Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Hatiku sedang tidak baik-baik saja


__ADS_3

Para mommy-mommy muda itu pun berusaha menghadap kepala sekolah guna memberitahukan keberatan mereka tentang status Sky.


Mereka semua dari kalangan terhormat merasa tidak sebanding dengan kehadiran anak haram tersebut. Sebagian dari mereka meminta agar Sky dikeluarkan dari kelasnya dan sekolah dilarang menerima murid dengan status anak diluar nikah


Mereka fikir itu akan menghancurkan reputasi sekolah.


"Kita sekolahkan anak kita ditempat yang mahal agar status sosial kita tetap terjaga. Kami tidak keberatan membayar mahal sekolah ini tetapi dengan syarat hanya orang-orang terhormat yang boleh sekolah disini" ucap mommy Firly dengan sombongnya.


"Saya juga keberatanlah jika sekolah kita sembarangan terima murid, apalagi dengan latar belakang anak tak jelas begitu" mommy Gisel menambahkan amunisi agar teman-teman yang lainnya terprovokasi. Dan mereka nampak manggut-manggut tanda setuju. Ruang kepala sekolah itu pun nampak sedikit riuh.


"Maaf Ibu-Ibu sekalian, kita tidak bisa melakukan hal itu. Jikalau pun benar apa kata Ibu-Ibu itu adalah urusan masing-masing individu. Kami tidak bisa masuk ke ranah pribadi. Tugas kami disini adalah mengajar, mengarahkan, menilai dan memberikan pengarahan potensi baik yang dimiliki oleh para siswa" jawab Bu kepala sekolah dengan ramah.


"Tapi bu, kami tidak ingin anak kami ada yang sekelas dengan anak yang mempunyai status dalam tanda kutip" mama Firli tetap bersikeras dan meminta anaknya pindah kelas.


Akhirnya pagi itu Bu Kepala Sekolah memanggil beberapa guru untuk mengadakan rapat dadakan guna memenuhi keinginan-keinginan wanita kelas atas itu. Siang itu pun mereka melalukan sedikit perubahan dengan merotasi beberapa murid, ada setengah kelas yang dipindakan ke kelas lainnya.


Siang itu Sky hanya sendirian, tak ada siapapun yang mau berteman dengannya. Mereka mengolok-olok Sky dan menyuruhnya keluar dari sekolah.


Sky yang tak mengerti apa-apa hanya diam tak mau meladeni mereka. Dia duduk ditaman sendiri sambil memakan rotinya. Miss Nia merasa kasihan dengan Sky, dia mengajak Sky bergabung dengan teman-teman yang lainnya namun teman-temannya malah mengusirnya. Miss Nia hanya mengelus dada dengan tingkah laku anak-anak penguasa itu. Peran ibu sangat mempengaruhi tingkah laku anaknya.


Miss Nia akhirnya membawa Sky duduk ditaman belakang. Mereka menghabiskan waktu tidak lebih dari 5 menit karena Miss Endah memanggilnya untuk meminta beberapa berkas darinya dan Sky pun sendiri lagi berada dibangku itu.


Siang itu Linda melonggarkan waktu kerjanya dengan menjemput Sky pulang sekolah, karena Axel tidak bisa menjemputnya dia sedang meeting diluar kantor bersama kakaknya Ziel.


Saat Linda memasuki halaman sekolah itu, tatapan-tatapan tidak bersahabat dari para wanita itu seolah-olah mengintimidasinya dan begitu menyelidik. Namun dia tetap melangkah dan mengabaikannya karena dia pikir itu hanya pikiran negatifnya saja.


Dia tidak menemukan Sky diantara kerumunan-kerumunan anak-anak itu, dia tetap mencari anaknya disetiap sudut dan menemukannya di halaman belakang. Dia memperhatikan Sky dari jauh dan melihat anaknya sedang memberikan bekalnya kepada seorang gadis dengan pakaian lusuh dari balik gerbang, mereka berbicara digerbang belakang sekolah.


"Terima kasih kamu selalu baik padaku, sekarang perutku sudah kenyang aku akan membantu ibuku lagi mencari barang-barang bekas" ucap gadis kecil itu sambil memberikan kotak bekas makannya kepada Sky melalui celah-celah tembok gerbang sekolah.


"Besok aku akan bawakan lagi bekal untukmu, tunggu aku disini lagi ya" pesan Sky dan gadis itu pun mengangguk lalu dia melambaikan tangannya dan pergi.


"Ahh....jadi itu alasannya Sky selalu meminta dibuatkan bekal lebih, ternyata untuk gadis itu" pikir Linda.


Ada perasaan bangga terhadap anaknya, Sky ternyata memiliki hati yang sangat mulia, dia tidak pernah membeda-bedakan siapapun juga. Kerasnya hidup telah menempanya menjadi pribadi yang rendah hati.


Linda segera menghampiri anaknya dan memeluknya dari belakang.


"Mama membuatku kaget saja" ujar Sky sambil melihat kebalik gerbang, dia harus memastikan jika kawannya itu sudah pergi dari sana dia tidak ingin ibunya memergokinya dan melarangnya berteman dengan anak pemulung itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu disini sendiri nak?"tanya Linda pura-pura tidak tahu.


