
Keadaan rumah menjadi kacau, Hilda tidak menerima keadaan dirinya, Alma dan Firda sibuk membujuknya. Celline mencoba untuk menenangkannya juga namun semua tidak berhasil. Sampai Daniel pun harus turun tangan, barulah Hilda mau membuka pintunya. Daniel dibantu Alma dan Firda memberi pengertian agar Hilda mau berdamai dengan dirinya. Semua mereka lakukan untuk kebaikan dirinya. Namun Hilda seolah tuli dengan semua nesehat ibu mertuanya. Dia tidak mau mendengarkan apa kata mereka, dia harus melakukan sesuatu agar Linda bisa mendapatkan pembalasan dari dirinya.
"Aku bukan malaikat mom...aku tidak terima ini semua...dia sudah menghancurkan hidupku, dia sengaja melakukan ini semua padaku untuk membalas dendam. Sungguh jahat dokter itu, jika aku tahu seperti ini, aku tidak akan mau melahirkan di rumah sakit itu...huhuhu..hidupku sudah hancur mom" Hilda terus saja menangis, semua orang mengasihaninya dan memberikan dukungan padanya, agar dia tidak berkecil hati. Lebih dari satu jam mereka membujuk wanita itu untuk menjadi lebih tenang.
Hilda mulai merebahkan tubuhnya sambil meratapi nasibnya. Dia harus segera mencari pengacara terbaik dikota ini agar bisa menuntuk dokter siala* itu.
Alma menemani Hilda hingga wanita itu tertidur. Dia khawatir jika Hilda melakukan sesuatu yang akan membahayakan dirinya. Jam 11 malam barulah Axel pulang kerumah, dia kaget melihat mommynya ada dikamarnya.
"Mommy...tumben" ucapnya
"Ssstttt" Alma menyilangkan bibirnya dengan kedua tangannya.
"Ada apa?"tanya Axel.
Alma menarik tangan anaknya dan keluar dari kamar Hilda, dia berbicara dengan Axel sambil berjalan.
"Hmm...janji kamu jangan marah ya Xel" Alma nampak ragu-ragu untuk bercerita.
"Bicaralah" ujar Axel menghentikan langkahnya, akhirnya Alma pun mulai bercerita.
"Mommy sedang berbicara dengan tante Hilda tentang istri kamu, tanpa sepengetahuan kami ternyata dia mendengar semua ucapan kami Axel...dan dia menjadi histeris" Alma nampak sedih menceritakan kronologis kejadian tadi. Dia tahu Hilda sangat terpukul dengan kenyataan yang ada.
"Maafkan mommy yang tidak bisa menjaga mulut mommy Axel" sesal Alma.
Axel mengambil nafas dan menghembuskannya dengan berat.
"Ya sudahlah mom...tidak ada yang perlu disesali lagi, semua sudah terjadi kan?mungkin ini memang sudah jalan yang harus dilaluinya" Axel memeluk bahu mommynya dan tidak ingin menyalahkannya.
"Kamu darimana jam segini baru pulang?" tanya mommy.
Axel menarik tangan mommynya dan melanjutkan berjalan menuju kamar mommy Al.
"Aku baru saja menemui anakku mom" ucapnya.
__ADS_1
"Oh ya? bagaimana keadaannya?mommy jadi ingin ketemu Xel. Besok kalau bisa bawa dia kekantor mommy, jangan bawa kerumah ya mommy tidak ingin membuat Hilda cemburu. Belum saatnya anak kamu dibawa kerumah kita" mommy
"Aku mulai khawatir mom, jika aku tidak cepat-cepat menikahi Linda maka aku akan ditikung oleh seseorang. Kalau aku cepat-cepat menikahinya itu tidak mungkin juga mom, karena Linda sudah pasti akan menolakku, belum lagi drama dari istriku. Dengan keadaan seperti sekarang ini belum tentu Hilda mau jika diceraikan, walaupun aku menuntutnya dengan hasil tes DNA." Axel nampak frustasi dengan nasibnya.
