menyusul aku" ujarnya pura-pura kesal sambil terus berjalan menuruni tangga didepannya.


"Ckk...kamu bukan anak SMA lagi yang hobi main petak umpet, ingat statusmu. Apa harus aku perjelas statusmu didepan semua teman-teman dan rektormu?" ancam Frans.


Queen langsung menoleh ke arah suaminya dan langsung menunjukkan ibu jarinya sambil menggoyang-goyangkannya.


"No..no honey" ucapnya lalu berjalan kembali


"Kenapa?"tanya Frans


"Apa jangan-jangan kamu menyembunyikan statusmu?" Frans melirik tajam istri centilnya itu yang selalu membuat jantungnya naik turun karena kelakuannya yang selalu tebar pesona dimana-mana.


"Aah...mana ada aku rahasia-rahasiaan sama kamu suamiku" ucapnya sambil berjalan didepan Frans.


Frans menangkap tangan Queen


"Suami, ini dikampus sangat tidak sopan berpegangan tangan" ucapnya sambil melepaskan tangan suaminya hingga membuat Frans kesal. Padahal dulu istrinya selalu mencari 1000 alasan untuk bisa menempel dengannya tapi sekarang malah tidak mau dipegang tangannya jika didepan umum. "Memangnya dia pikir jelek apa suaminya" gerutu Frans dalam hati.


"Tau begini aku tidak usah jemput kamu" tatapan tajam itu seperti ingin membunuh istrinya.


"Iih....sayang mah marah-marah mulu" ucapnya sambil mengerlingkan mata nakal.


Frans tidak memperdulikan larangan Queen, dia segera meraih tangannya dan tetap menuntun layaknya gadis kecil.

__ADS_1


Semua mata langsung memandang padanya, banyak yang cemburu melihat pria tampan itu menggandeng mesra wanita berbibir sexy itu. Ada beberapa pria yang terkejut karena ternyata Queen sudah memiliki kekasih. Hancurlah sudah hati para pria yang sudah dimodusi oleh Queen.


"Pria itu seleranya rendah sekali, seharusnya aku lebih cocok menjadi pasangannya" ujar seorang wanita dengan pakaian modisnya yang memandang iri kepada Queen.


Ya Queen lebih suka menggunakan t'shirt plus levis dan bersepatu sneaker dibanding memakai pakaian ketat ke kampus.


"Habislah pesonaku dikampus baruku, duhai suamiku jangan posesif begini napa?" sungut Queen


"Memangnya kenapa? Kamu masih sering tebar pesona kepada mahasisiwa-mahasiswa itu?" tanya Frans sambil memajukan dagunya ke arah pria-pria muda itu.


Queen tidak menjawab dia hanya nyengir kuda


"Apa aku kurang ganteng?lihatlah ada beberapa mahasiswi yang sedang menatap suami tampanmu ini" Frans mengkode Queen dengan ekor matanya yang tajam. Queen pun segera melihat arah yang ditunjuk suaminya.


Dia melihat beberapa mahasiswi cantik berpakaian modis dengan gaya elegan sambil melipat tangannya tampak sedang berbisik-bisik sambil melihat ke arah Frans.


Melihat suaminya menjadi mangsa wanita-wanita hot itu membuat Queen posessif dan langsung menggandeng mesra lengan suaminya seakan dia ingin menunjukkan jika pria yang mereka tatap sudah di stempel olehnya.


Wanita-wanita itupun menatap sinis kepadanya sambil tersenyum misteri seolah ada rencana yang akan dijalankan olehnya nanti.


"Awas saja jika ada yang berani menyentuh suamiku, langsung aku kirim ke Pluto" ujar Queen sambil menatap kesal suaminya.


"Pletaak"...Frans langsung menjentil kening Queen dan membuatnya mengaduh sambil mengusap-usap keningnya


"Habis mereka tampak lapar begitu melihatmu" omelnya


"Makanya kamu harus menjaga suamimu ini, aku tidak akan menjamin tidak tergoda pada mereka jika kamu masih saja suka kecentilan" Frans mencubit gemas pipi istrinya.


Setelah membukakan pintu untuk istrinya dia pun masuk ke bangku pengemudi dan menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.


