
Naluri seorang ayah membuatnya menjadi begitu posesif. Dia akan membawa Sky ke rumah sakit internasional.
"Sudah kukatakan berulang kali, jika terjadi sesuatu kepada Sky langsung hubungi aku. Aku tidak mau jika ini sampai terjadi lagi Anita" ucap Axel sambil melihat wajah lembut Anita dari balik kaca mobilnya. Entah kenapa wajah Anita itu mengingatkan dia akan mantan kekasihnya. Sikap lembut dan senyumnya membuatnya ingin kembali dan bertemu dengan Linda. Sekarang yang ada hanya penyesalan, dia sudah terlambat untuk mencari kekasihnya kembali. Hilda sudah mengikatnya dengan cincin pernikahan.
"Jangan terlalu over protektif tuan, itu sangat tidak baik. Kamu itu bukan siapa-siapa aku, dan Sky juga bukan siapa-siapa kamu. Kita hanya sekilas saja bertemu dan anda menawarkan bantuan kepada saya yang sedang ada masalah saat itu. Saya hanya tidak ingin jika saya semakin banyak berhutang budi pada anda tuan" ucap Anita sambil mandang Axel dari kaca depan.
"Lupakan semua, aku hanya ingin melindungi kalian saja that's it" ucap Axel
"Baiklah terima kasih atas kebaikan hatimu tuan" Anita
Axel diam dan tak bisa berkata apa-apa, yang dikatakan Anita benar semuanya jika dirinya adalah bukan siapa-siapa. Namun hati seperti tidak terima dengan semua perkataan Anita. Entah apa yang telah terjadi kepadanya, hidupnya terasa hampa tanpa kehadiran bocah kecil itu. Dia merasa kesepian yang berbeda semenjak Anita dan Sky meninggalkan rumahnya. Walau dia menempatkannya dirumah lain namun dia tidak punya alasan untuk pergi kesana mengunjunginya setiap hari. Sedangkan dadanya serasa ingin meledak jika sehari tak jumpa dengan bocah kecil itu.
Axel memarkirkan mobilnya lalu membukakan pintu Sky dan langsung menggendong anak itu. Sementara sebelah tangannya tanpa sengaja menggandeng tangan Anita. Mereka berjalan selayaknya pasangan suami-istri. Aliran darahnya berdesir saat memegang jari lembut itu. Dia merasa aneh, kenapa seperti menggenggam tangan Linda. Berulang kali dia menatap wajah itu namun yang ada hanyalah wajah Anita bukan wajah Linda. Dia membiarkan semuanya mengalir begitu saja dan hari ini dia melupakan sesuatu. Ya dia lupa jika saat ini dia sudah menikah dengan wanita yang sangat dicintainya. Tetapi ada perasaan lain sekarang, kenapa cintanya kepada Hilda tidak sebesar dulu lagi?apa sebabnya? Tuhan...apakah wanita ini sudah menggeser posisi istrinya dihatinya?sungguh keadaan ini menjadi sulit untuk dimengerti.
Dia segera menemui dokter tanpa harus mendaftar dan menunggu antrian. Baginya Sky sangat berharga, apapun akan dia tabrak demi anak itu. Axel langsung masuk ke ruang praktek dokter dan menyuruh dokter itu untuk memeriksa kening anaknya yang terluka. Dia menanyakan bahaya luka yang menggores tipis dikening Sky dan apakah setelah sembuh harus di operasi plastik agar tak ada tanda bekas luka dikeningnya.
Anita hanya bisa mengelus dada dengan kelaluan Axel yang sangat tidak masuk akal itu. Dirinya adalah dokter dan dia tahu jika luka itu hanyalah luka biasa, luka yang akan dialami oleh setiap anak kecil dan seiring berjalannya waktu luka itu akan pupus jadi tidak perlu dilakukan operasi plastik untuk anaknya.
Setelah dokter menerangkan jika luka itu tidak berbahaya dan tidak akan meninggalkan bekas barulah Axel merasa tenang. Dokter hanya meresepkan obat untuk menyamarkan luka saja jika luka itu sudah mengering baru bisa dioleskan.
"Sudah puas tuan?"tanya Anita mengejek dan Axel hanya diam sambil tersenyum lega.
"Baru aku lega sekarang, saat ini ayahnya sedang tidak ada jadi biarkan aku menggantikan posisi ayahnya saat ini"ucap Axel lalu mengambil Sky dari gendongan Anita.
"Ayo kita pergi bersenang-senang, kamu ingin pergi kemana boy?" tanya Axel saat didalam mobil
"Aku ingin ke singapore om, aku mau lihat mickey mouse"ucap Sky dengan mata berbinar.
"Yakin kamu ingin kesana?"tanya Axel.
"Iya om...aku mau" jawab Sky
"Tanya mamamu, boleh tidak kamu pergi kesana?" Axel melihat Anita dari balik kaca.