"Mommy tahu jika bayi yang dilahirkan itu bukan anak kamu, apa kamu sudah tahu jika sebelumnya Hilda sudah mengandung?" tanya mommy.
"Ak-aku sudah tau mom dan aku menyesal mengambil langkah itu. Andai dulu aku mendengarkan apa kata kalian...mungkin hidupku tak sesulit ini. Anak dan istriku hidup menderita sebelum aku menemukan mereka, andai aku menemukan mereka lebih cepat...tentu ceritanya tidak seperti ini mom" Axel
"Semua masalah pasti ada jalan keluarnya Axel, jika memang dia jodohmu maka akan dimudahkan jalan kamu bersama dia. Mommy akan selalu mendoakan kebahagiaan anak mommy" Alma.
"Kenapa kamu tidak langsung menceraikan saja istrimu son?"suara daddy terdengar tiba-tiba, Axel menoleh ke belakang melihat asal sumber suara itu. Ternyata daddynya sedang berdiri dibelakangnya.
"Dad...aku akan dicap sebagai pria yang tidak punya hati jika aku langsung menceraikannya begitu saja, bukankah daddy mengajariku untuk menghormati wanita?aku masih menahannya sampai 6 bulan kedepan dad" Axel
"Bagaimana jika kamu kehilangan kesempatan dan dokter itu lebih dulu dilamar orang lain?"daddy menakuti hati Axel.
"Tidak akan dad...aku akan selalu memantaunya setiap hari, aku tidak akan membiarkan dia dekat dengan pria manapun" Axel nampak ketar-ketir juga mendengar ucapan daddynya.
"Baiklah nak...daddy hanya ingin mengucapkan selamat berjuang, daddy hanya bisa menyerahkan ini saja walaupun daddy tidak tahu ini berguna atau pun tidak" Daniel menyerahkan amplop putih yang berasal dari rumah sakit kepada Axel.
"Bie...apakah kita sedang melakukan persekongkolan jahat?kok aku merasa kasihan sama menantuku ya bie?kok aku merasa bersalah ya?"Alma
"Sayang...kita sedang berjuang untuk kebahagiaan anak kita, ini usaha kita bukan persekongkolan" ucap Daniel.
"Lain kali jangan berbicara pada mommymu..
dia lemah Axel" Daniel melirik ke arah istrinya.
"Sudah malam...sebaiknya kamu beristirahat, ayo sayang kamu juga harus beristirahat" usir Daniel pada anaknya, dia pun langsung menarik istrinya lalu menutup pintu kamarnya.
Axel membuka pelan-pelan kertas itu.
"Aahhhh...sudah ku duga" memang dia sudah tau jika anak itu bukanlah anaknya. Hasil tes ini hanya untuk memperkuat bukti saja. Axel pun menyimpan baik-baik hasil tes itu. Dia segera merebahkan tubuhnya di sofa yang ada dikamarnya. Mulai malam ini dia tidak ingin lagi tidur satu ranjang dengan istrinya. Dia hanya sedang menunggu waktu baik saja agar bisa melepas istrinya secara baik-baik pula.
__ADS_1
****
Seminggu kemudian tanpa sepengetahuan Axel, Hilda mendatangi rumah sakit itu dengan pengacara mahalnya. Dia akan menuntut rumah sakit itu karena mall praktek yang telah mereka lakukan kepadanya. Dia meminta dokter yang telah menanganinya segera diberhentikan dengan tidak hormat dan segera dimasukkan ke penjara secepatnya.
Linda kaget mendengar tuntutan itu, sebab dia telah melakukan yang terbaik menurutnya. Dia hanya berusaha menolong pasien, dan tidak pernah ada niat apapun untuk mencelakainya. Linda bersikeras untuk menolak tuntutan itu. Namun kubu Hilda sudah mendapatkan bukti kelalaian yang telah dilakukan oleh dokter Linda. Dia tidak mendapat tanda tangan Axel saat akan mengoperasi pengangkatan rahim Ny. Hilda, di berkas itu hanya ada tanda tangan Axel menyetujui proses kelahiran istrinya melalui bedah Sc. Dan itu dijadikan Hilda untuk menuntut dokter Linda.
