Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
44.


__ADS_3

Larasati memutuskan memasak karena rasa lapar dia tinggal menggoreng ayam karena sudah ia bumbui. Ia hanya mengenakan baju Koko milik Bagaskara yang hanya sampai menutupi bagian intimnya.


Greb. Lelaki itu memeluknya erat di belakangnya menggigit pelan pundaknya Larasati.


"Kenapa turun, enak juga nemenin aku bobok pagi." Bisik Bagaskara. "Aku lapar, Mas. Aku beneran lapar sekali." Jawab Larasati sambil mengelus pipinya Bagaskara.


"Kamu bahkan tak memakai pakaian dalam, " Bagaskara terkekeh melihat Larasati yang menjawab pertanyaan nya dengan mencebikkan mulutnya.


"Kamu yang nakal minta gitu pagi gini." Sungut Larasati. " Kan udah lama, kangen sudah lama banget sayang. Sekalian nengok adek bayi benar kan." Bagaskara berkilah mendekati Larasati yang menata lauk di meja pantry.


Bagaskara menyergapnya lagi membalikkan badannya Larasati dan melancarkan aksinya. Mereka bercumbu lagi, " Aku lapar Mas." Protes Larasati, namun ia juga tak menolak melayani Bagaskara sekali lagi di ruang dapur. Mengeluarkan suara-suara ******* mereka yang bersahutan.


Setelah selesai mereka mandi bersama lagi Bagaskara tak melepaskan nya dengan cepat mereka menyatukan tubuh mereka lagi, sekali lagi. Larasati langsung mengenakan pakaian nya lalu kembali ke dapur untuk makan bersama. '" Nanti kita cari perlengkapan bayi berikut yang lainnya.


"Sebaiknya kita pindah ke rumah. Akan ada pelayan yang membantu dan menemani mu jika aku kerja." Bagaskara mengemukakan pendapat.


"Terserah kamu aja Mas. Aku pikir jika membawanya ayah ke sini, biar apa yang di desa di kelola oleh saudara mu mas." Larasati menimpali nya.


"Iya itu bagus sayang. Jadi biar dia senang kalau memiliki cucu. Sudah lama juga tak memberikan kabar." Bagaskara mengusap wajah nya.


Mengingat kembali janji yang tak ditepati nya. Karena kesibukan juga keegoisan nya dia ada jarak dengan nya. Istri kecilnya selalu saja mengingat kan nya tentang ini itu.


Di tempat lain Dirga terbangun setelah merajut kenikmatan bersama dengan wanita yang di pelukannya saat ini. Senyum menghiasi wajahnya kala mengingat kembali.


Dia mengumpat karena itu hasratnya kembali lagi, ia mengecup kening Cicilia dan ia menatap wajah Dirga dengan wajah bantal nya.


"Pagi.." Sapa Dirga menatap wajah Cicilia dengan berseri. Cicilia mengecup bibir Dirga sesaat lamanya. "Kiss morning." Ucap Cicilia mengatakan langsung kebiasaannya kala bersama dengan pasangan nya.


Karena mengagumi Dirga sejak awal pertemuan mereka Cicilia melanggar aturan, seharusnya tidak dia tak melakukan kencan semalaman dengan Dirga.

__ADS_1


"Aku pulang dulu, maafkan aku menyiksamu semalaman. Mulai sekarang kita jadian, jangan pernah pikirkan tentang dia!"


Dirga bangkit dan mengecup kepala Cicilia berulangkali.


Dirga bangkit mengenakan pakaian nya dan bergegas meninggalkan tempat tersebut, sebelum nya ia mengacak rambutnya Cicilia lalu melangkah pasti. Bagaimana dengan Cicilia yang dibuat porak poranda hatinya.


Mengenai tunangan nya nanti akan Cicilia pikirkan nanti saja. Baginya menjadi dekat dengan Dirga adalah impian Cicilia.. Wanita itu berbunga hatinya tercetak senyuman puas wanita itu bergulingan di ranjangnya karena bahagia.


Kampus biru berdiri megah disoroti oleh sang Surya bersama awan putih. Sebuah mobil Honda city memasuki parkiran kampus, keluarlah seorang lelaki muda tampan.


Bruk. "Hei kita ngobrol sebentar saja bro.." Lelaki yang di ampit dua lelaki tak lain adalah Dirga, berjalan tenang menuju ke belakang kampus. Dan di sana Miko menunggu nya.


