Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
53.


__ADS_3

Beberapa orang tua duduk bersama bercengkrama bersama, mereka mengobrol ringan. Suara motor meraung-raung memasuki halaman rumah mewah beraksen tradisional


Seorang lelaki berpenampilan menarik melepaskan helm berjalan memasuki jalan setapak disisi rumah yang menghubungkan taman belakang.


Di mana semua orang berkumpul ada tiga generasi, ada beberapa gerombolan, para orang tua di sisi kiri, tengah dekat sajian makanan Dave Grohl berbincang dengan rekannya, beberapa wanita cantik juga kerabatnya.


Pemuda tampan dengan pakaian jeans belel berkesan anak jalanan menuju para tetua duduk dan berbincang. Pemuda itu menyalami semuanya dengan hormat dengan khas adat istiadat.


Tanpa bicara terus berjalan menghampiri Dave Grohl yang menatapnya tajam, "Sorry baru pulang." Ucapnya tanpa ekspresi dan menyalami semuanya para orang tua.


"Kenalkan dia Sabahat Papa waktu kuliah, dia memilih hobi untuk bisnisnya daripada gelar sarjana teknik nya.. Maxim Marley dan istrinya.." Dave Grohl mengenal kan mereka.


"Senang berkenalan dengan Anda. Davis Grohl. " Pemuda tampan itu tersenyum menatap wajah lelaki di hadapannya.


"Kudengar kau kuliah di tempat yang sama dengan putri ku. Sweetie, kemari!" Maxim Marley berseru memanggil seseorang.


Davis hanya tersenyum menanggapinya tak tahu siapa yang di belakang nya, berjalan mendekat ke arah mereka. Davis menoleh persis saat wanita muda cantik dengan gaun dress Sabrina berwarna peach mendekat.


"Kamu ? Davis ?"


"Galuh ?"


Keduanya berseru bersamaan dan saling menatap lekat. "Sudah saling kenal? ":Tanya Safira menatap wajah putranya.


"Kami satu circle sih, dulu aku naksir sama temennya beragama Islam. Cantik sekali, kalem dan pintar." Jelas Davis.


"Sayangnya istri orang.." Sindir Galuh. "Larasati Daddy, istrinya Bagaskara idola Daddy." Davis melotot menatap Galuh tak terima.


"Daddy kamu kenal Bagaskara?" Tanya Davis berbisik pada nya. "Pernah baca artikelnya nya juga kagum sama dia, jadi bisa dikata Daddy fansnya." Jawab Galuh.

__ADS_1


"Seharusnya kau mencari informasi tentang nya dulu bukan seperti itu milik orang kamu incar." Dave Grohl menengahinya dengan bijak


"Lagi aku udah ada gantinya, dia ! Dia yang ambil keperjakaan ku jadi dia harus tanggung jawab!" Jawab Davis Grohl santai


"What 's t f.." Galuh mendelik dan menendang kaki Davis langsung karena omongan yang tidak di saring itu.


"Hanya insiden kecil dia berlebihan dalam bersikap. Tidak sengaja kita berciuman bibir sesaat bukan layaknya pasangan. Hanya dua bibir nempel saja karena kecerobohan nya aku terpeleset menimpa nya!"


"Dengerin kamu jika omong itu di tata, jelas banget tata bahasa mu minus karena kamu juga minus! Yang ada aku rugi banyak ngurusin bayi besar kaya kamu!"


Galuh teriak tak terima , menjelaskan tentang keadaan mereka secara langsung jelas dan nyaring.


"Like Daddy like son." Cibir Safira menyenggol lengan ibunya Galuh. Dulu Papa nya gitu saat mau deketin aku." Celetuknya dengan terkekeh.


Semuanya ikut tertawa, jangan di tanya Galuh sudah merah merona antara kesal dan malu, Davis langsung aja makan dan minum cueknya setengah mati.


Bergabung dengan saudara nya mengobrol ringan. "Yang sabar ya, dampingi Davis. Kalian benar berjodoh, kami. Sepakat untuk menjodohkan kalian waktu bayi, dan dia sekolah internasional sedangkan kamu sekolah yayasan."


Safira mengelus punggungnya Galuh yang kaku menatap kedua orang tuanya yang juga kikuk. Salah tingkah, karena tak bercerita tentang hal itu. Mereka melupakan nya karena faktor kesibukan juga bertahun-tahun lamanya tak bertemu walaupun satu kota.