"Tidak...tidak..tidak boleh, karena om harus bekerja sayang nanti saja ya perginya jangan sekarang" bujuk Anita.
Sky diam dan menunduk saat tidak mendapatkan ijin dari mamanya. Axel tahu jika Sky sedang merajuk saat ini.
__ADS_1
"Tenanglah boy, om akan selalu mewujudkan semua keinginanmu"Axel mengerdipkan mata nakal ke arah Anita dan membuat Anita kaget hingga dia terbatuk-batuk. Dengan cepat Axel mengambil Aqua di dashboard mobilnya dan memberikannya.
"Minumlah" Axel menyodorkan botol yang sudah terbuka itu dan Anita meminumnya. Setelah suasana agak tenang barulah dia menyalakan mobilnya. Ponsel Axel mulai bergetar dan itu pertanda ada telpon masuk, dia mengambil ponsel itu dan melihat nama yang tertera disana. Kemudian dia langsung memasukkan handphone itu ke dalam dashboard mobil tanpa memperdulikan ponsel itu yang terus-meneus bernyanyi dan dia mulai melajukan mobilnya menuju suatu tempat. Dia menyetel lagu anak-anak agar suasana tak sunyi.
"Kenapa tidak diangkat tuan?"tanyanya
"Tidak apa-apa dan tidak penting"jawabnya
"Saya tahu itu pasti nyonya Hilda" Anita
"Bukan...bukan...kamu tenang saja" Axel menjalankan mobilnya pergi menuju landasan pesawat. Mereka semua diam hanya Sky yang bernyanyi-nyanyi mengikuti irama lagu itu.
25 menit perjalanan akhirnya mereka tiba dilandasan pesawat.
"Ayo kita turun,kita sudah tiba dilandasan pesawat" Axel memakai kacamata hitamnya dan membukakan pintu untuk Anita setelah itu dia baru membuka pintu Sky. Dia melepaskan seatbeltnya dan menggendongnya.
"Axel aku tidak mau"Anita
"Coba katakan selagi lagi?"Axel menatap Anita tanpa berkedip.
"Tidak apa-apa santai saja, hanya saja aku seperti mengenal suara itu. Itu suara..."Axel terdiam
"ah sudahlah lupakan" Axel menggeleng-gelengkan kepalanya bermaksud melupakan nama itu. Anita diam saja dia hanya sedang berfikir apa yang akan terjadi jika Axel mengetahui dirinya adalah Linda, sudah pasti dia akan pergi dan mundur perlahan"begitu pikir Linda.
Anita tampak ragu memasuki jetpri itu, ini tidaklah benar pikirnya namun Axel lagi-lagi meyakinkannya jika dia melakukan ini hanya untuk membahagiakan Sky. Dengan Sky sebagai alasan barulah Anita mau mengikuti langkah Axel masuk ke dalam jetpri itu.
Yaa...saat Sky mengatakan ingin bermain ke universal studio, pikiran Axel langsung tertuju ke negara Singapore maka dia meminta ajudan ayahnya untuk segera menyiapkan jetpri karena dia akan mangajak anak itu bermain ke sana.
Sky nampak sangat bergembira, dia berjalan hilir mudik didalam pesawat itu. Linda yang khawatir takut Sky jatuh kembali karena berlari kesana-kemari. Axel menangkap tubuh kecil itu dan mendudukkannya dikursi yang paling nyaman.
Design yang mewah dan juga berbagai macam hidangan di sajikan oleh beberapa pramugari. Tangan kecil itu mengambil beberapa buah dan juga puding, Axel menyuapinya dengan sangat hati-hati. Baru pertama kalinya dia pergi membawa jetpri dengan seorang wanita tanpa ada kekhawatiran jika Hilda akan mengetahui ini semua. Axel lupa jika Hilda mempunyai banyak teman dan mata-mata belum lagi paparazi yang akan memotret mereka dan menyebarkan beritanya kemana-mana. Sepertinya anak itu sudah menghipnotis dirinya hingga dia lupa siapa dirinya itu. Persetan dengan itu semua baginya sekarang adalah kebahagiaan Sky, Sky dan Sky.
Siang itu mereka menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. Tawa Sky seakan tidak pernah pudar, perlakuan Axel membuatnya sangat nyaman berada dipelukannya, kasih sayang yang dicurahkan mirip seperti ayah yang sangat posesif. Anita merasa sangat bahagia melihat potret mereka berdua, dia mengabadikan foto saat Axel memeluk Sky dan menidurinya didadanya. Entah apa jadinya setelah ini dia sudah dapat membayangkannya, kemurkaan Hilda bisa menyusahkan dirinya kembali.