"Apa kabar mu ? Bagaimana? Bagaimana semalam kalian bersenang-senang? " Ucap sinis Miko menatap Dirga.


"Pengecut kaya kamu bisanya hanya main keroyokan, juga bersembunyi di bawah ketiak orang tua!" Sarkas Dirga.


"Banyak omong!" Maki Miko gusar, buk. Buk. Pukulan beberapa kali di layang kan ke arah perut Dirga lepas dari cekalan keduanya.


"Kau bilang apa?" Jawab rekannya mencengkeram erat kerah bajunya.


"Senior di arak ke belakang gedung, dia di ampit dari tempat parkir. " Jelasnya masih dengan nafasnya tersengal.


Semua anak laki-laki berhamburan diikuti anak perempuan berlarian ke luar. Tentunya menjadi pusat perhatian orang-orang karena kelas akan di mulai


"Kak Dirga di hajar Miko cs .." Suara seruan seorang dengan lantang diikuti yang lainnya Suasana riuh menuju ke belakang gedung itu. Namun begitu tiba di sana pemandangan yang mencengangkan, Dirga menatap orang yang berdatangan dengan bingung.


"Ada apa?" Tanya Dirga bingung menatap sekitar nya masih tak mengerti.


"Kak bukannya tadi kakak di pukul? Lihatlah aku tak bohong!" Seru orang yang mengadu ke kelas.

__ADS_1


Menunjukkan Dirga yang bibirnya robek sedikit. "Kak kenapa mereka yang terkapar, bukankah kakak di keroyok?" Tanya salah satunya.


"Iya, benar. Aku di keroyok. Tapi aku bisa membela diri jadi ya begitu deh !" Jawab Dirga cuek.


"Masalah apa, kenapa mereka mengeroyok?" Cecar dosen Arif yang kebetulan mengikuti mahasiswa nya.


" Dia melecehkan Cicilia semalam, aku menolong Cicilia. Dia tak terima malah menjelekkan dia, saya tak terima. Dia kan mahasiswi cantik juga baik hati di kampus kita."


Dirga menjelaskan tentang kronologis kejadian, bagaimanapun juga ada yang mesti dia tutupi untuk menjaga nama Cicilia.


"Aku tahu dia tunangan mu, namun bukan berarti kamu di benarkan mengintimidasi juga melecehkan nya." Dirga mendramatisir keadaan mencari simpati semuanya.


"Keterlaluan, kalian sudah melewati batas!" Dosen Arif menggiring mereka ke ruang dekan untuk di proses lebih lanjut.


Sebelum pergi dosen Arif membubarkan massa lalu membawa ketiga nya berikut dengan Dirga. Lelaki itu santai karena ia memiliki reputasi baik di kampus.


Jadi kalimat nya akan dipercaya sebagai bukti nyata. Di bandingkan Miko yang pernah tak lulus beberapa matkul nya jadi dia mengulangi kelas nya.


Dirga tersenyum puas melihat ketiga nya di skorsing selama seminggu. Dan di beri sanksi keras jika tersandung kasus masalah diantara mahasiswa lainnya maka Ketiganya akan di DO.


Dirga duduk santai di kantin sekolah ada Cicilia, Davis dan Galuh duduk bersama nya melingkar di bangku kantin.. "Kalian udah lama di kantin?"


Tanya Dirga menatap Cicilia tak berkedip. " Iya beberapa saat lalu. Bagaimana urusan kakak?' Balik Cicilia bertanya dengan hati-hati.


"Kalian seperti nya aneh, kaku gitu. Ada apa ?" Bayu Bertanya secara random sedang Cicilia menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Kami berkencan, KENAPA masalah bagi mu ?" Tanya Dirga.


"Tidak hanya saja aneh secepat itu kamu move on dari Larasati?" Tanya Davis menggoda, selain itu ia jujur sangat jelas terlihat kejanggalannya.

__ADS_1


Cicilia mengenakan pakaian yang tertutup, Bersamaan, Dirga melakukan hal yang serupa, "Terkesan mereka janjian benar gak sih ?" Celetuk Davis.


Galuh hanya mengangguk mengiyakan," Kita berkencan. Dan sudah resmi jadi berhenti menggoda nya!" Titah Dirga, namun di jawab gelak tawa Davis saja.


__ADS_2