"Secepatnya kita akan bertemu dipengadilan dan aku akan membuatmu membusuk dipenjara" ancam Hilda.
"Tolong tarik tuntutanmu, aku sudah melakuian semuanya sesuai SOP, jika aku tidak melakukan hal itu, hidupnya sudah berakhir Hilda, aku hanya berusaha menyelamatkanmu saja, tidak ada maksud lainnya" Linda
"Cuuiihhh....siapa yang akan percaya dengan omong kosongmu itu hah!! kamu sengaja melakukan ini agar aku nampak tidak sempurna dimata suamiku kan? kamu berharap agar kamu bisa kembali kepada suamiku kan? jawab Linda?hmmm...tidak semudah itu kamu bisa merebutnya dariku, selama aku masih bernyawa aku tidak akan membiarkan wanita manapun untuk merebut suamiku, dia hanya milikku apa kamu mengerti?"Hilda semakin memdekati Linda. Rasanya dia ingin menampar wanita itu yang sudah mengganggu suaminya.
"Kita akan bertemu di pengadilan 'bustard' lalu dia mendorong tubuh dokter Linda hingga dia terhuyung ke belakang. Bersyukur ada dokter Pandu dibelakangnya hingga dia segera menangkap tubuh Linda.
Hilda keluar dari rumah sakit dengan pengacaranya dengan jumawa. Dia pasti akan membereskan wanita itu.
Pihak rumah sakit langsung mengadakan rapat mendadak akibat somasi yang dilayangkan Hilda tersebut. Mereka mencecar Linda dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya pusing. Dia tidak bisa berkonsentrasi lagi hari ini. Mereka menyalahkan Linda yang lalai, namun dia bertahan dengan argumennya. Hanya karena satu masalah dia terancam dipecat dari rumah sakit itu bahkan ijin prakteknya akan dicabut pula. Belum lagi dia harus mengembalikan citra rumah sakit yang sudah tercoreng karena dirinya. Benar-benar seperti neraka hidupnya kini.
Axel yang sedang berada dikantor kakaknya kaget mendapat laporan dari asisten kakaknya Dimas.
"Istrimu pergi dengan pengacara kantor untuk mempolisikan seorang dokter disana" lapor Dimas.
"Apa kamu yakin?"tanya Axel.
"Tentu saja aku yakin, sekretarisnya yang berbicara langsung padaku. Dia akan melaporkan dokter wanita yang telah menghancurkan hidupnya" papar Dimas.
"Ini tidak bisa dibiarkan..." tanpa banyak tanya lagi Axel segera meraih kunci mobilnya dan langsung pergi secepatnya dari tempat itu. Dia tidak dapat membayangkan posisi Linda saat ini. Pasti wanita itu sedang terpuruk dan dokter Pandu akan mengambil kesempatan itu untuk berpura-pura menolongnya, Hilda memanfaatkan situasi ini untuk menekan Linda, karena dia ingin menjauhkan wanita itu dari dirinya. Tapi Axel tentu tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Dia harus menolong ibu dari anaknya. Dia sudah berjanji akan memberikan ketenangan dan kedamaian untuk wanita itu.
*****
Met pagi genks....ternyata semalam emak tepar gak kuat nahan mataðŸ¤ðŸ˜‚
Happy reading gaess
__ADS_1
Maaf ya belum bisa menyenangkan kalian semua, karena emak pelan-pelan nulisnya biar ada benang merahnya. Axel masih memakai hati menghadapi Hilda, jadi gak bisa ujuk-ujuk main cerein aja. Gak mungkinkan Axel nanti dapat julukan tukang kawin-ceraiðŸ¤ðŸ˜‚pisss✌