Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
2 Lamaran


__ADS_3

Linda segera mendorong tubuh Axel menjauh. Dia tidak ingin terlena kembali dengan sentuhan dan kehangatan tubuh Axel.


Axel memprotes perlakuan Linda namun dia hanya menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum manis. Axel tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima pasrah nasibnya. Dengan wajah memerah dia tetap tersenyum dan mencubit lembut pipi kekasihnya itu.


"Sudah hampir pagi Xel, pergilah..aku tidak ingin sampai papa tahu kehadiranmu saat ini" wajah Linda menunjukkan kekhawatirannya.


Axel meraih tubuh Linda dan mendekapnya erat sambil mengelus-elus kepalanya.


"Baiklah aku akan pulang, lusa aku akan kembali dengan orangtuaku untuk segera meminangmu" jawab Axel sambil menautkan kening mereka dan Linda menganggukkan kepalanya.


Dengan berat hati dia pun melepaskan pelukan itu. Tubuhnya mulai menjauh dan jari-jari merekapun perlahan mulai terlepas.


"I love you" Axel


"I love you more" Linda


Akhirnya Axel meninggalkan rumah itu dengan hati yang berbunga-bunga. Walau nampak seperti maling cara dia menemui kekasihnya,saat pulang dan pergi tapi itu tak mengapa karena besok pagi dia harus berbicara serius kepada kedua orang tuanya dan meminta mereka secepatnya untuk melamar Linda, pemilik hati dan jiwa raganya saat ini.


Sepanjang perjalanan wajah Axel terlihat sangat sumringah sambil sesekali tersenyum, rona wajah merah muda tampak jelas terlihat di wajah putihnya itu. Para pengawal hanya bisa mengulum senyum sambil menerka adegan mesum antara tuannya dan dokter cantik itu. Axel memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur. Wajah Sky dan Linda menari-nari dipelupuk matanya dan dia pun tertidur pulas dalam perjalanan pulang menuju rumah daddy Niel.


Setelah dibangunkan oleh pengawalnya, dia pun segera keluar dari mobil sambil berjalan sedikit sempoyongan karena hawa kantuknya. Pengawal ingin membantunya namun Axel melambaikan tangannya mengisyaratkan seolah-olah dirinya baik-baik saja.


"Its ok, kalian beristirahatlah" setelah berkata demikian dia bergegas menuju kamarnya.


*****


Pagi itu wajah Linda sangat berseri-seri, dia tidak dapat menahan rasa bahagianya saat ini sampai - sampai sang Papa merasa heran sendiri.


"Aahh...jangan-jangan dia tahu jika hari ini Pandu akan melamarnya" pikirnya, dan dia pun mengulum senyum melihat raut wajah putri semata wayangnya itu.

__ADS_1


"Ada kabar gembirakah hari ini? wajahmu segar sekali pagi ini Lin" ucap sang ayah.


"eehhmmm.....aku ada berita baik pah yang ingin aku sampaikan" jawab Linda sambil senyum malu-malu.


"Oohh....Papa pun punya kabar bahagia untukmu sayang"


"Oh ya?aku dulu deh yang akan membagikan kabar bahagia ini" Linda.


"No..no..no....Papa dulu yang akan menyampaikan berita bahagia ini" ucapnya sambil memasukkan sepotong roti ke dalam mulutnya.


"Baiklah ceritakan kabar bahagia kalian bergantian" ucap sang mama sambil membuat roti selai untuk putrinya.


"Baiklah Papa dulu yang akan menyampaikan berita ini kepada kalian" dia pun menatap lekat-lekat wajah cantik putrinya.


"Kalian harus bersiap-siap nanti malam, karena Dr.Pandu dan keluarnya akan datang melamar putri kita malam ini" ucapnya sambil tersenyum lebar.


"Kenapa sayang? kamu kaget? iya papa baru beritahu kamu sekarang, soalnya Pandu semalam langsung menyampaikan niat baiknya kepada Papa. Kamu pasti senang kan mendengar ini semua?" Papa nampak bahagia menyampaikan berita baik itu, tapi tidak dengan Linda. Wajah gadis itu langsung memucat.


"Kenapa sayang? apa kamu tidak bahagia mendengar kabar baik ini?" tanya mamanya.


Linda nampak seperti orang linglung saat ini. Bagaimana mungkin dalam waktu yang bersamaan dia dilamar oleh dua pria sekaligus, hanya bedanya yang satu dia cintai dan yang satu lagi tidak. Padahal dia baru saja akan mengatakan jika Axel semalam baru melamarnya dan kemungkinan lusa keluarganya akan bertandang kesini.


"Bu-bukan begitu mah, ha-hanya saja semalam Axel melamar aku dan kemungkinan keluarganya juga akan kemari lusa" jawabnya dengan nada gugup.


Sontak saja pernyataan Linda membuat kaget kedua orang tuanya dan tanpa aba-aba lagi sang Papa langsung menggoyangkan jari telunjuknya ke arah Linda.


"No...no...Papa tidak akan pernah merestui hubungan kalian. Ingat....bagaimana dia dulu meninggalkanmu begitu saja" ucapnya geram.


"Tapi pah, itu bukan salah Axel semua salah aku...aku yang pergi meninggalkannya tanpa memberitahu dia keberadaan anaknya dan sesungguhnya aku pun tak tahu jika aku akan hamil anaknya" wajah Linda nampak sendu dan matanya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Ibu Linda hanya bisa mengurut keningnya. Dia bingung dengan keadaan ini, anak dan papa nya sama-sama keras kepala.


"Papa akan usir keluarga Axel jika dia berani menginjakkan kakinya disini. Cukup sudah kotoran yang dia lemparkan kepada keluarga kita. Papa sudah tidak mau mendengar namanya disebut-sebut lagi dirumah Papa" ucapnya pedas dan dengan tatapan mata yang menyalakan aura kemarahan, setelah itu dia menggebrak meja dan pergi kedalam kamarnya.


"Aku tidak akan menerima Pandu, aku hanya ingin menikah dengan Axel, ayah dari anakku" teriaknya tak mau kalah namun Papanya terus saja berjalan dan menganggap perkataan Linda hanya angin lalu saja.


Linda tidak kuat dengan kondisi ini, dia pun memeluk ibunya dan menangis sejadi-jadinya.


"Tenanglah nak....Mama akan bicara pada Papamu, semoga hatinya melunak" dia pun mengelus-elus punggung putrinya berusaha memberikan ketenangan untuknya.


"Huhuhu....aku hanya ingin menikah dengan Axel mah, bukan dengan Pandu. Anakku butuh ayahnya dan Aku pun butuh dirinya karena aku mencintainya mah. Aku tidak ingin dipisahkan lagi, hidup kami harus terus berjalan"


Mama nampak mengangguk-angguk tanda mengerti akan ucapan anaknya.


"Sabar ya nak...jika jodoh tak akan lari kemana. Sebaiknya kamu lihat anakmu di kamarnya, apakah dia sudah bangun atau belum? mama sudah buatkan sup cream kesukaannya"


Linda melonggarkan pelukannya dan mencium ibunya.


"Mama memang the best, selalu mengerti aku" ucapnya dengan suka cita.




Maaf gaes.....lama gak upload tapi aku usahakan sampai tamat


Maaf beribu-ribu maaf.


Jumpa lagi besok ya 🥰

__ADS_1


__ADS_2