Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
30. Pengganggu


__ADS_3

Larasati turun dari motornya Davis, " Thanks. Aku mungkin akan terjebak sendiri di sana." Kata Larasati tersenyum menatap Davis. Cowok berwajah indo itu tersenyum menatap wanita cantik itu penuh puja.


"Sama-sama". Jawabnya sambil membalas senyuman yang lebar.


"Larasati?" Sapaan dari arah samping nampak Bagaskara mendekati mereka. "Kau baru pulang?" Tanyanya


Larasati mengangguk mengiyakan, " Aku keasyikan membuat tugas mencari bahannya juga asyik menemukan topiknya. Jadi kesorean lalu ketemu sama dia di persimpangan. Ngajak bareng." Jawab Larasati sambil berdiri sejajar sang suami.


"Arah kalian berlawanan, apakah ini modus apa kau ingin berbaik hati, menolongnya?" Tanya Bagaskara dengan penekanan.


"Hanya sebatas teman Mas. Kita hanya memiliki satu hubungan, sebagai teman. Jika itu menimpa pada orang yang ku kenal maka ku lakukan yang sama." Davis menjelaskan.


"Bagus. Anak baik. Terimakasih, ajak teman-teman mu kita makan bareng, kapan aja kalian ada waktu." Tawar Bagaskara seraya menepuk bahunya.


"Ok, Sip. Aku jalan Mas. Aku jalan Larasati." Pamit Davis, buru-buru dia memberikan helm pada nya.


"Terimakasih." Ucap Larasati, ia pun menyender di bahu Bagaskara, reflek Bagaskara merangkul pundak nya. Davis tersenyum kecut melihat nya lewat spionnya. Ia memilih untuk menyalakan motor nya mengendarai nya membelah jalanan.


Masuk apartemennya Larasati langsung ke kamar mandi membersihkan diri dari jejak keringat seharian penuh beraktivitas menguras energinya.


Sebuah tangan melingkar di pinggang Larasati bersamaan dengan kecupan di pundak nya yang polos bersamaan nyala shower air. "Kita barengan." Bisik Bagaskara, mereka saling menyentuh sana sini, berdecap penuh nikmat.


Acara ritual mandi menjadi lama durasinya karena acara menggosok sana sini. Dan suara yang bersahutan. Larasati mengeringkan rambut basah dengan hair dryer karena tak sabar mengeringkan rambutnya.


Bagaskara asyik dengan ponselnya menyender di walk in closed dengan telanjang dada dengan handuk sepinggang, sementara ujung rambutnya menetes di pipinya.


Larasati melapnya mengeringkan rambutnya, lelaki itu menundukkan kepalanya dan sedikit mengangkang agar tinggi nya dapat di gapai sang istri.

__ADS_1


Cup. Bagaskara mencuri ciuman beberapa kali. Larasati mencebikkan mulutnya membuat Bagaskara gemas meraihnya dan menciumi wajah Larasati.


Berontak Larasati mencoba melepaskan diri, "Mesum!" Larasati memukul manja. "Biarkan saja!' Seru Bagaskara langsung mengangkat ala karung beras dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang.


"Akh.." Larasati memekik di kejar suaminya, bercanda ria di ranjangnya. Bergulingan juga perang bantal. Namun di sini Bagaskara memang banyak berhasil mencium bibir istrinya yang mungil.


Bunyi bel berbunyi Bagaskara bangkit tanpa menyadari jika ia hanya mengenakan boxer dilapisi handuk sepinggang. Berjalan ke pintu Larasati berusaha untuk mencegah namun terlambat. Wanita itu hanya berlari di belakangnya Bagaskara. Ceklek.


Pintu terbuka " Surprise, ini minuman ..."


Crik.. Hening. Terpaku. Cicilia, Galuh terpesona dengan keindahan di depannya, sedang berdiri tegap Bagaskara yang setengah telanjang, terlihat tampan menggoda.


"Mas.." Panggil Larasati lelaki itu menoleh lalu melihat arah pandangan sang istri, " ****. ' Umpatan Bagaskara berlari menuju ke kamarnya. Menyadari kebodohannya yang setengah telanjang, Larasati mengambil kantong plastik juga paper bag di tangan temannya masuk begitu saja.


Meletakkan di pantry, membukanya dengan ekspresi datarnya. "Masih kesambet neng? Bengong terus!" Sindir Larasati. Keduanya tersadar mengikuti Larasati dan menutup pintunya.


