
"Keluar dan jangan pernah injak rumah saya lagi" wajah tegas papanya membuat Linda diam tak berkutik.
Axel masih diam ditempatnya, dia tidak beranjak sedikit pun dari tempatnya berdiri.
Dia ingin membantah omongan ayah Linda namun Linda memberinya kode agar diam.
Linda mendekati Axel dan menyuruhnya pulang.
"Xel, kamu pulang dulu ya, kamu gak mungkinkan melawan ayahku?" ucapnya pelan.
"Bukan hanya melawan bahkan kalau perlu aku kirim ayahmu ke luar negeri agar tidak mengganggu hidupmu" bisik Axel pelan, Linda memukul pelan lengan Axel mendengar kata-katanya.
"Baiklah aku pergi dulu, tunggu aku nanti malam ya sayang...cup" Axel sengaja mencium pipi Linda dihadapan papanya, hal itu tentu saja membuat Linda kaget dan memerah pipinya, sementara papanya langsung membuang muka.
Linda menarik Axel keluar rumah dan menyuruhnya pulang. Dia tidak ingin membuat kedua pria yang disayanginya terlibat baku hantam.
"Hati-hati dijalan ya, maafkan papaku" Linda.
"Aku bisa memaafkan papamu sayang aku akan tetap menunggu restu darinya" ucapan Axel membuat hati Linda berbunga-bunga
"Bye...." Linda mendorong tubuh Axel keluar
"Nanti malam aku akan datang lagi, so tunggulah kehadiranku" lalu Axel berpamitan kepada papa Linda namun lagi-lagi penolakan yang didapatnya, untunglah Axel tak berkecil hati dia tetap menghormati pria tua itu.
Axel pun meninggalkan rumah itu tanpa bisa berpamitan pada putra tercintanya. Tetapi dia berjanji akan menemui putranya kembali nanti malam.
Linda melepas kepergian Axel dan berharap agar hubungan mereka bisa lebih baik lagi. Baru saja Linda menutup pintu, papanya segera memanggilnya dan menyidangnya bagaikan seorang terdakwa. Papa tidak setuju jika Linda kembali menjalin hubungan dengan pria itu. Papanya hanya akan merestui hubungan Linda dengan Pandu.
Pria itu membuka kembali luka lama Linda dan memprovokasi agar meninggalkan Axel secepat mungkin, ditambah lagi Axel belum mengantongi surat cerai dari istrinya. Perkataan ayahnya membuatnya bimbang kembali.
Sementara Linda dilanda kebimbangan, Axel sebaliknya. Dia sedang berbahagia saat ini karena gugatan perceraiannya segera memasuki masa sidang. Semakin cepat sidang selesai maka akan semakin cepat pula dia terbebas dari Hilda, wanita cantik berhati iblis itu. Setelah mendengar berita dari asisten kakaknya Axel segera pulang kerumah orangtuanya. Sudah seminggu lebih dia tidak pulang karena mengurung Linda dihotel sekaligus menghabiskan waktu berdua dengannya. Rencana berubah semua, semula dia ingin menyekolahkan Linda di UK berhubung Hilda akan menarik tuntutannya maka dia tidak perlu lagi menyekolahkan Linda di luar negeri. Linda tetap akan mengambil S-2nya di Jakarta agar mereka bisa bertemu setiap hari.
"Kamu kemana saja Xel?"tanya Alma sambil memotongkan buah untuk anaknya saat Axel sampai dirumah dan sedang duduk santai.
"Biasa mom, urusan laki-laki" jawabnya
__ADS_1
"Oh ya gimana kabar anakmu? bawalah dia kemari, sekalian resmikan hubungan kalian"
"Iya mom..sidangku sebentar lagi dan memang rencanaku setelah sidang perceraian selesai aku akan langsung melamar Linda"
"Tapi kamu janji ya, ini pernikahan terakhirmu"
"Iya mom...mungkin ceritanya akan lain lagi jika Linda berterus terang dari awal kepadaku" Axel
"Alaahh....belum tentu juga Xel, kan elo lagi gila-gilanya sama Hilda waktu itu. Gue udah sering memperingati elo tapi hati loe masih buta" ucap Queen yang tiba-tiba datang dan langsung duduk diantara Axel dan mommynya.
"Yaa...hmm...ya...kalau Linda bilang jika dia hamil aku pasti akan bertanggung jawab Queen" Axel membela diri walaupun dalam hati mungkin membenarkan perkataan adiknya itu.
"Kamu pindah kuliah lagi Queen?" tanya Axel mengalihkan pembicaraan.
"Eeh...iya...aku pindah dari kampus yang lama, aku gak suka dengan banyaknya penjilat disana. Dulu mereka memandang rendah aku, sekarang mereka berebut ingin menjadi temanku...alaah lagu lama kaset kusut teman model begitu" ucap Queen tak acuh.
