Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Kamu Harus Pergi


__ADS_3

"Mom...katakan apa yang sudah terjadi?"tanya mereka. Alma diam hanya matanya saja yang berbicara.


Mereka bertanya-tanya sendiri tak berani memaksa mommy-nya untuk segera memberitahu.


"Kalian jangan kaget jika nanti Hilda keluar dari rumah ini" ujar Alma pada akhirnya.


"But why mom?"tanya Queen.


"Dia ingin kembali kerumahnya?its oke lah itu, dia kan memang hanya sementara tinggal disini" Queen.


"Maksud mommy kemungkinan dia tidak akan kembali lagi kesini untuk selamanya" Alma sedikit tercekat mengatakannya.


"Kenapa mom?kenapa mereka?apakah mereka mau bercerai ?" Queen bertanya kembali karena penasaran, Celline kaget mendengarnya, dia menutup mulutnya dengan jemari tangannya dan berjalan mundur kebelakang, seakan tidak percaya dengan perkataan mommy Al. Celline pun segera pergi ke kamar Hilda untuk bertanya lebih mendetil lagi.


"Hil-Hilda...be-benarkah apa yang mommy katakan?coba jelaskan padaku ada apa sebenarnya?" Celline mengguncang-guncang bahu temannya.


Hilda langsung memeluk Celline dan menangis sejadi-jadinya.


"Huhuhu....maafkan aku Line...maafkaannn...huhuhu" Hilda terus saja menangis tersedu-sedu hingga membuat Celline meneteskan air mata.


"Ada apa Da?kamu itu sahabatku tapi kenapa bisa terjadi seperti ini?ada apa sebenarnya? Axelkan sangat mencintaimu, lalu kenapa kamu malah ingin bercerai darinya?apa yang kurang dari Axel?" tanya Celline.


"Dia tidak kurang apa-apa Line aku yang salah saat ini, aku sudah menghianatinya. Tapi...tapi itu diluar kesadaranku huhuhu" air mata tak berhenti-berhenti keluar dari mata indahnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?katakan padaku?" Line


"Sebenarnya Axel ada main dengan mantan kekasihnya, aku merasa terabaikan dan dia pun sudah lama tidak pernah menyentuhku. Aku kekeringan Line aku frustasi, teman-temanku mengajak aku minum-minum dan aku dibuat mabuk hingga...hingga terjadilah hal diluar dugaanku...aku malu mengatakannya huhuhu" Hilda menundukkan kepalanya.


"Apa yang terjadi?katakan apa yang terjadi Da?" desak Celline


"Tio...Tio...aku...aku...aahhhh...huhuhh...ka-kami berhubungan intim"Hilda menutup wajahnya dan kembali menangis.


"Hilda...Hildaaa...apa kamu sudah gila?"bentak Celline dan Hilda menundukkan kepalanya hingga menyentuh dengkulnya.


Celline menepuk keningnya sendiri, kesal dan marah dengan kelakuan Hilda.


"Aku sudah bilang berkali-kali, jauhi Tio karena kamu sudah menikah dengan Axel. Kenapa kamu tidak mau mendengar ucapanku sih??eerrrhhhhh...gemes....gemes banget aku tuh sama kamu Hilda" ingin rasanya Celline jedotin kepala Hilda dan melempar keluar rumah tetapi itu tidak mungkin dilakukan.


"Bantu aku Line....bujuklah Axel, lagipula bukankah dia amat sangat mencintaiku?"Hilda.

__ADS_1


"Lupakan aku tidak suka penghianatan Hilda, maaf aku tidak bisa membantumu" Celline segera meninggalkan kamar itu dengan wajah sedih.


Hilda menangis hingga kering air matanya, tak satupun keluarga Axel yang sudi menolong dirinya. Dia keluar dan memberanikan diri mencari ayah mertuanya, baru saja dia membuka pintu ruang kerja daddy, daddy sudah menyetop dengan tangannya agar dia berhenti. Antara malu dan sakit ingin rasanya Hilda mati saat ini juga, dia segera berbalik dan mencari Axel.


"Kemasi barang-barangmu...maaf Hilda semua sudah usai sampai disini saja. Ambillah rumah kita, ku ijinkan kamu untuk menempatinya, aku akam kirim secepatnya sertifikat atas namamu. Soal nafkah untuk bayimu mintalah ke ayahnya, aku hanya akan memberikan tambahan saja itu pun jika aku ingat dan aku mau, aku tidak mau terikat soal nafkah karena dia bukan anakku" Axel berbicara tanpa melihat ke arah Hilda sedikitpun, setelah itu dia pergi entah kemana.


Hilda memasuki kamarnya dengan langkah gontai, dia melihat sekeliling kamar itu dengan air mata yang selalu menetes. Mbok Ida tidak tega melihat keadaan Hilda, dia membantu mengepak barang-barang Hilda. Untung saja tidak banyak barangnya karena memang dia tidak tinggal disitu.


Sambil menggendong bayinya dan menarik kopernya, Hilda menemui ibu mertuanya hendak pamit. Alma tidak tega melihatnya, dia memeluk Hilda dan ikut menangis juga. Dia membawa Hilda keruang kerja daddy, dia akan memberikan 20% sahamnya kepada Hilda (perusahaan Alma bukan perusahaan suaminya) dan membiarkan Hilda bekerja dikantornya. Dia meminta daddy untuk membuat draft agar bisa mereka tanda tangani.


