Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Serangan Jantung


__ADS_3

Linda segera menyudahi serangan Axel, dia mendorong pelan bahu Axel sambil merapikan blous-nya.


"Axel...aku harus mulai bekerja, jika kamu tidak sibuk boleh aku minta tolong?" Linda


"As you wish, sweetheart" Axel


"Tolong jemput Sky jam 1 siang di sekolahnya, aku titip anakku dulu ya nanti aku ambil sekitar jam 5" Linda


"Oke honey, kerja yang baik ya, aku juga langsung ke kantor kakak...kerja cari uang biar bisa nafkahin kalian" ucapnya nakal sambil mengerlingkan mata.


Linda tersenyum lalu dia mengambil jas putihnya dan keluar menuju ruangan lain, tentu nya setelah berpamitan dengan Axel.


Axel pun pergi ke kantornya sekarang untuk membantu kakaknya mengelola perusahaan ayahnya.


Semenjak kehadiran Linda dan Sky disisinya, Axel mulai melirik dan belajar mengelola perusahaan dengan dimentori kakak dan ayahnya. Dia ingin menunjukkan tanggung jawabnya sebagai seorang laki-laki dan juga sebagai anak yang berbakti pada orang tua. Sudah cukup petualangannya sekarang, selain bermain saham, dia juga harus mempunyai penghasilan lainnya. Motonya saat ini adalah "berkarya selagi muda, tua kaya raya, mati masuk surga" wkwkwk



Axel membawa anaknya ke rumah mommy Al, dia ingin mendekatkan anaknya dengan keluarganya. Sky bermain dengan sangat bahagia bersama nenda Alma.



"Besok sekitar jam 5 saja ya kita kerumah Linda, Xel" ucap Alma sambil duduk disebelah anaknya yang sedang sibuk memberikan aba-aba mengajari Sky berenang



"Oke mom...gak masalah, aku beritahu Linda nanti. Jam 5 dia akan kemari sehabis pulang kerja" Axel bercakap-cakap dengan mommynya sambil mengurus anak nya yang sedang berenang. Dia memberikan handuk kepada Sky.


"Anak daddy sudah pintar berenangnya ya?" Axel langsung mengambil tubuh anaknya dan melilitkan handuk ditubuhnya supaya tidak dingin.



"Iya daddy...daddy yang ajari aku berenang. Boleh aku berenang lagi besok dad?" tanyanya polos.



"Tentu kid...kamu bisa berenang sepuas hatimu dan kapanpun kamu mau" Axel mencubit pipi anaknya dengan gemas.


Alma tersenyum melihat anaknya sangat perhatian pada putranya.


"Akhirnya Axel menemukan kebahagiaannya, semoga tidak ada halangan lagi kedepannya" begitu pikirnya.



Tak berapa lama,


"Hay...hay...aku datang" teriak Queen. Dia segera menuju halaman belakang dimana mommy dan kakaknya berada.



"Eehhh....ada ponakan onty" Queen langsung memeluk Sky.



"Tumben kamu sudah pulang?" tanya mommy Al.



"Terpaksa mom....aku dijemput sama koko Frans" ucapnya sambil merengut.



"Harusnya kamu bahagia nak" ucap Alma lagi.



"Apanya yang bahagia mom, lihat saja dia hanya ngedrop aku dirumah terus dia pergi lagi ke kantor apa tidak ngaco itu namanya?" Queen nampak kesal.



"Susah punya suami gila kerja" runtuknya.



Alma hanya tersenyum melihat kekesalan di wajah anaknya.



"Makanya cepat kasih dia anak, dijamin bakal betah dirumah" timpal Axel.


__ADS_1


"Aku masih terlalu muda Xel, masih ingin hang out bersama teman-teman" Queen



"Terus dulu kenapa kamu ngejar-ngejar bahkan sampai menjebak dia segala hah??" Axel



"Ooh...itu...hmm...apa ya....wkwkwk...udah ah jangan dibahas" wajah Queen langsung merona



"Axel sialan buka aib gue segala, untung cuma ngomong didepan nyokap" gerutu Queen dalam hati.



"Awas lo ngomong begitu didepan koko, gue santet lo sampai kering" Queen menunjukkan tinjunya didepan Axel sementara Axel hanya terkekeh.



"Bentar ya...gue angkat telpon dari koko dulu" Queen langsung menyingkir dari sana dan menerima panggilan telpon dari suaminya dengan manis.