"Kamu mau cari model teman macam apa memangnya?"Axel.
"Aku suka dengan teman yang menerima aku apa adanya, dan tidak boleh tau status keluargaku. Lagipula disitu bebeb aku mantau terus, kan gak asik ya kalau lagi ngumpul sama teman-teman dimata-matai" lanjut Queen.
"Itu tandanya suami kamu takut kehilangan kamu nak" mommy memberikan segelas jus kepada Queen.
"Maksud kamu, kamu menyesal menikah dengan suamimu?" Alma menjewer telinga anaknya hingga membuat Queen meringis kesakitan.
"Dulu siapa yang mengejar-ngejar dokter itu? sampai-sampai kamu membantah semua perkataan kakak-kakak kamu!" Alma melotot mengomeli anaknya.
"Hehehe...mommy...sudah...sudah...jangan marah-marah nanti mommy jantungan" Queen mendekati mommynya dan memeluknya berusaha meredakan amarahnya.
"Macam-macam disembelih suami lo baru tau rasa lu" omel Axel
"Idihh...kenapa kalian marah-marah sama aku?wkwkwk" Queen tertawa karena mereka berdua memarahinya.
"Hati-hati lo, disuntik mati baru tau rasa lo" Axel kembali menakuti adiknya
"Axell...kakak kurang ajar lo ya, nyumpahin adiknya mati" Queen sekarang yang kesal dengan Axel, dia menginjak kaki Axel dengan sepatu bootnya dan berhasil membuat Axel kesakitan.
__ADS_1
"Sudah...sudah...kalian itu seperti pussy and doggy....selalu saja begini jika bertemu" Mommy Al
"Dia duluan mom nyumpahin aku kalau didengar Frans kan bahaya, bisa-bisa aku dikasih racun beneran supaya mati kering dan tak berbau" Queen
"Hahaha....dasar adik edan, memangnya elo tikus dikasih racun mati kering" Axel
"Soalnya my bebeb lagi ngamuk sama gue Xel, dia kekampus gue yang baru dan ngeliat gue lagi berdua sama Riko dikantin. Dia bilang affair gue sama Riko berlanjut dikampus gue yang baru dan parahnya lagi, dia bilang gue sengaja pindah kampus biar gue bisa lebih leluasa pacaran ama cowok lain. Udah gila pikiran bebeb gue sekarang" Queen nampak kesal menumpahkan unek-uneknya.
"Terus gimana tanggapan Frans?" Axel
"Dia lagi ngambek sama gue, pokoknya gue disuruh pindah lagi ke kampus yang lama biar dia bisa nongkrongin gue dari pagi sampai malam...duh suami kenapa bikin bete aja sih sekarang"
"Frans itu sayang sama kamu nak, jangan bikin dia cemburu" mommy
"Apaan sayang mom, aku gak boleh berteman sama siapapun kecuali atas seijin dia. Masa setiap selesai mata kuliah aku disuruh ke ruangannya, kaya gak pernah ketemu aja. Padahal kan udah ketemu tiap hari, tinggal disatu rumah, tidurpun dikasur yang sama, kenapa masih kurang aja dia??heraaann...heran sama my bebeb" Queen geleng-geleng kepala.
"Udah terima saja, dulu kan elo yang bucin sampai mati sama dia, sekarang giliran dia bucin elo marah-marah" Axel.
"Hehehe...ya nggak gitu juga bucinnya dodol, gue kan masih muda, masih pengen ngumpul-ngumpul sama teman seumuran. Tiap hari gue dikintilin terus sama dia, teman-teman gue pada kabur semua tau, Kecuali teman cewek dia gak bakalan gangguin"
"Baru tau gue jika si tuan kaku lo itu bisa mengerikan bucinnya" Axel
Tiba-tiba ponsel Queen bergetar tanda ada panggilan masuk.
"Lihat tuh" Queen memperlihatkan ponselnya ke Axel.
"Absen lagi dia nyariin gue, kalau gue diluar rumah tiap 5 menit telpon gue. Parahnya nelpon gue pake vcall...kebayang gak lo kalau lagi ngumpul disuruh vcall, macam istrinya paling cantik saja sedunia...hahaha" Queen tertawa sambil geleng-geleng kepala, dia sudah pusing dengan suaminya yang over posessif.
"Baguslah dia takut kehilangan elo, artinya elo cewek yang spesial buat dia" Axel
"Iyalah...gimana gak spesial, dia minta dimana dan kapan aja gue ladenin" Queen
Sontak saja ucapan Queen membuat mommynya dan kakaknya melotot.😱
******
__ADS_1
Met siang genks...ada yang pengen ketemu Queen walau sebentar katanya😂
Semalam ngantuk berat gak bisa nulis genks, sampai ketemu lagi kesayangan2 akoohh🤓