Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Sabarlah, Kita Akan Bertemu Nanti


__ADS_3

Walau Queen menangis sambil terisak-isak tetap saja Frans tak menaruh rasa kasihan. Dia sudah terlanjur marah bahkan sangat marah sudah lebih dari dua tahun dia menunggu si buah hati namun dengan teganya istrinya ber-KB diam-diam tanpa berkompromi dulu dengannya.


Apa susahnya sih bicara dengannya? Jika memang istri maunya menunda toh dia juga tidak akan memaksa, tapi semua sudah terlanjur terjadi, ingin berteriak dan memaki Queen juga rasanya percuma saja. Dia merasa menjadi suami yang terbuang dan tersia-sia. Mungkin benar apa kata Irvan, tidak mudah menikahi gadis luar biasa. Tetapi semua adalah salahnya, jika dia tidak menjebaknya mungkin dia tidak akan menikahi gadis kaya raya itu.


Ingin rasanya dia menjungkir-balikkan semuanya, seandainya saja dia menikah dengan Tina, mungkin dia sudah bahagia dengan keluarga kecilnya. Queen....dia lah yang harus disalahkan atas semua kekacauan ini.


Frans mematikan showernya, cukup sudah dia menangis dibawah pancuran air shower, dia harus segera bergegas jangan sampai dia tertinggal pesawat.


Frans membuka pintu kamar mandi dan terus berjalan menuju walk in closet, dia segera mencari pakaian yang akan dikenakannya.


"Huhuhu....suami..maafkan aku" Queen terus berurai air mata sambil memeluk kaki suaminya seperti anak kecil minta dibelikan permen.


"Minggirlah Queen, aku harus berpakaian" Frans menjauhkan badan istrinya karena dia harus memakai celananya jeansnya.


"Tidak mau....tidak boleh....koko tidak boleh kemana-mana huhuhuaaa......" Queen semakin histeris menangisnya karena dia tidak ingin ditinggalkan oleh suaminya apalagi suaminya pergi dalam keadaan marah padanya, berbagai pikiran negatif langsung masuk ke dalam otaknya.


"Aku mau ikut suami...aku mau ikut...suamiii" teriaknya saat frans mengangkat kopernya dan berjalan keluar menuju lift lalu turun dan memasukkannya satu persatu kedalam bagasi mobilnya maka semakin putus asalah Queen dibuatnya.


Frans melirik ke arahnya dan berkata dengan ringan.


"Aku sedang sibuk, jangan merengek seperti anak kecil karena kau bukan gadis kecil lagi, pergi dan naiklah ke atas" perintahnya


"Iya aku tau....aku tau aku sudah jadi gadis matang, makanya aku mau ikut suamiku...aku...aku akan bilang pada daddy agar dia menyertakan aku didalam tugasmu...sebentar aku telpon daddy dulu suamiku" ucap Queen sambil terisak, dia pun mencari ponselnya disaku baju dan celananya tetapi ternyata ponselnya tertinggal di kamar. Dia harus menelpon daddynya agar membantunya untuk membujuk suaminya yang sedang marah itu.


"Tunggu aku, ponselku tertinggal di atas aku akan mengambilnya" ucapnya sambil menggerakkan tangannya agar Frans mau sabar menunggunya.


Baru juga setengah langkah keluar parkiran ternyata Frans sudah menyalakan mobilnya dan siap melaju menuju bandara


Melihat dia gagal membujuk suaminya, Queen berlari dibelakang mobil suaminya sambil memanggil-manggil namanya, Queen terus berlari dia akan mengejar suaminya sampai duniapun dia akan tetap mengejarnya.


Queen menghentikan ojek didepannya tatkala dia melihat ojol dengan logo hijau itu sedang melintas didepannya.


Tanpa aba-aba lagi dia langsung naik ke motor itu dan menyuruh ojol itu agar segera mengejar suaminya. Namun ojol itu berhenti karena dia sedang mencari alamat penumpang.


"Maaf tidak bisa begini nona, saya tidak ingin diberi bintang satu karena menolong nona, penumpang saya sedang menunggu saya" ucapnya sopan


"Dengar aku akan membayarmu sepuluh kali lipat asal kau mau menolongku mengejar mobil suamiku, cepatlah dia sudah semakin jauh" Queen nampak berang dan sangat marah pada ojol itu karena mereka saling silang pendapat. Akhirnya dengan kesal ojol itu membawa Queen kepangkalan tukang ojek biasa.


