Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Surprise


__ADS_3

"Kamu mau saja dibohongi oleh anak kecil itu, kalau memang dia mencintaimu sudah pasti dia akan mengikatmu, tapi kenyataannya apa? Dia sengaja tidak ingin memiliki anak darimu agar dia bisa hidup bebas. Seharusnya kamu mengerti Frans jangan sampai kamu buta karena cintamu padanya. Atau apakah karena dia pemilik rumah sakit Grup H maka kamu selalu memaklumi semua kelakuannya? Ya...apalah artinya aku jika dibandingkan dengan dia. Pantas saja kamu selalu tunduk padanya" Tina kembali membakar perasaan Frans.


Wajah Frans sudah memerah karena omongan Tina, ingin sekali dia meninju wanita itu namun dia sadar itu tidaklah benar dengan tatapan tajam dan alis bertaut dia terus memandang wanita itu.


"Ternyata pilihanku tidaklah salah, aku telah melakukan hal yang benar dengan menikahinya dan bukan dirimu. Sekali lagi kau berani merendahkanku ku pastikan hidupmu tidaklah tenang" ujarnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Tina.


"Apa yang akan kau lakukan mantan kekasihku?membunuhku?" Tina menikmati wajah tampan pria dihadapannya, alis tebal, hidung mancung, bibir merah tipis dan mungil, kulit yang selembut sutera. Ahhh...sudah lama sekali dia tidak pernah merasakan nikmat dilum*t pemilik bibir indah itu. "Aku merindukan sentuhan posessifmu Frans" ucapnya ditelinga pria itu dengan menggoda.


Frans langsung bergerak mundur, dia takut Tina melakukan hal yang nekad dan akan menghancurkan hati sahabatnya itu.


"Kamu mulai tak waras" tuduhnya yang langsung membuat Tina tak berhenti tertawa.


"Dengar wahai sang mantan, aku adalah dokter psikologi sekarang dan kesuksesanku adalah berkat dirimu, demi bisa berhubungan denganmu siang dan malam aku kembali belajar dan akhirnya jadilah aku sekarang seorang dokter. Aku memiliki otak yang pintar, tidak seperti istrimu yang selalu mengulang mata kuliah dan sampai sekarang tidak lulus-lulus" ucapnya menghina.


"Istrimu hanya modal kaya saja tetapi tidak ditunjang oleh kepintaran otaknya" tambahnya lagi membuat Frnas panas.


Jujur saja dia tidak suka istrinya dilecehkan walaupun benar kenyataannya seperti itu. Dia akui Queen memang tidak berbakat untuk menjadi seorang dokter dan dia nekat mengambil jurusan itu hanya karena ingin dekat dengan dirinya dulu. Frans pun kaget jika Tina sekarang malah menjadi seorang dokter psikologi.


Tidak....dia harus tetap membela istrinya, apalagi istrinya sudah membuka pabrik anak untuknya. Biarlah Queen tidak menjadi seorang dokter toh dia sudah menjadi nyonya dokter ini, dia akan menjadikan Queen sibuk dengan anak-anaknya dan melupakan keinginannya itu. Istrinya harus pintar dijalurnya dan bukan karena paksaan tetapi karena keinginan dan sesuai bakatnya. Baiklah mulai sekarang dia akan mengarahkan bidang istrinya yang baru.


"Kau melupakan satu hal Tina, kepintaran tidak akan berarti apa-apa tanpa didukung akhlak yang baik, apalah artinya pintar jika kelakuamu tidak mencerminkan ilmu yang kamu miliki. Aku bersyukur dipilih Queen, seorang wanita yang berhati seluas samudra dan sangat mencintaiku dengan tulus" ucapnya menohok dan membungkam bibir lemes Tina.


Perkataan Frans membuat hatinya membara dia berpikir Frans akan terpengaruh dengan ucapannya namun bisa-bisanya lelaki itu malah memuji-muji istrinya, rasanya ingin sekali membunuh pria tampan dihadapannya ini. Kini keduanya tampak tegang dan saling melihat dengan wajah penuh kekesalan. Beruntunglah tak lama kemudian Irvan datang dan mencairkan suasana kembali.


"Aku akan kembali sekarang, aku pamit ya" ucapnya pada Irvan sambil mengambil jasnya dan melipatnya ditangan tanpa mau melihat ke arah kekasih sahabatnya itu.


"No man...kopimu masih setengah" Irvan berusaha membujuk partner kerjanya itu namun Frans bukanlah orang yang mudah dibujuk, dia menepuk-nepuk bahu sahabatnya dan pergi meninggalkan pasangan itu.

__ADS_1


"Ya begitulah dia, tak mudah dibujuk" kata Irvan kepada Tina sambil mengangkat kedua bahunya. Dan Tina hanya tersenyum manis mendengarnya.


"Istrinya hari ini datang untuk buat kejutan" dengan sumringah Irvan menceritakan kedatangan Queen kepada kekasihnya itu dan seketika raut wajah Tina menjadi datar karena tidak suka dengan cerita dari Irvan. Apalagi dia mengetahui jika Irvan yang membantu Queen untuk membuat kejutan kepada Frans....semakin tidak sukalah dia mendengarnya, rasanya ingin menutup mulut kekasihnya dengan lakban hitam agar berhenti berbicara apalagi mengagumi sosok kucing garong Queen, namun dia harus tetap bertahan agar Irvan mau membantunya memasukkannya bekerja di RS Grup H.


