
Malam ini Queen sengaja tidak ikut makan malam, jujur saja dia hanya ingin menunggu telpon dari suaminya. Semenjak mengadu pada mommynya Queen enggan keluar kamar. Dia terus saja browsing tentang kehamilan. Dia takut juga akan perkataan mommynya, bagaimana nasibnya kelak jika dia sampai tidak bisa melahirkan anak gara-gara keegoisannya dulu? Pikiran-pikiran negatif itu sudah mulai menyerang otaknya.
Sudah hampir 3 jam dia menjaga ponselnya, berharap suaminya akan berbaik hati untuk menghubunginya namun sampai dia tertidur pulas dan bangun lagi tetap saja tak ada notif dari suaminya, jangankan telpon sms saja tidak ada. Padahal dirinya sudah merendahkan diri dihadapan suaminya namun ternyata tak semudah itu membujuk suaminya. Ternyata suaminya kembali ke stelan awal...diam dan mematikan.
"Aku harus bagaimana lagi sekarang?" Queen hanya berguling kesana dan kemari di ranjang super king-nya itu sambil terus memandangi ponselnya. Dia pun mulai nge-chat suaminya lagi dan sesekali menelponnya namun bunyi ponselnya sedang diluar jangkauan. "Aaiihh....bisa gila gue lama-lama begini, gue tunggu sampai besok jika dia masih diam juga gue gak akan menghubungi dia lagi, jangan salahin gue kalau main gila dibelakang kamu suamiku" ancamnya sambil dadanya naik-turun karena menahan kesal. Dia melempar ponselnya ke samping dan menelungkupkan tubuhnya...tidurrrr egeeeennn.
Jam 4 subuh Queen terbangun karena perutnya keroncongan, dia baru ingat jika dia belum makan dari sore tadi, bukan hanya sore tetapi sedari siang tadi, apalagi sebelumnya dia 'mantap-mantap' sama suaminya. Dia pun pergi ke dapur dan memakan apa yang ada sambil memainkan ponsel pintarnya.
Dia langsung men-stalking akun suaminya, ingin melihat postingannya hari ini, namun tak ada postingan apa-apa. Dia terus menscroll ke bawah melihat berita-berita hari ini.
"Irvan kok posting pemandangan gunung fuji, apa jangan-jangan dia ikut juga ke Jepang?" Queen terus mengikuti akun Dokter Irvan, sampailah dia melihat postingan irvan yang bersama suaminya namun tampaknya mereka sedang berbincang-bincang dengan seorang wanita.
"Aah...hanya dari samping sedikit dan tidak jelas wajahnya, tapi kira-kira siapa dia ya?" tanyanya sambil menggigit-gigit bibir bawahnya.
"Bahaya ini kalau dokter itu lebih cantik dari gue, bisa-bisa pindah ke lain hati suamiku" Queen mulai khawatir, dia takut jika suaminya nanti akan tergoda oleh salah satu dokter wanita cantik disana, hatinya semakin resah dan nelangsa seorang diri.
Akhirnya pagi-pagi buta dia langsung mandi dan bersiap-siap akan ke Jepang menemui suaminya.
Dia meminta no telpon dokter Irvan kepada receptionist kantor, setelah mendapatkan nomor Irvan Queen langsung menghubunginya.
"Iya nona, ada apa pagi-pagi buta menelponku?" tanya Irvan sambil menguap karena dia masih mengantuk.
"Cepat beritahu tempat suamiku menginap, aku akan buat kejutan untuknya" tanya Queen tidak sabar.
Seketika mata Irvan membulat, dia bingung kenapa Queen bertanya kepadanya dan bukan langsung tanya saja ke suaminya, "dasar pasangan aneh" pikirnya.
Irvan langsung memberi tahu alamat hotel mereka menginap, berkat bantuan Irvan Queen merasa mendapatkan angin surga.
Tak banyak pakaian yang dia bawa hanya beberapa pasang saja, kalau kurang tinggal beli saja pakaian disana pikirnya.
Selesai bersiap Queen segera turun ke bawah, dia kira semua orang masih pada terlelap tapi ternyata mommy and daddy-nya sedang berduaan di dapur.
"Seehh....akhirnya ketemu daddy juga, padahal pengen menghindar" mau tak mau Queen pun menghampiri kedua orang tuanya.
"Kamu mau kemana? Ini masih pagi buta Queen" komentar daddy
__ADS_1
"Aku mau ke Jepang dad, mau lihat suamiku yang sedang seminar disana" ucapnya sambil mengambil sepotong roti dan menuang segelas susu yang diambil dari lemari pendingin itu.
"Ngapain sih kamu pakai acara nyusul segala, suamimu sedang bekerja jangan direcokin" ucap daddy
"Gak apa-apa dad...sekalian aku mau jalan-jalan ke negara Sakura, sekalian bulan madu" ucap Queen blak-blakkan. Alma yang mendengar ucapan vulgar anaknya langsung tersedak. Dengan cepat Daniel mengambilkan air dan meminumkannya.