"Ayo kita shoping boy, ambillah semua yang kamu mau"tawar Axel yang membuat senyum Sky semakin merekah. Dia berjalan ke setiap lorong mencari mainan apapun yg dia suka.Anita menahannya dia tidak ingin Sky menjadi serakah. Pesannya hanya satu 'carilah satu yang paling kamu sukai diantara semua barang-barang yang kamu suka, agar kamu bisa menghargai barang itu nantinya' Axel tidak setuju dia bertentangan dengan Anita. Axel memberikan kebebasan kepada Sky hingga membuat Anita sedikit kesal
"Aku tahu jika aku belum bisa membahagiakan anakku tetapi aku juga tidak ingin anakku menjadi manja karena kamu selalu menuruti kemauannya. Itu tidak akan mendidik anakku untuk menjadi mandiri Axel, anakku harus merasakan kerja keras dulu baru dia akan memetik hasilnya dengan begitu dia akan menghargai setiap pencapaian yang sudah dia lakukan" ucap Anita tegas.
__ADS_1
"Bukan begitu maksud aku Anita, jika bukan aku siapa lagi yang akan membahagiakannya?" tanya Axel.
"Aku...aku yang akan membahagiakannya, kamu tidak perlu khawatir Axel. Aku sudah melamar pekerjaan dan mungkin dua atau tiga hari lagi aku akan mulai bekerja. Aku akan menyewa asistan untuk menjaga anakku" Anita
"Tidak...kamu tidak boleh bekerja, cukup aku saja yang bekerja. Tugasmu hanya dirumah menjaga Sky dan aku akan memastikan jika kalian akan selalu tercukupi. Itu janjiku jadi lupakan saja pekerjaan itu karena kamu tidak memerlukannya" Axel tegas mengatakan hal itu kepada Anita
"Who are you Axel?"tanya Anita dengan mata tajam. Mendengar pertanyaan Anita membuatnya menjadi salah tingkah, ah ya dia arogan sekali kepadanya dia bukan siapa-siapa mereka tetapi kelakuannya mirip suami yang protektif dan juga posesif. Dia melarang Anita seolah-olah dirinya adalah suaminya, Axel mengutuk dirinya yang seperti itu. Dia sudah memiliki keluarga dan dia harus menekankan itu pada dirinya.
"Shittt....semua menjadi susah sekarang" Axel tak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang, dia sangat tidak suka jika Anita benar-benar akan bekerja.
"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu jika dia benar-benar sampai bekerja, aku tidak ingin dia sukses aku hanya ingin dia menggantungkan hidupnya padaku. Aku akan menjadi pria gila jika berhadapan dengan wanita seperti itu" runtuknya dalam hati.
Lupakan dulu siapa dirinya, yang jelas hari ini dia ingin bersama dengan kedua makhluk itu. Axel mengajaknya membeli pakaian yang mahal-mahal tetapi Anita menolaknya dia hanya ingin pakaian yang sederhana saja dan itu pun di toko biasa.Begitupun saat Axel mengajaknya ke tempat tas mahal dan branded tak satupun yang dilirik Anita karena dia tahu jika tas termurah saja harganya mencapai puluhan juta, dia amat ngeri berbelanja ditoko seperti ini.
Tanpa persetujuan dan sepengetahuan Anita, Axel membungkus beberapa tas termahal ditoko itu.
Puas bermain, puas makan-makan, puas berbelanja akhirnya waktu mereka untuk pulang tibalah sudah. Tepat jam 9.30 mereka tiba dikontrakkan Anita, Axel tampak berat berpisah dengan mereka ah...andai saja dirinya belum menikah mungkin semuanya tak akan seperti ini. Dengan berat hati dia pun akhirnya mohon pamit.
"Terima kasih om baik, aku sayang om"Sky memeluk Axel seolah tak ingin berpisah.
"Sky, om harus pulang karena tante Hilda sudah menunggu dirumah,kamu sama mama saja ya sayang" Anita melepaskan Sky dari pelukan Axel.
"Dadah om...sampai berjumpa lagi" mereka tersenyum melepas kepergian Axel.
Axel berbalik dan langsung pergi dengan mobilnya. Pikirannya berkecamuk dan membuatnya enggan pulang ke rumah dia hanya bisa memukul-mukul setir mobilnya. Sesampainya dirumah dia hanya berdiam diri didalam mobil serasa enggan masuk ke dalam rumah itu. Dia membuka ponselnya dan puluhan panggilan dari istri juga keluarganya masuk semua. Dia heran dengan keluarganya yang menghubunginya terus menerus. Ah ya dia baru ingat jika dia sudah memakai jetpri keluarganya tanpa ijin terlebih dahulu, tapi tunggu dulu bukankah jetpri mereka ada 3 rasanya tak masalah jika dia meminjam salah satunya, pasti ada sesuatu yang lain lagi pikirnya.
*****
Met pagi genk...kentang ya😂 mau nerusin juga tanggung, dah lah emak mau kerja dulu nanti kita sambung lagi oke🙏😂
"Aku suka melihat wajah lembut itu, seakan menarikku masuk kedalam matanya yang teduh"Axel
"Kecantikannya sesuai dengan keegoisannya"Axel
__ADS_1