"Abis kamu lagi enak-enak jadi kita kena sawan nya." Keluh Cicilia pelan. "Lain kali bilang kalau kita ke sini jangan seperti itu, jadi pengen." Galuh memprotes manja. Larasati hanya terdiam menatap wajah teman nya sekilas.


Minuman Starbucks juga cake matcha dan aneka snacks. Mereka akan mengerjakan tugas kelompok jadi janjian ngumpul di apartemen miliknya Larasati.


"Kalian ada acara apa kumpul malam begini?" Tanya Bagaskara. Semuanya menoleh ke sumber suara.


"Ada tugas dari dosen tinggal finishing Kak. Besuk last nya, ini tinggal merapikan aja kok." Jawab Galuh. Belum ada suara ada bel pintu berbunyi.


"Aku yang buka kalian teruskan aja." Bagaskara menghela nafasnya melihat Akbar di pintu depan beberapa kotak pizza.


"Masuklah." Ucapnya datar. Lelaki itu masuk dengan cepat berseru." Ladies.." Suara hebohnya para cewek-cewek menyambut kedatangan nya.

__ADS_1


Larasati berjalan mendekati nya." Maaf, aku lupa jika ada janji." Bisiknya sambil mengusap-usap rahang lelakinya kala ada wajah bad mood di wajah tampannya.


"Aku maafin, nanti dua ronde." Balasnya berbisik lalu mengecupnya sekilas dengan cueknya jalan masuk ke kamarnya.


"Yeuh..." Sorak ketiga temannya menggoda momen romantis itu. "Apa sih.." Ketiganya tergelak kala semburat merah putih di wajah Larasati.


Tidak menunda waktu mereka mengerjakan pekerjaannya setelah mengeluarkan laptop juga barang yang dibutuhkan untuk diskusi kelompok. Untuk kepentingan presentasi.


#####


Larasati menutup pintunya setelah kepergian ketiga temannya. " Sudah pergi ya?" sebuah suara membuat Larasati berhenti dan menoleh. Ia mendekati Bagaskara yang sibuk menyuapi mulut nya dengan sisa pizza juga aneka makanan lainnya.


" Maafkan aku, melupakan mu yang belum makan." Ucapnya sambil memasukkan bungkus ke dalam plastik.


"Ini masih sisa cukup untuk mengganjal perut. Jika di bandingkan aku dulu, aku ini masih kurang, mungkin karena kelompok ku cowok semuanya. Jadinya makan nya banyak." Bagaskara tak memperdulikan ekspresi Larasati yang mengacuhkan nya beberapa lalu karena mengerjakan tugas kuliahnya.


"Hei, rileks sayang. Ini termasuk makanan berat nanti kita olahraga sebentar, ya?" Goda Bagaskara. Larasati tersenyum menanggapinya.


Rasa bersalahnya menguar setelah melihat ekspresi wajahnya Bagaskara yang tak mempermasalahkan keteledorannya. Tak memperhatikan hal-hal Yang dibutuhkan sang suami.


"Makasih." Larasati memeluk dari belakangnya, lelaki itu berbalik mendekapnya erat. "Jangan di ulang ya? Aku kebosanan selama kamu sibuk." Ujarnya menunjukkan protes.


"Tapi aku masih lapar" Celetuk dia sambil mencomot makanan lagi dan makan lahap sembari beberes membantunya. Larasati tersenyum melanjutkan pekerjaannya.


Setelah selesai mereka berjalan beriringan menuju ke kamarnya, Larasati menggosok gigi lalu menggunakan skincare nya lalu naik ke ranjangnya.


Masuk dalam dekapannya Bagaskara, lelaki itu langsung mengecup bibir juga kening nya, "Senang nya bisa berduaan lagi sama kamu. " Ucapnya sambil memejamkan matanya. Larasati menyusup di dadanya yang bidang, sambil menutup mata menuju ke alam mimpi nya.

__ADS_1


"Lega rasanya lepas dari para perusuh menganggu kesenangan ku saja. Dasar pengganggu! Aku mesti bersabar sampai ia lulus nanti. Semoga ini kali pertama juga terakhir mereka ngumpul gini."


"Rasanya tak rela berbagi kamu sama mereka, menyebalkan teman-temannya mana ada yang lihat aku dengan mata lapar nya. Ikh, wanita jaman sekarang berasa wanita nakal." Batin Bagaskara di sela menuju ke alam mimpi nya.


__ADS_2