Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
40. Galuh vs Davis


__ADS_3

"Kau pandai ngatur kamar ya? Berasa nyaman." Tanpa basa-basi dia merebahkan tubuhnya di kasur bernuansa hello Kitty.


Galuh mendelik menatapnya, dia tak suka perbuatannya Davis langsung seenaknya aja. Dia langsung menghampiri nya setelah menata barangnya Davis setelah menutup pintunya. "Kamu! Jangan seperti ini?" Pekik Galuh tertahan.


"Hanya meluruskan badan pegal tadi aku naik motor trz nganterin kamu. Berbagilah sedikit saja, sebentar ya?' Bujuk Davis pada Galuh yang berkacak pinggang di depannya.


bahkan Davis tak membetulkan ikat pinggang nya yang masih terbuka lebar namun celana jeans nya sudah ia rapikan.


" Kau jangan seperti ini, tak enak lagi. Ini sudah 5 menit pergilah!" Usir Galuh. Ia malu jika nanti Davis mendengar suara itu apa kata nya nanti.


Galuh menarik nya sekuat tenaga namun yang ada ia malah ditarik Davis. Sehingga terjerembab ke dalam pelukannya dan pas momentum itu. Parahnya bibir mereka bertemu, ciuman ringan.


Kaku, terpaku pada kesunyian di ruangan itu hanya mesin pendingin ruangan yang bergerak. Waktu seperti berhenti, Galuh tersentak hendak bangun namun di tahan pinggang nya oleh Davis.


"Jangan kabur! Kau tanggungjawab karena sudah mengambil keperawanan bibir ku!" Ucap Davis. Galuh melongo , ada yang model gini ya? Modus dasar laki-laki brengsek!


Galuh memaki dalam hati menyesali menerima tawarannya malah menjadi bumerang bagi nya.


"Lepaskan! Mesum kamu mau melecehkan aku? Pengecut!" Umpat Galuh emosi. Dan Davis membalik tubuhnya lalu mengukung Galuh di bawahnya. "Kau harus tanggung jawab akan semua yang kau lakukan padaku!" Tegas Davis dengan wajahnya serius.


"Kau gila yang ada aku rugi tahu! Kau menang banyak sudah pegang-pegang tubuh aku!" Hardik Galuh tak gentar.


"Dasar sinting lepas!" Umpat Galuh dan itu tak terjadi, Davis tak bergeming ia menahan pergerakan Galuh dengan satu kakinya tepat depan **** * nya. Dan kedua tangannya ditahan di atas kepalanya.


Davis melepaskan ikat pinggang nya dan mengikatnya, kedua tangannya Galuh erat. "Kau tanggungjawab pada ku jadi pasangan ku seumur hidup. Karena sudah melakukannya. Jadi kita resmi pasangan mulai sekarang."

__ADS_1


Bisikan Davis membuat tubuhnya Galuh meremang karena itu. Masa karena itu ia jadi pacaran sama Davis. Batinnya berkutat sendiri menatap wajah lelaki tak percaya.


"Kata orang mencium itu bisa candu, rasa bibir mu manis stroberi. Aku suka." Kata Davis. Dan detik berikutnya lelaki itu menciumnya lagi , lagi dan lagi. Berulangkali dan tangannya meraba-raba wajahnya Galuh sedang yang satu masih menahan tangannya Galuh yang terikat.


"Aku suka sekali. " Davis pun mencium seluruh wajah Galuh. "Luar biasa." Serunya. Kesenangan seperti anak kecil menemukan mainannya atau harta yang di anggap nya berharga. Davis mengelusi perut rata Galuh. "Luar biasanya, pantas sekali teman kita banyak penganut *** before marriage." Ucap Davis terkekeh geli sambil menciumi perut rata nya.


Tak lama Davis terpaku, mendengar suara laknat itu yang jelas terdengar. " Apa kau mendengar suara itu?" Tanya Davis.


"Ini sudah biasa. Karena Pak kost sudah mengijinkan pasangannya anak kost untuk menginap. Jadi seperti ini sekarang."