Di tempat lain,


Frans kembali ke kamarnya dengan kesal. Dia melemparkan jasnya ke atas kasur lalu membuka tiga kancing atas kemejanya serta melipat kemejanya hingga lengan, dia membuka pintu balkon dan menikmati hembusan angin dan keindahan kota dibawah sana sambil meminum sedikit sake untuk menghangatkan tubuhnya.


"Hmmm....kali ini aku harus benar-benar terpisah selama dua tahun dengannya, ku harap my anggora tidak akan macam-macam saat jauh dariku" Frans tampak tercenung, ada beberapa hal yang sedang mengusik hati dan fikirannya. Apalagi jika bukan istri dan karirnya, dia sedang dilema parah, pada saat istrinya sudah membuka pabrik anak, program beasiswa dari negara Jepang dan Jerman justru menghampirinya. Disaat sedang berfikir dengan keras tiba-tiba saja pintu diketuk dari luar, dia pun segera menghampirinya


"Siapa?" tanyanya


"Bellboy sir" jawabnya


"Saya tidak memesan apapun" ucapnya dalam bahasa Jepang.


"Ada perbaikan sedikit diruang kamar mandi anda, kami ingin memperbaiki kebocorannya" ucapnya dalam bahasa Inggris fasih


"Ooww" Frans segera membukakan pintu dan mempersilahkan tekhnisi itu masuk, dengan cepat tekhnisi itu langsung masuk ke dalam kamar mandi. Frans tetap berdiri diposisinya semula sambil menyilangkan tangannya didada. Sudah setengah jam lebih Frans menunggu orang itu keluar namun tak ada pergerakan sama sekali.Dia pun langsung duduk sambil menyilangkan kaki dan menyalakan televisi mencari hiburan sambil sesekali matanya melihat ke arah pintu kamar mandi. Rasanya ingin mendobrak saja pintu itu, karena perbaikan terlalu lama pikirnya. Akhirnya dengan tak sabar dia pun mengetuk pintu itu dengan keras sambil membukanya.


"Kenapa lama sekali kerjamu" semprotnya...."Astaga" mulutnya langsung melongo dan matanya tak berhenti berkedip.Dia pun segera menutup pintunya dan membukanya kembali, untuk memastikan jika pandangannya tidaklah salah.


"Queen?benarkah itu kamu?" tanyanya penasaran sambil pelan-pelan menghampiri wanita itu dan menyentuhnya.


"Surpriseee"ucapnya dengan kencang dan langsung melompat kepelukan suaminya. Frans sedikit terhuyung dengan terjangan dari istrinya itu, dia pun segera mencari pegangan untuk menahan tubuhnya juga istrinya.


"Queen...kenapa kamu bisa tau aku ada disini?"tanyanya bingung.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu tau suamiku, karena aku adalah bayanganmu" ucapanya memperkos* bibir merah suaminya.


"Uuhhmmm....pppffhh" Frans membiarkan istrinya melakukan semua yang diinginkannya, jika sudah begini dia yakin sekarang bahwa ini adalah benar-benar istrinya.


Dia segera membalik keadaan, dia mendudukkan Queen diatas wastafel kamar mandi dan membalas ciuman-ciuman panas istrinya sambil tangannya beratraksi di dada mengkal istrinya yang mirip buah mangga itu.


Ciuman frans mulai menuntut, dia menciumi wajah hingga turun ke leher jenjang istrinya sambil meninggalkan tanda-tanda cinta disana. Dengan tidak sabar dia mulai membuka kemeja istrinya dan melahap isi dadanya sambil memainkan salah satu ujung mangga itu yang berwarna merah muda. Kedua insan yang sedang dilanda rindu berat itu bertarung tanpa ada yang mau mengalah, mereka berusaha menjadi dominan dan tidak mau berada dibawah kungkungan.


"Sayang...aku ingin melakukannya dikasur, disini boko*gku sakit" ucap Queen sambil melingkarkan tangannya dan kembali menciumi bibir suaminya.


"As you wish my cat" ucap Frans dan langsung membopong tubuh istrinya ala bridal style ke ranjang kamar hotel itu. Dengan lembut dia membaringkan tubuh istrinya diranjang hotel. Dia segera melepas kancing-kancing kemejanya dan melempar kemeja itu, dia pun mulai membukakan pakaian istrinya satu persatu. Baru saja membuka kacamata dada istrinya, pintunya diketuk kembali oleh seseorang. Awalnya Frans tidak menanggapinya namun ketukan itu tidak mau berhenti juga hingga membuatnya sangat kesal.


"Bukalah yang" perintah Queen


"Cckk....menganggu saja"ucapnya dengan nafasnya memburu.


"Bagaimana dengan tornadoku?" tanya Frans sambil menunjuk ke arah inti celananya.


Queen terkikik geli melihatnya.


"Simpan dulu terong tornadomu suamiku, habis ini kita akan bertarung sampai pagi, siapin aku makanan agar tubuhku kuat menghadapi badai terong tornadomu" ucap Queen sambil melirik geli ke arah celana suaminya yang mulai mengetat itu karena minta segera dikeluarkan isinya.




Met pagi genks...semalam gak bisa up karena ada tamu dadakan dan malam pula pulangnya..ekwkwk....terpaksa ajang tulis-menulis terhenti.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2