
Tanpa ragu-ragu dia segera bersimpuh dikaki Axel memohon pengampunan hingga membuat Axel kaget.
Axel langsung bangun seketika dan menghindar dari Hilda.
"Aku bukan Tuhan yang bisa kamu sembah, jika ingin meminta ampun, mintalah ampun pada Tuhanmu berdirilah tidak perlu kamu berbuat seperti itu" Axel terus menjauh dari Hilda
Masih dalam posisi terduduk,
"Maafkan aku Axel...itu bukan mau ku, entah obat apa yang mereka berikan padaku hingga aku bisa seperti itu" Hilda terisak-isak
"Sudah lama orang-orangku menguntit kalian dan kali ini perbuatan kalian yang paling parah bahkan diam-diam kalian sering bertemu di apartemen itu..ckckckc...sungguh luar biasa kelakuan kalian" ujar Axel sambil bersedekap dada hingga membuat Hilda terperanjat kaget.
"A-apa maksudmu Axel" air mata semakin bercucuran.
"Sudahlah jangan berpura-pura polos Hilda, kamu tidak lebih dari seorang pelac** bagaimana mungkin dulu aku bisa mencintai orang sepertimu, bahkan aku sampai meninggalkan Linda yang suci demi mengejar dirimu tapi apa yang kamu perbuat padaku??kamu...kamu...bukan wanita Hilda tetapi kamu adalah iblis betina yang begitu menggoda" Axel sudah sangat kesal dengan istrinya hingga dia berbicara sambil menunjuk-nunjuk wajah Hilda. Hilda tidak bisa berkutik lagi dia hanya bisa menangis dan menangis memohon maaf dari suaminya sambil bersimpuh memegangi kedua kaki Axel.
"Aku mencintaimu Axel...sangat mencintaimu..aku khilaf ku mohon maafkan aku. Kamu tidak pernah menyentuhku lagi, aku butuh pelampiasan, aku butuh hasrat kehangatan Axel. Kamu menepisku terus dan aku mulai frustasi. Jika kamu memang pria jantan sudah pasti kamu tidak akan meninggalkanku dalam kehausan Xel...huhuhu" ucapnya.
"Aku sengaja tidak menyentuhmu karena aku ingin anak itu lahir terlebih dahulu tapi kamu menjadikan alasan itu untuk membuatmu berselingkuh" ingin sekali Axel menampar wajah wanita itu, sudah habis dan hilang rasa cintanya kini, semua berubah menjadi kebencian.
"Kemasi barang-barangmu dan pergilah dari sini" ucapnya dingin.
"Tidaak....tidaakk Axel...tidaakkkk...huhuhu...aku tidak akan melakukan kesalahan lagi Xel, aku akan mengabdikan hidupku untukmu...jangan ceraikan aku huhuhu...aku membutuhkanmu" Hilda terus saja meraung-raung dan memegangi kedua kaki Axel sambil mengoyak-ngoyaknya meminta belas kasihan.
"Maaf...pintu maafku sudah tertutup, kita akan bertemu kembali dipengadilan" Axel segera meninggalkan Hilda yang tengah menangis sambil meraung-raung.
"Axeell....jangan tinggalkan aku...ku mohon kepadamu huhuhu" Hilda mengejar Axel namun pintu langsung ditutup Axel. Dia segera pergi ke taman belakang untuk mengendurkan urat-urat syarafnya.
Tangisan Hilda membuat orang-orang keluar dari kamarnya, mereka mengira Hilda dan Axel tengah ribut. Mommy Al dan Celline juga Queen segera masuk ke dalam kamar Axel dan melihat Linda yang sudah kacau dengan lelehan air matanya sementara bayinya pun mulai menangis kehausan. Hari ini adalah hari kiamat untuknya, Axel sudah tidak akan pernah lagi mau memaafkannya. Dia sudah mengancamnya akan menceraikannya.
Mereka semua memeluk Hilda dan bertanya apa yang sudah terjadi. Namun Hilda menunjuk Axel seolah-olah suaminya tengah menzoliminya.
Ziel dan daddy mendekati kamar Axel namun tak ada Axel disana, mereka segera pergi ke halaman belakang mencari Axel, seperti dugaannya ternyata Axel berada disana sambil menghisap cigarette-nya.
"What'up man?" tanya daddy sambil menepuk pundak anaknya.
"Hancur dad...kehancuran" ucapnya.
"destruction?" daddy
"Yeaahhh"jawabnya
__ADS_1
"Aku sedang ingin sendiri dulu dad" ucapnya
"Jika kamu punya beban, keluarkankah kami akan membantumu sebisa kami" Ziel menepuk-nepuk pundak adiknya.
"Amat memalukan brother, aku akan menanganinya sendiri" Axel.
"Kita cari jalan keluarnya bersama, ingat kamu adalah anak daddy" ucap daddy dengan sayang.
"Aku akan menceraikan Hilda"ucap Axel pahit.
Betapa kagetnya Ziel dan daddy mendengar perkataan Axel.
"Nak...ini bukan karena kamu ingin cepat-cepat menikahi ibu anakmu kan?"tanya Daddy khawatir.
"No dad...karena memang sudah fatal kesalahannya" Axel
"Pikir-pikir dulu Xel jangan cepat ambil keputusan nanti kamu menyesal" Ziel
"No...aku tidak akan berfikir dua kali kak kali ini" Xel
"Ingat anakmu masih bayi Xel" daddy sengaja memancing Axel.
"Masalah rumah tangga coba kamu selesaikan dengan kepala dingin Xel, jangan gegabah mengumbar kata cerai" nasehat daddy.