"Heyy...kenapa kau menurunkanku disini, aku sedang mengejar suamiku sialaannn" bentaknya kasar.


"Itu bukan urusanku, maaf nona aku sedang dalam tugas" ucapnya setelah itu ojol itu pun pergi meninggalkan Queen dan menyuruhnya naik ojek biasa menyusul suaminya ke bandara.


Tidak perlu nego apapun karena Queen akan membayarnya berapapun yang ojek itu minta. Mereka pun langsung pergi menuju bandara.


"Ngebut Pak pake jurus rossi atau aku potong uang ojeknya" perintah Queen.


"Wong edan saya bukan pembalap saya tidak mau mati sangit" balasnya.


"Cepatlah ini hidup dan matiku Pak" teriak Queen tidak sabaran. Queen benar-benar kesal dibuatnya, bagaimana dia bisa menyusul suaminya jika kang ojek itu hanya bisa membawa motor dengan kecepatan 40km/jam saja.


"Minggir Pak, berhenti" Queen memerintah sambil menunjuk ke pinggir jalan agar abang ojek itu berhenti, dan dia pun menuruti keinginan wanita setengah gila itu, pikirnya.


Begitu turun Queen langsung mengambil alih motor itu.


"Gadis gila apa yang kau lakukan? Aku tukang ojeknya bukan kamu, kembali ke bangku belakang" perintahnya

__ADS_1


"Diamlah....pegangan kuat-kuat, gaya motormu seperti siput" Queen memaksa mengambil alih motor itu dan seketika dia langsung menarik gas motor itu sekencang-kencangnya hingga hampir membuat kang ojek itu jatuh terjungkal. Sepanjang perjalanan dia hanya memaki-maki wanita itu yang sedang mengendarai motornya dengan gila-gilaan dan dia pun membacakan lantunan doa-doa agar kelak jika dia mati dijalanan bisa langsung masuk surga.


"Bocaah edaaaannnn....nyeseel aku ngojek hari iniiiii" teriaknya putus asa


"Hidupmu tapi kematian untukku" teriaknya lagi.


"Diamlah aku tidak suka judul lagumu" Queen semakin mengencangkan motornya dan menyalip jika ada celah diantara mobil-mobil itu.


Setelah berkejar-kejaran dengan waktu dan mendengarkan suara sumbang makian kang ojek itu, akhirnya mereka tiba dengan selamat di bandara.


"Alhamdulillah aku masih hidup" kang ojek itu mengelus-elus jantungnya yang se daritadi hampir copot.


"Tunggu disini aku mencari suamiku dulu" Queen bergegas pergi masuk ke pintu bandara, dia celingak-celinguk mencari keberadaan suaminya.


Ununglah rupanya Frans sedang mengantri dipintu masuk Queen berteriak memanggilnya


"Dokter Frans" panggilnya kencang sambil melambaik-lambaikan tangannya. Frans yang sangat mengenal suara itu menoleh ke belakang, tampaklah istrinya sedang melambai-lambaikan tangannya dengan mata merah karena menahan tangis.


Begitu melihat istrinya, Franspun kembali ke posisi semula melanjutkan pemeriksaan itu hingga dia masuk ke dalam ruang tunggu.


Melihat suaminya akan melintas dihadapannya yang terhalang kaca, Queen menggedor-gedor kaca itu berharap suaminya menghampirinya namun Frans tetap berjalan walaupun perlahan, mungkin dia bimbang antara harus menoleh atau tidak ke arah istrinya, karena dia harus menghukum wanita itu akhirnya dia memutuskan tak akan menoleh ke arah istrinya dan langsung menghilang begitu saja hingga membuat Queen kembali menangis, dia pun meluruhkan tubuhnya ke bawah dan memeluk dengkulnya menyelesaikan tangisnya dan penyesalan yang begitu dalam.