Sadar arah yang akan dituju membuat Queen kelabakan. Dia harus mencari alasan agar terhindar dari tempat itu.


"Ayank, aku lapar" rengeknya


"Nanti saja dikantin kita makan" jawab suaminya.


"Aku punya tempat makan baru, recomen temanku, hayuk kita kesana sekarang"ajaknya.


"Putar arah ayank" perintah Queen dan tanpa sadar suaminya menuruti kemauan istinya itu dia pun melajukan mobilnya menuju tempat makan baru yang diinginkan istrinya.


"Ahaa....perutku sudah lapar suamiku" Queen segera menarik tangan suaminya mencari tempat duduk yang nyaman sambil memesan makanan.


"Hmm....masih berduaan saja? Belum punya anak?" ucap seorang wanita yang datang tiba-tiba dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


Frans dan Queen langsung melihat ke arah sumber suara tersebut.


"TINA" ujar mereka serempak.


"Hmm...ku kira kalian sudah beranak-pinak" ejeknya lagi.


"Cihh...manusia masa lalu muncul lagi. Masih cinta sama suamiku mba?" balasnya.


"Memangnya kenapa? Kamu takut Frans balik lagi ke aku gara-gara kamu tidak bisa memberinya seorang anak? " bisiknya ditelinga Queen.


Queen menatapnya dengan marah.


"Sudah...sudah, sayang kita mau lanjut makan disini atau pergi ketempat lain?" Frans berusaha menahan emosi istrinya.


"Tidak sayang, aku tetap mau makan disini" Queen bersikeras tak akan mau mengalah.


"Sayang, aku tak mau ada keributan disini. Kalau kamu tetap mau makan disini jangan ladeni dia, setuju?" Frans menekan istrinya dan Queen mengangguk.


"Ku harap kau mau memeriksakan kandunganmu jadi kalau kau mandul, aku siap menjadi istri pengganti suamimu yang notabene-nya adalah mantan calon suamiku" Tina terus saja memprovokasi Queen.


Baru saja Queen akan membalasnya, namun Frans menahan pundaknya agar Queen diam dan membiarkan dia yang akan berbicara. Queen pun mengangguk setuju


"Dengar Tina, kami masih ingin mengabadikan moment bersama. Kami ingin puas berpacaran dulu. Kamu tidak perlu menyuruh istriku memeriksakan kandungannya. Aku ini seorang dokter dan tak ada yang tak aku ketahui tentang istriku. Ku harap kau puas dengan jawabanku" Frans menatap Tina dengan penuh kemarahan.


"Baiklah kalau begitu, asal kamu tau Queen aku selalu berdoa agar kamu menjadi wanita mandul karena telah merebut calon suamiku dan sepertinya Tuhan mendengar doaku" Tina tersenyum senang.


Perkataan Tina membuat kemarahan Queen naik ke ubun-ubun. Dia segera berdiri dan menunjuk dengan jarinya ke arah Tina.


"Dengar wanita jahat, asal kamu tau jika Tuhan sangat menyayangiku. Sampai saat ini aku memang sengaja menunda kehamilanku karena aku masih ingin bersenang-senang. Setelah aku puas barulah aku cabut KB-ku dan aku siap memberikan suamiku anak" Queen berkata dengan bangga namun dia tidak tahu jika perkataannya telah membuat suaminya terluka.


Mendengar perkataan istrinya Frans mengepalkan tangannya dan nampak aura kemarahan dimatanya. Jika saja bukan ditempat umum mungkin dia sudah menyakiti istrinya.


"Ulala" Tina tersenyum penuh kemenangan sambil melepaskan lipatan tangannya dia pergi meninggalkan meja mantan kekasihnya.


Queen yang menyadari kesalahannya langsung melihat ke arah suaminya. Frans menatapnya tidak percaya jika istrinya berani melakukan hal itu. Padahal dia tahu jika selama ini dia begitu mengharapkan kehadiran seorang anak dalam rumah tangganya tetapi ternyata istrinya malah mengecewakannya.




Selamat sore genk....maaf gak bisa up beberapa hari karena anakku sedang sakit.


Happy reading 🤗

__ADS_1


__ADS_2