"Setiap rumah tangga ada ujiannya Axel, apa kamu tidak ingat aku?berapa lama Celline meninggalkanku? bahkan dia melahirkan pun aku tidak tahu. Sampai aku mencarinya kemana-mana bahkan sampai ke ujung dunia. Dan lebih gila lagi aku menghubungi stasiun televisi seluruh dunia hanya untuk mengucapkan aku cinta kamu dan memintanya pulang kembali" Ziel
Axel menarik nafas.
"Apa saat Celline kabur dia pernah berselingkuh dengan pria lain?"tanya Axel.
"What!!!" Ziel sangat terkejut mendengar perkataan Axel.
"Aku rasa tidak...dia bukan type wanita peselingkuh" Ziel menggaruk-garuk kepalanya, ada apa dengan adiknya ini.
"Dad...apakah kamu akan memaafkan mommy jika ketahuan mommy berselingkuh?" tanya Axel.
"Oohh...tentu tidak, maksud daddy..daddy akan selalu menjaga mommy agar dia tidak punya celah untuk berselingkuh, apa sebenarnya yang terjadi kid?"tanya Daniel
"Aku yakin kamu sudah tau semuanya dad, tapi dari semua yang kamu tahu ini adalah yang paling terparah. Aku tidak akan menceraikan istriku jika dia tidak melakukan hal yang fatal.Kalian tau kan jika aku sudah mencintainya aku akan menerima dia apa adanya, bahkan saat dia sedang mengandung anak dari pria lain" Axel.
"Oh my gods" Ziel menutup wajahnya, dia tidak menyangka jika adiknya seperti itu, cinta ternyata membuatnya menjadi pria yang sangat bodoh.
__ADS_1
Daniel diam saja, karena dia dulu juga pernah berada diposisi seperti Axel.
"Daddy hanya berharap kamu melakukan yang terbaik son dan tidak akan ada penyesalan diakhir cerita" Daniel
"Tekadku sudah bulat dad, aku tidak akan memberitahu kalian aib istriku, biar saja bukti dibuka saat dipersidangan" Axel.
"Jujur daddy tidak menyukai perceraian" Daniel
"Me too...tapi aku tidak bisa hidup dengan wanita yang suka berbagi tubuhnya dengan pria lain" Axel.
Pernyataan Axel membuat kedua pria itu tercengang. Apa iya Hilda type wanita seperti itu?sungguh sangat disayangkan jika hal itu benar adanya. Dia tahu jika anaknya tidak pernah berbohong hanya saja dia tidak ingin Axel menceraikan Hilda cuma karena ingin kembali kepada Linda, dia tidak akan menyetujuinya. Tetapi jika benar anaknya dikhianati maka tak akan ada lagi pintu maaf untuknya. Bahkan dia akan membantu anaknya mempercepat perceraian itu.
"Lakukan apa kata hatimu nak" Daniel
"Aku akan menyuruh pengacara kantor untuk mengurusnya" Ziel
"Terima kasih atas dukungan kalian" Ziel dan ayahnya memeluk Axel bersamaan. Ini adalah ujian terberat bagi keluarga daddy, salah satu anaknya harus menghadapai sidang perceraian, hal yang paling tidak disukai oleh keluarganya.
Sementara Alma, Celline dan Queen menenangkan Hilda. Hilda tak mau bicara sepatah kata pun karena malu.
"Katakan sayang ada apa, mommy akan membantumu mommy tahu kelemahan Axel, bicaralah" Alma mengelus-elus pungggung Hilda, dia memberi kode kepada Queen dan Celline agar meninggalkan mereka berdua. sadar dengan kode yang diberikan mommynya, merekapun meninggalkan tempat itu. Queen dan Celline duduk diruang keluarga dengan saling menatap.
"Ampuni aku mom, tolong bilang pada suamiku maafkan aku, tolong tuntun aku kejalan yang benar. Aku amat menyesal dan berjanji tidak akan melakukan kebodohan kembali" Hilda memeluk Alma dengan erat.
"Apa yang sudah kamu lakukan nak?"alma bertanya dengan lembut.
Awalnya Hilda diam seribu basa namun jika diam terus tentu saja masalah tidak akan selesai.
Dengan nafas tersendat-sendat dia pun mulai jujur. Alma diam tak bisa berkata apa-apa lagi hatinya sakit mendengar penghianatan yang dilakukan oleh menantunya itu. Dia tidak yakin Axel akan memaafkan istrinya itu.
Dia telah memanfaatkan Axel hingga Axel mau menikahinya namun kenapa ditambah lagi dengan penghianatan darinya?apa tidak cukup dengan Axel menikahinya dan menjadi ayah dari anaknya? Andai saja Axel jujur sedari dulu tentu dia akan menghalanginya namun ternyata anaknya tidak mau mendengar apa katanya hingga terjadi hal seperti ini, kini semuanya sudah terlambat.
"Maafkan mommy Hilda...kamu sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal, mommy tidak dapat membantumu" Alma melepaskan Hilda dan dia berdiri dengan perasaan hancur. Anak yang disayanginya telah dilukai oleh wanita yang sangat dicintainya.
Hilda mengejar Alma dan menangis sambil bersujud-sujud namun Alma saat ini sedang sakit hatinya.
"Maafkan mommy nak, berusahalah memohon maaf pada orang yang sudah kamu sakiti" Alma keluar dari kamar Hilda dengan hati yang hancur. Melihat mommynya sudah keluar, Queen dan Celline segera menghampirinya.
"Mom...katakan apa yang sudah terjadi?"tanya mereka. Alma diam saja hanya matanya saja yang berbicara.
*****
__ADS_1