"Udah resiko, bahkan pak kost dapat jatah dari teman. satu kost aku yang kerja di club." Jelas Galuh tanpa melihat ekspresi Davis.


"Apa ? Apa aku boleh menginap juga?" Tanya Davis bersemangat.


"Tidak ! Pergi!" Usir Galuh namun lelaki itu tak menggubris perkataan nya.


Itulah sebabnya Galuh pindah ke kota ini untuk kuliah. Dan sekarang ia malah bertemu dengan cowok model seperti ini. Nasib buruk ku batin Galuh.


Galuh mengerjap menatap wajah Davis yang melepaskan kaca matanya. "Kau bahkan mengelabui semuanya, ini bukan kacamata minus atau plus. Kaca mata tebal aja.." Protes Davis. Sambil melempar nya ke samping terjatuh di lantai. "Aku akan tidur di sini. Kita kan pacaran, a... Laporan dulu." Lelaki itu menyeringai dan bangkit.


Mengaduk tas rangsel Galuh, " Kau bahkan tak memberikan kunci pada ponsel mu." Ujarnya ia mengotak atik benda pipih itu beberapa saat lalu meletakkan begitu saja.


Kembali ke sisi Galuh, Galuh yang bangun duduk di ranjangnya langsung ditarik ke dalam dekapannya Davis. "Jangan banyak bergerak nanti aku minta yang lain Lo.." Bisik Davis.


Tentunya ini membuat Galuh kaku menatap wajah lelaki itu geram, urat-urat diwajahnya menonjol karena menahan amarahnya. Lagi-lagi Davis mencuri ciuman lagi dan memeluknya.

__ADS_1


Davis langsung memejamkan matanya dan wanita itu tentu nya masih terjaga karena takut diterkam sewaktu waktu.


Keesokannya. Mereka berganti menggunakan kamar mandi untuk membersihkan diri mereka. Davis terlihat mempesona dengan sisa air yang masih menetes di anak rambut nya.


"Parah, kenapa juga kau terpesona dengan keindahan dirinya. Dasar kamu gatel Galuh." Wanita itu memaki dirinya sendiri di dalam hatinya.


Mereka keluar karena Davis mengajaknya jalan-jalan di sekitar nya untuk mencari sarapan mereka. "Setelah selesai kamu pulang! Mengerti!" Tekan Galuh dalam bisikan nya.


Davis mengerti namun tak menjawabnya. Mau nolak pun tak bisa Davis tak bisa di sembunyikan jadi masa bodoh dengan segala sesuatu nantinya. Itulah ungkapan di hatinya namun tak kunjung juga keluar dari


Mereka keluar bersamaan dan dari pintu masuk nampak tetangga kost nya yang berisik baru datang bersama dengan seorang laki-laki.


"Kamu punya pacar to Galuh?" Sapa wanita itu menatap Galuh remeh. "Jika saatnya tiba toh akan bertemu cepat jodoh nya. Jadi terimakasih atas perhatian mu "


Davis menampilkan wajahnya datar tatapan matanya yang laksana Lazer membelah orang di hadapannya.


"Semoga sukses ke pelaminan ya?" Ucap wanita itu sinis dan berlalu. Davis mendengus kesal karena terikat kesepakatan nya dengan Galuh untuk tak berbuat ulah jika di tempat kost nya.


"Bagiku Galuh seksi dan cantik namun yang lainnya hanya lah palsu alias plagiat. Seharusnya aku yang menunjukkan kecantikan nya namun kupikir ulang. "


"Ada baiknya begini karena aku ga sanggup berbagi. Maaf bukan sombong namun hidup ku sudah ku abadikan tetap pada pilihan aku. Yang tempat pilihan ku adalah Galuh."


"Yang lainnya adalah Plastik, palsu jadi aku tak mau dekat-dekat takutnya gatal."


Ucapan Davis membuat wanita itu memerah kesal karena perlakuan Davis padanya. Galuh memalingkan wajahnya dan berjalan dahulu tanpa pamit.

__ADS_1


Galuh mengikuti nya dari belakangnya dan tak berani berkata karena ia tahu Galuh sedang mode sensitif kali ini.


__ADS_2