Daddy sebenarnya tidak setuju namun itu permintaan istrinya mau tak mau dia pun mengabulkannya, namun hanya 10% saham yang diberikan daddy kepadanya bukan 20%. Rasanya lebih dari cukup jika setiap bulan Hilda menerima transferan 100jt cuma-cuma untuk menghidupi anaknya.


Hilda menoleh ke Alma karena nilai saham yang diberikan daddy tidak sesuai dengan yang Alma minta.


"Tanda tangan atau tidak sama sekali?"ancam daddy.


Karena takut akhirnya Hilda menandatangani surat itu.


"Sopir akan mengantarmu, pergilah jangan sampai anakku masih melihatmu disini" usir daddy.


Hilda pun mencium tangan daddy sambil kembali terisak. Alma ikut mengantar sampai depan pintu, selanjutnya Hilda pulang kerumahnya diantar sopir sambil menangis dan memandangi terus mansion indah itu. Entahlah apakah dia bisa kembali lagi ke situ atau tidak. Hanya penyesalan yang ada sekarang ini.


****


"Hayyy" sapanya saat Linda membukakan pintu kamar hotelnya. Tercium bau alkohol yang menguar dari mulutnya.


"Kamu mabuk?kenapa bisa mabuk?"Linda memapah Axel masuk ke dalam.


"I miss you baby" Axel berusaha mencium bibir ranum Linda namun Linda membuang mukanya. Dia tidak tahan dengan bau alkohol itu. Dia mengantar Axel dan membawanya ke ranjang. Axel menariknya paksa, Linda memberontak.


"Jangan begini Axel, kamu jangan keterlaluan" ucap Linda saat jatuh diatas dada Axel, melihat wanitanya dia tersenyum sambil membelai bibir itu. Linda menampik tangan itu lalu dia buru-buru berdiri.


"Tidurlah...besok baru kita bercerita apa masalahmu" ucap Linda sambil membuka sepatu Axel.


"Kamu...kamulah yang membuatku gila...hahaha" Axel tertawa.


"Dasar tidak waras" ucapnya lalu meninggalkan kamar itu, dia duduk dibalkon sendiri sambil melihat kearah bawah menatap mobil yang lalu lalang dan melihat-lihat bangunan-bangunan tinggi itu. Pikirannya melayang karena merindukan anaknya.


Axel memanggil-manggil nama Hilda, dia menumpahkan semua kekesalannya.

__ADS_1


"Aku salah menikahimu pelac**"


Linda menengok ke arahnya.


"Hmm...pasti ada yang tidak beres dengan istrinya hingga Axel bisa mabuk seperti ini" dia pun bangkit dan duduk ditepi ranjang


"Apa yang terjadi denganmu?"tanyanya


"Aku...aku dikhianati..dada ini rasanya sesak sekali hik...hik" Axel


"Apa yang Hilda lakukan terhadapmu?"tanyanya lagi


"Dia...dia berselingkuh dan bercinta dibelakangku?"jawab Axel antara sadar dan tidak.


"Bukanlah kamu juga berselingkuh dibelakngnya?wajar dong dia melakukan hal itu?" Linda sengaja memancing terus


"Tapi...tapi dia mantan kekasihnya?"jawab Axel bingung.


"Aku juga mantan kekasihmu" balas Linda


"Tapiii...tapi dia adalah ayah anaknya" jawab Axel lagi.


"Aku pun ibu dari anakmu" Linda tersenyum


"Tapi...tapi.."Axel menghentikan kata-katanya bingung dia mau menjawab apa.


"Tapi apa?"Linda


"Aku tidak bercinta denganmu" Axel


"Itu karena aku tidak mau, jika aku mau maka kamu pun sama saja dengannya. Sudahlah maafkan dia dan kembalilah dengannya" bujuk Linda.


"Tidak ...aku tidak mau, aku ingin dirimu" ucap Axel sambil sesekali matanya terpejam.


"Tetapi aku tidak ingin dirimu, paham sayang" Linda


"Jangan...tolong jangan katakan itu, aku butuh dirimu...dirimuuu" Axel lalu memejamkan matanya dan tertidur. Linda menarik nafasnya, rasanya sangat tidak mungkin dia akan kembali kepada Axel walaupun dia memiliki anak dengannya. Dia ingin kehidupam baru yang benar-benar baru, jika saja dia sedang tidak dalam masa penahanan, dia tidak akan mau lagi bertemu Axel.


Rasanya puas melihat Axel menderita, mengingat kisahnya dulu yang dihempaskan dan hanya dijadikan pelarian saja olehnya. Sekarang pria itu terhempas dengan wanita yang sangat dicintainya. Entahlah saat ini apakah dia harus bahagia ataukah sedih melihat Axel saat karma sedang memainkan peran untuk dirinya.

__ADS_1


*****


Met pagi genks....emak tepar kemaren makanya gak bisa up, mohon maaf ya😫 dahlah emak mau tidur lagi, badan masih greges2...maaf kalo banyak typo🤗


__ADS_2