"Tidak apa-apa mom"jawabnya sedikit sedih. Mendengar perkataan anaknya Linda merasa ada sesuatu yang disembunyikan. Dia harus mencari tau penyebab anaknya menjadi sedih seperti ini. Padahal dia baru saja melihatnya tersenyum dengan gadis itu.


"Kamu tidak ingin cerita sama mama?"tanya Linda sambil menggandeng tangan anaknya berjalan menuju mobilnya.


"Ooh...yang itu orangnya, sayang ya cakep-cakep jadi valak" tak sengaja Linda mendengar seseorang berkata seperti itu namun dia belum menyadari jika dirinyalah yang mereka bicarakan.


"Siapa yang tidak mau dengan putra mahkota?? Apapun juga bakal dilakuinnya." sambung yang lainnya.


"Abaikan....aku tidak ada urusan dengan mereka,biarkan saja mereka bergosip" begitulah pikiran naif Linda dia pun meneruskan langkahnya untuk pulang ke rumah.


Di dalam mobil Sky masih tetap terdiam, pandangannya hanya terfokus pada kaca samping mobil.


"Yakin abang gak mau ngomong?" pancing Linda


Sky menghela nafas dalam-dalam sebelum dia berbicara dengan mommynya.


"Mah, pelakor itu apa?" tanyanya polos.


"Pelakor?? darimana kamu dapat kata itu nak?" Linda melihat ke samping anaknya.


Seketika Lindavmenghentikan dan menepikan mobilnya.


"Astaghfirullah....jadi yang mereka maksud adalah aku?" aura kemarahan seketika terpancar diwajah cantiknya begitu mendengar ucapan anaknya. Dia mengambil nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


Hati ibu mana yang tidak menangis mendengar pertanyaannya seperti itu dari mulut seorang anak balita.


"Sky percaya sama mama tidak?" tanyanya pelan dan Sky langsung mengangguk polos.


"Sky adalah anak mama dokter, mama tidak tau arti dari kata pelakor itu. Sky jangan percaya sama ucapan orang lain ya. Kalau Sky sayang mama, Sky harus percaya sama mama, biarkan saja mulut orang-orang jahat itu jangan pernah perdulikan mereka. Kalau mereka berbicara yang tidak-tidak, kamu harus hapus ucapan mereka dan katakan 'cancel-cancel go away' dikening kamu mengerti sayang?" sebisa mungkin Linda menanamkan sesuatu yang positif untuk anak semata wayangnya itu dan membuatnya untuk tetap tegar serta tidak menjadi anak yang cengeng.


"I love you mama, i beliave you" Sky memeluk pinggang mamanya membuat hati Linda sedikit menghangat. Dia pun segera pulang kerumahnya dan meminta izin tidak balik lagi ke kantor.



Axel langsung ke rumah sakit begitu selesai meeting, dia berharap segera bertemu dengan calon istrinya namun ternyata ruangan Linda telah kosong. Dia berfikir Linda sedang berada di ruang Op maka ia berinisiatif untuk mengejutkannya namun ternyata Dokter Linda sudah pulang beberapa jam yang lalu. Taklama kemudian Axel menghubunginya namun tidak pernah diangkat oleh Linda dia merasa terabaikan. Dia pun segera mengirim pesan namun tidak juga dibalas tapi hanya dibaca saja hingga membuat Axel uring-uringan.


__ADS_1


Axel mencari Linda kemana-mana, ke rumah mommynya, ke rumah sakit ayahnya namun tak juga bertemu, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumahnya dan berhasil bertemu dengannya. Dengan wajah yang masam dan juga jutek Linda menerima kedatangan Axel.



Katakan ada apa sayang, jangan menatapku begitu aku kan jadi...." Axel menggantung ucapannya.



"Jadi apa?" tanya Linda dengan galak.



"Kalau lihat kamu dalam mode begini, rasanya aku ingin masukin kamu ke kamar yang" Axel bergurau.



"Cihh....mesum, pulanglah sana, suasana hatiku sedang tidak baik-baik saja" usir Linda.



Axel yakin ada sesuatu yang tidak beres dengan kekasihnya, dia malas berdebat dengannya karena cintanya pada wanita itu. Tidak ada cara lain menghadapi wanita yang sedang merajuk selain memeluk dan menciuminya walaupun Linda melawan tetaplah Axel yang berkuasa menguasai tubuhnya. Setelah tubuh Linda tidak melakukan penolakan lagi, barulah Axel mengendurkan pelukan dan ciumannya.



"Ada apa hemm..." tanyanya lembut sambil mengelus punggung halus itu.



"Aku kesal, aku marah dan aku ingin menghukum orang-orang itu. Mereka yang telah mengatai anakku dengan sebutan anak haram dan menyebutku dengan sebutan pelakor. Itu sudah sangat membuatku marah Axel, Sky masih balita tidak seharusnya dia dilecehkan dengan kata-kata kasar seperti itu dan semua memang kamu penyebabnya" Linda pun mulai marah lagi.



Axel kaget dengan ucapan kekasihnya, darahnya mulai mendidih mendengar sebutan yang disematkan pada anak dan istrinya (Axel menganggap Linda adalah istrinya, biarlah Axel sedikit lebay toh kenyataannya dia memang harus menjadi suaminya)



Met pagi genks....maaf gak bisa nulis kemaren-kemaren, emak sibuk jadi gak bisa ngehalu🤭 semoga bisa lanjut lagi nanti malam byeeee


__ADS_1



__ADS_2