"Masa sih yang? Axel kayanya belum tau deh, soalnya dia lagi sama anaknya disini" Queen nampak manggut-manggut.


"Iya deh aku coba kasih tau Axel, bye sayangnya Queen...muuaach" Queen berkata dengan genit.



Setelah menerima telpon dari suaminya, wajah Queen nampak risau ada sedikit kekhawatiran disana. Dia pun segera kembali ketempat semula.



Dia mendekati Axel sementara Alma sedang menyuapi Sky lasagna.



"Xel..." panggilnya



"Hmmm..." jawabnya




Axel segera menoleh sambil menatap Queen lekat-lekat.



"Kenapa? masuk RS mana? Kenapa Linda gak ngomong sama aku sih?" Axel mulai tampak panik.


"Aku telpon dia dulu"


Dia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Linda, tak berapa lama panggilan itu langsung terhubung



"Sayang....kamu dimana?" tanyanya



"Aku...aku lagi di rumah sakit Mitra Xel, papa masuk Rumah sakit" jawabnya sambil menahan tangis..



"Aku kesana sekarang, biar Sky sama mommy dulu ya. Kamu tenang ya sayang" setelah berkata seperti itu Axel langsung menutup telponnya sepihak, dia mengambil jaketnya dan menitipkan anaknya pada mommy Al dan Queen.



"Jadi rencana kita besok gagal dong Xel?" tanya mommy Al



"Iya mom, tampaknya kita harus menunda lamaran ini" jawab Axel sambil meresleting jaketnya.



Alma menarik nafas berat, padahal perlengkapan lamaran sudah siap sekitar 70% tapi sepertinya acara ini akan gagal karena orang tua mempelai sedang masuk rumah sakit.

__ADS_1



"Harusnya gak gitu juga kali mom, biarin aja acara lamarannya langsung di rumah sakit, siapa tau papanya Linda langsung sembuh" ucap Queen asal



"Cckk...kamu itu kalau bicara jangan ngawur Queen. Lihat situasi dulu nak, jangan asal main hajar aja apa kata orang nanti?" Alma



"Alaahhh....hidup mah gak usah dengerin kata orang mom, kita berdiri dikaki kita sendiri, emang kita dikasih makan sama orang?" ujar Queen sambil berapi-api.



Alma hanya bisa menggeleng tidak membenarkan dan tidak juga menyalahkan perkataan anaknya.



"C'mon Sky sama onty, kita jalan yuk makan ice cream" Queen melenggang keluar sambil menggamit tangan Sky.



"Aku titip anakku dulu Queen" ucap Axel dan Queen hanya menggangguk.



Axel pamit kepada mommy Al lalu dia meneruskan langkahnya pergi ke rumah sakit Mitra menemui kekasihnya juga calon ayah mertuanya.



Perjalanan hanya memakan waktu 35 menit saja, karena Axel mengendarai motor supernya. Tidak berselang lama dia tampak sudah bersama dengan kekasihnya.



"Apa yang terjadi?"tanyanya sambil merengkuh tubuh kekasihnya.



"Papa Xel...papa kena serangan jantung, aku tidak tau harus bagaimana sekarang ini...huhuhu" tangis Linda akhirnya pecah.



"Bisa kamu ceritakan kejadiannya sayang?" tanya Axel lembut sambil merapikan rambut gadisnya.



"Aku hanya dapat telpon dari mama dan dia memberitahuku jika papa kena serangan jantung dan dibawa ke rumah sakit ini" ucapnya sambil menenggelamkan wajahnya didada Axel.



"Ya Tuhan...kenapa bisa begitu?" Axel penasaran.



"Entah Xel, papa langsung sesak nafas setelah menerima telpon dari seseorang.



"Memang siapa yang menelpon papa hemm?"tanya Axel sambil memajukan janggutnya.



"Entahlah...dia memakai private number jadi aku tidak bisa melacaknya" Linda nampak frustasi



"Tenanglah, kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan papa saat ini" ujarnya kalem. Linda mengangguk kemudian Axel mengajak Linda menemui ayahnya.



"Papa...ini Axel" ujarnya dengan hati-hati.



Sang papa perlahan membuka matanya dan begitu melihat Axel ada dihadapannya nampak kemurkaan tercipta dari matanya, dia ingin berbicara namun jantungnya terasa sakit hingga dia meminta Axel untuk keluar melalui gerakan jari tangannya.



Met malam genks...baru bisa setor jam segini, lagi rempong akika...wkwkwk.


Next story, IG Taroe75

__ADS_1



__ADS_2