
Axel langsung mematikan ponselnya, dia keluar dari mobil sambil menenteng jaketnya. Dia sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, namun dia akan hadapi semuanya. Baru saja membuka pintu Hilda sudah menatapnya dengan pandangan penuh kebencian. Dengan rambut yang sangat berantakan, wajah sembab karena kebanyakan menangis sudah dapat dipastikan jika dia sudah mengetahui dengan siapa Axel pergi tadi.
"Dari mana kamu?"tanyanya dingin
"Aku tidak dari mana-mana" jawabnya sambil melempar jaket ke sofa.
"Aku tanya sekali lagi, kamu dari mana Axel?"Hilda berteriak
"Sudahlah lupakan, aku lelah aku ingin istirahat"Axel berjalan menuju kamarnya. Hilda mengejarnya dan menarik kemejanya. Seperti orang gila dia mengamuki Axel sejadi-jadinya, dia sudah tidak perduli lagi dengan kehamilannya.
"Aku tahu kamu habis jalan-jalan berdua dengan pelac*r berwajah malaikat itu kan?"serunya sambil mencakar wajah Axel dengan kuku panjangnya.
"Aisshhh" Axel memegangi wajahnya yang terasa perih itu.
"Kamu gila ya?apa yang baru saja kamu lakukan?"tanya Axel dengan penuh amarah.
"Aku menyesal pernah membawa dia kemari, dia menusukku dari belakang, kalian berdua manusia biadab yang tak punya hati, aku benci kalian semua...aku benciii..aku sangat membencimu Axel" teriaknya sambil berusaha melukai Axel kembali. Axel menangkap tangan Hilda dan dia menguncinya.
"Kamu harus tenang oke?kamu tidak ingin sesuatu terjadikan dengan kandunganmu?"tanya Axel berusaha lembut. Hilda tidak perduli, semua sumpah serapah dikeluarkannya dia akan menghancurkan wanita itu sama seperti dia telah menghancurkan rumah tangganya.
"Aku akan membunuh wanita itu, aku tahu kamu menjadikan dia sebagai gundikmu iya kan?katakan Axel...katakan!!kamu sudah menghianati pernikahan kita, kamu sudah menghancurkan semuanya..huhuhu"Hilda menangis sejadi-jadinya dan meraung-raung. Dia tidak suka ini terjadi, Axel harus tetap mencintainya, bukankah Axel cinta mati kepadanya? lalu kenapa dia bisa memberikan perhatian kepada wanita lain?apakah karena anak itu?dia juga sebentar lagi akan melahirkan, dan dia berharap agar suaminya bisa menerima keberadaan anak itu sama seperti dia menyukai Sky. Dan yang membuat panas hatinya adalah suaminya mengajak wanita biadab itu naik jetpri, padahal axel belum pernah menawarkan dirinya menaiki jetpri tersebut. Sungguh ini sudah di luar batas kewajaran demi menyelamatkan rumah tangganya dia akan melalukan apapun walaupun harus bersekutu dengan setan.
Hilda menghancurkan semua yang ada, kamar menjadi sangat berantakan dan kacau, semua benda-benda dilemparkan ke arah Axel, Axel hanya bisa menghindar dan menghindar. Dia harus bersabar menghadapi istrinya, karena baru beberapa hari yang lalu ada masalah dengan kandungannya, takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan, dia pun harus mengalah. Setelah puas menghajar suaminya, dia melorotkan tubuhnya ke bawah sambil sesegukan.
Pelan-pelan Axel menghampiri tubuh istrinya dan mengelus-elus pucuk kepalanya. Hilda diam saja tidak bergerak namun masih terdengar suara sesegukannya.
Axel memeluk tubuh istrinya dan membawanya ke ranjang yang berantakan itu.
"Maafkan aku, memang semua salahku namun aku melakukan semua itu hanya demi mewujudkan keinginan anak kecil itu. Kamu tahukan jika aku menyayanginya?"Tanya Axel sambil memeluk tubuh istrinya dengan erat.
"Aku tidak mau jika kamu mendua Xel" ucapnya
"Maksudnya?"tanya Axel semakin bingung.
"Aku tidak ingin kamu membagi cintamu kepadanya, cintamu itu hanya aku bukan yang lainnya, kau camkan itu. Aku benar-benar akan mengejarnya walau sampai lubang nerakapun" ucap Hilda dengan sungguh, dan tatapan penuh kebencian.
"Aku katakan sekali lagi, aku tidak ada hubungan apapun dengan dia terserah kamu mau percaya atau tidak" Axel menatap wajah cantik istrinya namun aneh dia tak mendapatkan gairah apa-apa lagi terhadapnya, semua menjadi hambar sekarang. Tetapi kenapa saat membayangkan Anita ada rasa yang tak biasa, ada rasa ingin melindungi, bahkan rasa ingin memiliki namun dia yakin jika Anita tak akan pernah mau menerima kehadirannya.
