Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Anita dan Linda


__ADS_3

Axel tidak dapat berkata apa-apa lagi, setelah mendapat kabar dari Queen dia hanya diam dan tak tahu apa yang sedang dipikirkan. Hanya satu tujuannya saat ini yaitu langsung pergi kerumah Linda dan mengintainya dari jauh, jika Anita itu benar-benar Linda maka Sky anak siapa?siapa ayah kandung Sky?apakah setelah putus darinya Linda berhubungan lagi dengan pria lain dan menghasilkan anak?"entahlah semua masih tanda tanya, tidak mungkinkan jika Sky adalah anaknya?karena mereka hanya sekali melakukannya, atau kah Sky memang darah dagingnya? seketika leher Axel mendadak panas dan dia butuh air saat ini juga.


Dia menjadi tidak konsen dan gelisah saat ikut menemani istrinya memeriksakan kandungannya hingga membuat Hilda kesal.


Yang dibutuhkannya saat ini adalah Anita, dia ingun bertemu dan meminta penjelasannya siapa ayah Sky sebenarnya. Karena semenjak bertemu anak itu, ada rasa yang tak biasa dihatinya. Kenapa seolah sulit sekali melepas Sky jika mereka sudah berdua. Jauh didalam lubuk hati Axel betapa dia menginginkan anak itu agar selalu dekat dengannya.


"Kamu kenapa lagi sayang?kok tiba-tiba aneh begitu?apa kamu tidak mengkhawatirkan aku?sebentar lagi aku lahiran loh Xel. Masa sih tidak ada yang ingin kamu tanyakan ke dokternya?"tanya Hilda kesal karena selama pemeriksaan Axel hanya manggut-manggut saja mendengar kata dokter tanpa ada pertanyaan sama sekali. Seolah-olah dia hanya tinggal raganya saja tetapi tak tahu dimana jiwanya.


Axel tetap diam tak menjawab pertanyaan Hilda, sampai istrinya itu menggebrak dashboard mobil barulah Axel sadar. Dia menjawab sambil tergugup-gugup.


"Iya Da, ada...ada apakah?"tanyanya singkat.


"Maaf aku sedang memikirkan pekerjaan, sepertinya aku lebih tertarik membantu Queen di rumah sakit daripada membantu Ziel dikantor. Kakak sudah punya asistan yang sangat handal bahkan sudah seperti copy-an dirinya" ujar Axel meredam kekesalan istrinya.


"Kamu...iya kamu itu selalu saja begini, memang ada apa sih sampai-sampai kamu mengabaikan aku beberapa minggu ini?apa kamu sudah tidak cinta lagi sama aku?apa kamu masih mengejar si Anita laknat itu?Kamu jangan mempermainkan perasaan aku Axel, gara-gara kamu aku bisa lahiran mendadak, ngerti gak sih kamu?" Hilda mengeluarkan semua unek-uneknya, dia tahu jika Axel berbohong. Semenjak dia mengetahui Axel menelpon Anita malam itu, perasaannya sebagai seorang istri sangat kuat dia mengetahui ada yang tidak beres dengan suaminya dan semua terbukti, belum lagi masalah yang mereka jalan liburan hanya bertiga seolah dunia sedang mengejeknya. Dia sudah menyuruh Tio untuk mencari Anita, namun belum juga dapat buruan yang dituju. Dia harus menyingkirkan Anita sejauh-jauhnya agar suaminya kembali lagi kepadanya. Namun semua sia-sia, dia seringkali melihat Axel melamun sendiri dan suaminya lebih suka berada di studionya daripada berdua dengannya.


"Maaf ya...maaf ya, aku tidak pernah berfikiran buruk, aku yakin istriku adalah wanita yang kuat maka aku yakin kamu bisa melahirkan dengan sempurna Hilda. Kamu tenanglah kamu akan selalu aman jika bersamaku" Axel membesarkan hati istrinya.


Dia mengantar Hilda pulang kerumah, selepas dari dokter tadi. Axel langsung bersiap dengan setelan kemeja bahannya, dia akan ke kantor hari ini.


Lagi-lagi drama kecil selalu terjadi, Hilda tidak ingin Axel keluar dari rumah apapun alasannya, dia tidak perduli jika Axel tidak memiliki pekerjaan, toh tanpa bekerja mereka juga bisa hidup dengan seribu gaya. Namun kali ini Axel yang memaksa untuk bekerja, dia tidak ingin tampak seperti lelaki pemalas yang tidak bisa bekerja apa-apa. Dia harus seperti saudara-saudaranya bisa sukses membantu bisnis orang tuanya.


Namun Hilda lagi-lagi menuduh Axel dengan dalih bekerja padahal tujuannya ingin mencari Anita kembali. Perkataan seorang wanita yang penuh dengan kecemburuan hingga selalu berhasil memantik keributan keduanya.


Axel pergi setelah ribut dengan istrinya, dia pergi ke kafe guna meredakan kekesalannya. Setelah kondisinya lebih tenang dan setelah dia mampu berfikir dengan jernih dia melajukan mobilnya menuju H Hospital. Dia menemui Queen yang sedang berbincang dengan salah satu dokter muda, peserta seminar tadi.


"Ada apa?tumben kemari?"tanya Queen sambil membawa berkas dan meletakkannya dimeja kerjanya. Dia menuangkan air dan menyediakannya kepada Axel.


"Oh iya lupa, mau kopi atau teh? atau air putih?"tanya Queen.


"Tidak perlu aku baru saja dari kafe" jawab Axel yang duduk berhadapan dengannya.