Galuh muram, tak ada semangat lebih tepatnya kesal. Pikirannya tak akan bertemu lagi dengan Davis namun tak di sangka kedua orangtuanya sahabatan,. parahnya mereka di jodohkan sejak orok.


Davis mengerti melihat nya dari jauh, sengaja melakukannya agar Galuh sedikit nyaman. Namun wajah cantik itu masih muram dan tertekan.


"Tak di sangka kalian satu fakultas. Di kejuruan sama design. Kau bisa kerja di kantor kontruksi miliknya sayang. Bekerjasama dalam tim pasti seru "


Maxim melirik putrinya yang melamun sendiri dengan wajah murung nya, tak jadi meneruskan kalimatnya.


" Mungkin dia kurang nyaman dekat dengan nya Daddy. " Bisik Ayu wangi pada Maxim suaminya. Maxim melirik putrinya hanya menghela nafasnya.

__ADS_1


Mobilnya meluncur memasuki bangunan kediaman keluarga mereka. Tak ada pembicaraan sampai ke dalam Galuh langsung ke kamar adiknya Ashlee hanya di lewati juga sang kakak Damian menatap bingung dengan kebisuan sang adik.


Mereka duduk bersama di meja makan, Maxim menenggak minuman dingin hingga tandas. "Galuh berjodoh dengan Davis anak Dave Grohl sahabat Daddy waktu kuliah. "


"Mereka satu kampus dan parahnya Davis langsung seenaknya mengklaim Galuh kekasihnya saat mereka terlibat dalam insiden ciuman tak sengaja."


Penjelasannya Maxim membuat Damian dan Ashlee terperangah, " Bocah songong itu mesti di berikan pelajaran baru otaknya gak gesrek!" Cetus Damian kesal.


Beda Ashlee yang tersenyum kemudian, " So sweet banget. Aku mau deh jika gitu. Apa Daddy juga jodohin aku sama anak teman Daddy yang lain ?" Tanya Ashlee kepo.


"Anak kecil diam aja!" Damian gemas menoyor jidatnya Ashlee gemas. Gadis kecil itu hanya mencebikkan mulutnya.


"Untuk sementara kita bersikap biasa aja jangan singgung soal pertemuan tadi juga tentang teman Galuh!" Pinta Ayu wangi. Semuanya terdiam mengangguk mengiyakan saja.


Di kamarnya Galuh membaringkan tubuhnya letih, tubuh juga pikiran nya. Masalahnya dia sudah menyanggupi permintaan kerjasama lewat surel di kantor kontruksi milik keluarga Grohl. DG kontruksi..


Galuh menjerit kecil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia akan bekerja di sana dia hari lagi. Semuanya sudah ia persiapkan. Menarik nafasnya berat mencoba menenangkan diri dan memejamkan matanya.


"Tidak Kau putra ku satu-satunya bagaimana bisa kau memilih kerja magang dulu baru jadi karyawan tetap."


Dave Grohl menentang keras niatan Davis langsung. "Papa kan tak enak dengan anak Om, Made sudah tiga tahun kerja di sana jadi biarkan dia di jabatannya. Jangan asal geser."


"Lagi dengan begini kita tahu apa saja yang dia sumbangsih pemikiran, kerjanya seperti apa layaknya seorang keluarga atau hanya asal saja."


"Mencegah korupsi di perusahaan. Lagi pula dia tak pernah kenal sosok aku, mhm?" Davis memberikan pengertian kepada ayahnya.


Sebenarnya ini kesempatan untuk bertemu Galuh dan pedekate layaknya pasangan secara umum. Dia tak mau wanita itu akan menjauhinya karena mengetahui tentang keadaan mereka.


"Pikirkan tentang ini Papa. Aku mohon, aku akan menggunakan motor aku yang lain. Yang tak terlalu mahal. Bagaimana?" Davis memberikan pengertian kepada ayahnya.

__ADS_1


Lelaki itu menarik nafasnya berat, ada benarnya juga usulan tersebut. Saudara sepupu istri nya memang ikut kerja di perusahaan cabang dan anaknya juga tak ada salahnya jika ia menempatkan mata-mata.


__ADS_2