"Ya Tuhan...apa yang sedang terjadi padaku?kenapa aku selalu membayangkan wajahnya, ini tidaklah benar aku sudah mempunyai istri yang sangat cantik dan juga aku sangat mencintainya" Axel meyakinkan dirinya jika hanya Hilda seorang yang ada dihatinya. Dia membuang jauh-jauh rasa yang dimilikinya, Anita perlahan namun pasti mulai menjadi bayangannya dan masuk ke dalam hatinya. Ada rasa yang berbeda saat berhadapan dengan ke dua wanita itu.
__ADS_1
"Apa kamu sudah makan?"tanyanya lembut, Hilda menggeleng.
"Aku ambilkan makan ya" tawar Axel, lagi-lagi Hilda menggeleng.
"Aku lelah seharian menangis karenamu, aku ingin tidur. Kamu harus selalu ada disampingku, aku tidak ingin kamu bekerja lagi" Hilda memegangi lengan Axel seolah takut untuk ditinggal
"Tidurlah...aku akan menjagamu disini, maafkan aku jika aku menyakitimu"Axel mengusap-usap kepala itu menidurkan istrinya. Mungkin karena lelah seharian menangis, Hilda pun tertidur sangat lelap.
Pelan-pelan Axel melepaskan pegangan tangan Hilda, dia mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Lalu mengambil ponsel yang ada disaku celananya. Dia melihat kearah istrinya,memastikan jika Hilda sudah tertidur pulas, setelah itu dia pergi ke halaman belakang dan menyalakan ponselnya kembali. Dia mengabaikan semua panggilan, hanya satu yang dituju sekarang ini yaitu Anita.
Ada rasa tak karuan begitu ingin menelponnya. Dia ragu-ragu ingin menghubunginya, sebentar ingin menelponnya namun sedetik kemudian dimatikan ponselnya.
"Aaarrgghhh....sulit sekali rasanya, tenanglah Axel kamu hanya ingin menanyakan keadaan dia, bukan mengajaknya berkencan"Axel meyakinkan dirinya sendiri. Lama bertarung dengan perasannya akhirnya dia nekat menelpon Anita. Beberapa panggilan dia terabaikan, setelah panggilan ke sekian barulah Anita mengangkatnya.
Sedikit gelagapan Axel menjawab salam Anita namun dia sudah memupuk rasa percaya dirinya. Dengan nada tenang dia menjawab salam Anita.
"Maaf aku menelponmu malam-malam begini, aku hanya ingin mengetahui bagaimana keadaan Sky" Axel menggigit bibirnya.
"Ah ya, dia sudah tidur Pak karena terlalu lelah mungkin jadi dia tidur agak cepat" Linda
"Hmm...ya ya ya" Axel diam karena dia bingung harus bertanya apa lagi.
"Bagaimana keadaan nyonya Hilda Pak? bapak tidak bertengkarkan dengannya?"tanya Anita penasaran.
Kemurkaan kembali menggunung dan membuncah didadanya, namun dia harus tetap tenang. Dia harus bermain halus sekarang, seperti suaminya yang telah menyembunyikan dan menyimpan wanita itu.
"Selidiki kemanapun suamiku pergi Tio, aku ingin tahu dimana dia menyembunyikan gund*knya itu. Aku tidak mau tahu pokoknya besok aku harus mendapatkan wanita itu, bagiamanapun caranya. Kamu harus gunakan cara apapun agar aku bisa mendapatkan wanita itu secepatnya. Aku akan kirim kamu uang berapapun jumlahnya, aku tidak tahan lagi jika dibiarkan terus, cinta suamiku akan semakin besar kepadanya. Harapanku hanya kamu Tio yang bisa menyelesaikan masalah ini" Hilda segera menutup telponnya saat Axel menyudahi panggilannya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya. Hilda bergegas masuk kembali kedalam kamarnya, menyimpan ponselnya dan berpura-pura tidur kembali.
Taklama Axel membuka knop pintu dan berjalan pelan-pelan menuju ranjangnya. Dia merasa lega karena istrinya masih tertidur pulas, dia tidak tahu jika Hilda sedang mentertawakan kebodohannya itu. Istrinya ternyata lebih licik tak sesuai dengan perkiraannya. Axel tertidur disamping Hilda, dia akan mencari cara bagaimana membuka sandi telpon suaminya. Satu-satunya orang yang dapat diandalkan hanya Tio, karena dia adalah budaknya, sama seperti dia memperlakukan Axel dahulu. Pria-pria yang mencintainya dan jatuh hati padanya akan bertekuk lutut kepadanya karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya.