Di ujung lorong Frans melihat istrinya yang sedang menangis putus asa. Sejujurnya dia pun tak ingin melakukan hal ini karena walau bagaimana pun dia sangat mencintai wanita centilnya itu yang selalu menggodanya dan sukses membuatnya tertawa. Sungguh dia akan merindukan momet-moment itu. Walau istrinya selalu merepotkan dan selalu memberinya ide-ide gila namun justru itu yang membuatnya semakin jatuh cinta padanya.


"Maaf sayang aku harus melakukan ini karena aku ingin tahu sebatas apa artiku pada dirimu. Jika kamu sabar menunggu maka kita akan tetap bersama selamanya. Aku janji akan kembali lagi sampai aku bisa menghilangkan rasa kecewaku ini" ucap Frans dalam hati sambil terus menatap gadisnya yang sedang menangis karenanya.



"Hey gadis gila enak saja main pergi tanpa mau bayar, ayo cepat bayar uang yang kau janjikan" kang ojek itu menagih bayaran pada Queen




"Heii bang, gue bener-bener lagi sedih, gak tau apa gue baru ditinggal laki? gue gak mau jadi janda muda" Queen menjawab ketus.



"Sabar dulu napa...gue belum selesai nangis nih" Queen menghapus air matanya dia mencari-cari dompetnya atau paling tidak masih ada sisa-sisa uang dikantung-kantung celananya namun semua nihil.



"Maaf bang bukannya gue gak mau bayar, dompet gue ketinggalan dirumah. Ayo antar aku pulang nanti aku bayar semuanya" pintanya sambil sesekali menahan tangis.



"Ngerepotin banget sih lu neng, kalau gak punya duit gak usah ngojek. Udah bikin gue jantungan pake acara gak mau bayar lagi" omelnya.



"Beneran gue bang kaga bawa dompet nanti gue bayar satu juta, tapi anterin gue pulang dulu" tawar Queen.



Akhirnya setelah lama berfikir kang ojek itu pun menyetujui ucapan Queen, dia akan mengantar wanita edan itu pulang sambil menerima upahnya.

__ADS_1



"Bang, pinjemin gue duit buat beli aqua, nanti gue tambahin ongkosnya" Queen benar-benar merasa kehausan sehabis menangis hebat tadi.



"Elu neng bener-bener nguji kesabaran gue, udah gak mau bayar pake acara minjem duit gue segala" omelnya



"Wait...gue bayar bang nanti kalau sampai rumah, ralat tuh ucapan lu bang, entar bener-bener gue gak bayar lu mau?" omel Queen.



Setelah meneliti Queen dari atas sampai ke bawah akhirnya kang ojol itu pun memberikan uang sepuluh ribuan padanya.



"Ini cukup buat beli aqua? Kurang bang gue pinjem lima puluh ribu" ucap Queen yang membuat mata abang ojek itu melotot.



"Elu mau minjem apa ngerampok gue neng? benar-benar membuat kesal, sini gue ambil lagi gak jadi gue pinjemin" mereka tarik-menarik uang sepuluh ribuan itu, akhirnya Queen pun mengalah semoga bisa kebeli aqua untuk melepaskan dahaganya.



Dia pun berjalan ke arah barat menuju warung kecil yang berjualan minuman dan makanan ringan. Dia mengambil aqua satu dan membayarnya dengan uang sepuluh ribuan.



"Kurang neng, aqua harganya lima belas ribu" ujar tukang warung itu.



"Astaga kamu jualan apa mau merampok saya?" tanya Queen



"Di dalam lebih mahal lagi harganya dua puluh lima ribu" ucap tukang warung itu.



Seketika Queen mengembalikan kembali botol itu sambil mengumpat dalam hati. Dia menyenderkan punggungnya dipilar besar itu sambil berwajah masam. Dia melihat ke arah samping tampak para pramugara dan pramugari serta pilot terbang sedang berjalan bersama sambil membawa kopernya masing-masing.



"Gilaaa parah....bening-bening banget pemandangan" Queen terus saja memperhatikan mereka dari jauh dengan penuh kekaguman.


Tiba-tiba seseorang menyodorkan aqua kepadanya, seketika dia menoleh kepadanya dan terkejut...."Kamu!"....



Met sore kesayangan...selamat hari minggu....happy reading.


Video ada di IG taroe75 😂

__ADS_1



__ADS_2