__ADS_1


"Bagaimana seminar tadi?"tanya Axel


"Bagus dan alhamdulillah lancar, ini seminar pertamaku dan menurut semua orang seminarku cukup sukses"Queen merasa bangga dia menunjukkan ekspresinya kepada Axel seolah mengejeknya namun di balas oleh Axel dengan pujian.


"Idiih...tumben muji, biasanya noyor kepala wkwkwk" Queen


"Aku harus aprisiasi dong kalau adikku sukses dengan pekerjaannya" Axel


"Ada apa?kamu kemari pasti ada maunya kan?" tebak Queen.


"Aku ingin bekerja disini membantumu, aku lebih tertarik membantumu dibanding kak Ziel" Axel


"Loh kenapa? yang super sibuk itu kak Ziel loh Xel"


"Iya aku tahu, tapi aku tak bisa terima jika kakak mengutusku pergi antar pulau, antar negara seminggu sekali. Kamu tau sendiri kan Hilda, cemburunya besar banget, aku malas bertengkar dengannya.


Queen mengangguk-angguk, dia bisa merasakan beban yang dipikul Axel.


"Daftar hadir peserta seminar" Queen


"Oohh" Axel mengambil daftar hadir itu dan membaca peserta satu persatu. Ada sebuah nama yang sangat dia kenal dan juga profesinya. Ternyata sesuai dugaannya tetapi yang membedakannya adalah wajahnya. Kenapa Anita memakai nama dan gelar dokter Linda?apakah Anita ini adalah orang dibalik hilangnya Linda? mengapa dia melenyapkan Linda?ataukah sesuatu telah terjadi dengannya?bisa saja Linda meninggal setelah melahirkan lalu anaknya diberikan kepada Anita untuk dirawatnya? hahh!! andai benar apa yang dipikirkannya dia harus mencari tau dimana kuburan Linda. Membayangkan kematian Linda serasa dunia mengutuknya dan menghimpit dadanya, Axel menjadi sedikit susah bernafas, dia membuka kancing kemejanya sementara keringat mulai bercucuran sedikit demi sedikit. Dia merasa pusing saat ini.


"Aku butuh udara segar Queen" katanya


"Heyy...ac-ku -0° masa iya kamu masih kedinginan Xel?ada apa dengan dirimu?"tanya Queen.


"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku merasa ingin menghirup udara bebas Queen, aku keluar ya sekarang" Axel segera pamit kepada Queen, dia hanya menatap Axel dengan kebingungannya.


"Ada apa sih?" tanyanya heran, lalu dia pun membuka daftar hadir peserta seminar itu.


"Tidak ada yang aneh...apa karena ada nama Dr. Linda makanya Axel jadi ingat masa lalunya? tapi kan ini bukan Linda mantannya, banyak kok dokter yang bernama Linda. Aneh tuh orang kayanya fobia banget dengan nama dokter Linda"Queen menutup daftar hadir itu, dia menggeliatkan tubuhnya sejenak setelah itu pergi ke ruangan suaminya Dokter Frans.

__ADS_1


Dengan dalih ingin menghirup udara segar, Axel malah melajukan mobilnya menuju arah rumah orangtua Dokter Linda.


Dia sengaja memarkirkan mobilnya tidak jauh dari rumah Linda, dia ingin memastikan apakah Sky tinggal disana bersama Anita atau tidak. Dia akan tetap menunggu sampai sipemilik rumah itu keluar.


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore dan hari sudah hampir maghrib, namun tak seorangpun keluar dari dalam rumah. Axel masih saja sabar menunggu, maghrib pun lewat sudah dan Anita masih belum menampakkan kepulangannya, Axel sudah lelah menanti, dia sudah membakar rokok hampir 1 bungkus untuk meredam kegelisahannya


Dari jauh nampak sebuah mobil menuju arah rumah itu dan mobil itupun melewati mobilnya.


"Itu...itu mobil Linda yang biasa dia gunakan sehari-hari untuk kegiatannya" Axel terpaku melihat mobil itu. Dia segera keluar dan memperhatikan orang yang baru saja tiba dirumah itu.


Nampak Linda turun dari mobil dan akan membuka gerbang. Axel berusaha menghampiri wanita itu namun dia memundurkan kembali langkahnya saat seorang pria paru baya keluar dari rumah itu disertai anak kecil yang selalu mengganggu pikirannya itu.


Sky berlari dan bersorak menyongsong kepulangan mamanya itu.


"Ye..ye...mama pulang...mama pulang" Sky langsung menghampiri Linda dan Linda menyongsong tubuh itu dan menciuminya sebagai tanda merindukannya.


"Mama kangen Sky"Linda menggendong anak itu


"Biar papa yang masukkan mobil kamu" papa Linda segera masuk ke dalam mobil itu dan memarkirkannya ke dalam rumah sementara Linda dan Sky segera masuk ke dalam rumah.


Axel hanya bisa melongo melihat pemandangan itu, orang-orang yang dicarinya selama ini sudah ada dihadapannya namun ternyata dinding penghalang diantara mereka sangatlah kokoh, dia tidak tahu apakah dia dapat merobohkan dinding itu atau tidak demi menggapai orang yang disayanginya.


"Anita...Linda...apa maksudnya ini?aku harus menangkap kamu agar hilang semua pertanyaan ini" bisik Axel lirih.


"Baiklah aku akan menjadi bayangan kamu mulai sekarang" wajah Axel menjadi tegang, pikirannya hanya tertuju kepada Anita dan Linda saja, dia akan menjadi gila mulai sekarang ini.


****


Maap genks...emak sibuk beberapa hari ini karena anak-anak lagi ulangan🙏


Heppy reading gaesss🤗🤗!

__ADS_1


__ADS_2