Pagi itu keadaan sudah sedikit tenang, mbok Jum dan juga Wati telah merapikan semua ruangan. Axel bangun pagi untuk bergegas ke kantor.
"Kamu mau kemana lagi?"tanya Hilda
"Aku akan ke kantor"jawabnya sambil mengancingi kemeja panjangnya.
"Aku tidak ingin kamu bekerja, kamu tidak usah bekerja kamu harus ada disamping aku" Hilda mengangkat tubuhnya dan duduk bersandar dikepala ranjang.
"Tidak bisa sayang, aku harus membantu Kakak itu sudah perintah daddy"jawab Axel.
__ADS_1
Hilda akan menghalangi Axel keluar rumah bagaimanapun caranya, dia tahu jika Axel bisa keluar maka tidak tertutup kemungkinan jika Axel akan menemui wanita itu lagi, beruntung kakaknya menelponnya akhirnya dia terbebas dari istrinya.
"Ya aku akan segera kekantor kak"jawabnya lalu menutup ponselnya.
"Kamu lihatkan?kakakku mencariku, aku harus segera berangkat sekarang" Axel mencari dasi dan juga sepatunya. Hilda diam saja tak berkomentar apapun dan tak juga melayani suaminya. Axel pamit padanya tanpa sarapan dulu, dia nampak terburu-buru, dia tahu dapat panggilan pagi-pagi pasti masih menyangkut peristiwa yang kemaren.
"Pergi dan ikuti kemanapun suamiku pergi, pagi ini dia sedang menuju kantor grup H, siapkan wartawan sebanyak mungkin "ucapnya pada seseorang.
Hilda mencari semua berita tentang suaminya yang kemaren ramai itu namun pagi ini tak ada satupun berita heboh seperti kemaren. Dia mencari disemua sumber berita, akun gosip namun berita itu sudah menghilang semua, entah meluap kemana.
"Aarrgggfgg" dia kesal, pasti ayah mertuanya yang melakukan ini semua, men-takedown semua berita.
Keparat, kurang ajar tidak ada satupun berita yang memuat tentang perselingkuhan suaminya. Dia harus mencari cara agar dapat menangkap Axel bersama selingkuhannya, dengan begitu dia akan mendapat perhatian dan simpati dari keluarga suaminya sebagai orang yang tersakiti. Dia tahu jika selama ini dia menjauh dari keluarga suaminya, semata-mata untuk menghindari pertanyaan seputar kehamilannya. Dan sekarang saat yang tepat untuk mengambil simpati keluarga Axel.
****
Baru saja tiba dikantor beberapa orang menghampiri Axel dan bertanya tentang seputar gosip kemaren. Axel tidak meladeni pertanyaan wartawan itu, dia diam dan langsung berusaha masuk ke dalam kantornya.
"Gila...apa seheboh itu berita kemaren?"tanyanya pada Ziel ketika sampai diruangan kakaknya.
"Lihatlah" Ziel menyodorkan semua artikel yang berisi perselingkuhan dirinya dengan Anita.
"Astaga kenapa jadi seheboh ini?"tanyanya tak mengerti.
"Itu karena istrimu seorang intertain, selebram, artis dan juga kamu adalah bagian dari keluarga daddy. Terlebih lagi kalian hanya bertiga saja liburannya wajarlah jika akan menjadi sarang gosip"ucap Ziel
"Daddy pasti sudah tahu"ucapnya pelan
"Ya dan dia akan menyidang kamu, jika terbukti kamu macam-macam maka daddy akan menarik semua aset-aset kamu" Ziel mendekati wajah adiknya.
"Hati-hati lain kali kalau ingin bertindak" ucapnya mengintimidasi.
Axel tak berkutik, karena rasa kasih sayangnya pada bocah itu akhirnya malah membuatnya susah sendiri.
"Aku akan menghadap daddy" Axel bangkit dan pamit pada kakaknya, dia akan pulang kerumah keluarganya sekarang.
Begitu keluar ternyata para kuli tinta itu masih setia menunggunya, akhirnya dia meminta satpamnya untuk mengantar mobilnya lewat pintu belakang.
Axel khawatir dengan keadaan Anita, dia takut jika wanita itu dan juga Sky akan menjadi sasaran sumber berita karenanya. Seluruh dunia akan menghujatnya sebagai pelakor, demi keamanan semuanya dia menyuruh bodyguardnya membawa Anita dan juga anaknya ke apartemennya. Dia tidak ingin kedua orang yang disayanginya akan mendapat hujatan dari orang-orang karena akan mempengaruhi mental Sky kembali.
__ADS_1
******
Met pagi genks....kemaren emak sibuk seharian jadi gak sempat nulis🤭