"mommy-mu sudah tua Queen, lainkali kalau mau bicara disaring dulu, biar dia tidak tersedak lagi" ujarnya sambil tertawa. Alma mencubit gemas perut suaminya. Dia tidak rela dikatakan tua, karena umurnya belum mencapai 50th.
"Awas aja ngatain aku tua lagi, gak ada acara tambahan kalau malam" ancam Alma. Daniel langsung merangkul istrinya dan menciuminya sambil meminta maaf padanya. Bisa bahaya kalau istri kesayangannya ngambek, bisa-bisa anacondanya kedinginan tak bisa masuk sarangnya.
"Dasar...sudah tua masih kaya abegeh aja" cerocos Queen yang iri melihat keromantisan orang tuanya itu. Entahlah saat ini dia tidak suka jika melihat pasangan yang sedang bermanja-manjaan...wkwkwk....lebay kalau kata Queen padahal itu efek karena di cuekin suami.
Daripada pusing melihat ayahnya yang sedang merajuk, lebih baik dia segera berangkat ke bandara sambil diantar supir.
"Mom, dad, aku berangkat....lebih baik kalian lanjutkan aksi kalian dikamar....hahaha...dasar tua-tua macam anak muda aja" ejek Queen sambil berlalu dan melambaikan tangannya
"Si daddy gak tau apa anaknya lagi menderita, bisa-bisanya dia mesra-mesraan didepan gue....kan gua jadi vanass....wkwkwk" dia pun berjalan langsung menuju bandara, mencari penerbangan sepagi mungkin agar lebih cepat tiba di Tokyo dan memberi kejutan untuk suaminya.
Perjalanan yang membosankan berada dipesawat hampir 8 jam. Queen akhirnya tiba di Jepang sekitar jam 2 atau jam 3 siang menjelang sore.
"Kepala gue mumet" tukas Frans
"Tenang....sebentar lagi mumet lu hilang" jawab Irvan
"Maksud lo apa?" Frans menoleh penasaran, sedangkan Irvan hanya senyum-senyum saja tak mau memberi jawaban dan membuat Frans kesal.
"Makan yuk" ajak Irvan
"Males...gue belum lapar" jawab Frans
"Elo ngopi aja lah temenin gue makan, Sekalian gue ada janji sama seseorang" Irvan begitu memohon hingga Frans terpaksa meng'iya' kan, mereka pun langsung menuju restoran yang terletak di lantai 6 tersebut.
"Hay Tina" Irvan segera menghampirinya dan menyalaminya sambil memeluknya. Frans tertegun melihatnya, bagaimana mungkin Tina ada disini?sejak kapan Irvan kenal dengan Tina?apakah mereka ada hubungan?
Saat Frans sedang berfikir Irvan segera menarik tangannya dan memperkenalkan mereka.
__ADS_1
"Kenalin cewek gue" pamer Irvan yang sukses membuat lambung Frans kaget.
"Astaga" dia pun segera menjabat tangannya dan pura-pura tidak mengenalnya. Sedangkan Tina memang sudah sejak lama mengincar Irvan dan sekaligus ingin tahu tentang rumah tangga mantan kekasihnya itu. Setelah ada celah barulah dia efektif mengejar Irvan sampai dapat.
Tina dengan senyum sumringah segera menjabat tangan Frans. Mereka bertiga tampak kompak dalam seru dalam berinteraksi dan sesekali Tina melirik ke paras tampan Frans. Jujur saja sampai saat ini pun dia belum mampu melupakan wajah itu yang pernah menemaninya selama lima tahun lebih. Kalau bukan karena si kucing garong Queen, Frans masih menjadi miliknya saat ini.
"Aku tinggal ke toilet dulu ya" pamit Irvan
"Hemm....jangan lama-lama" Frans
"Ya nggaklah...gue cuma mau buang air kecil bukan buang anak-anak cebong gua...hahaha" kelakar Irvan sambil berlalu.
Suasana menjadi hening seketika, Frans membuka ponselnya dan membaca semua pesan yang dikirim oleh istrinya. Ada rasa senang didalam hatinya saat istrinya merengek meminta maaf padanya dan tidak lupa permintaan konyolnya untuk segera dibuatkan anak karena pabrik produksi anak telah dibuka olehnya.
Senyum dan Tawa Frans membuat Tina melirik padanya.
"Ada apa? Kenapa bahagia sekali ketawamu?" katanya kepo
Frans menjawab sambil tetap tersenyum dan menunduk melihat-lihat wa istrinya.
"Oihh...istriku sedang minta dibuatkan banyak anak" jawabnya yang membuat Tina ingin muntah mendengarnya.
"Kurasa istrimu mandul, kalian sudah menikah selama empat tahun masa sampai sekarang belum hamil-hamil juga. Ingat tawaranku jadi ibu pengganti, aku siap saat ini juga" tandas Tina yang membuat Frans mengangkat wajahnya seketika.
"Jangan ngaco kamu, istriku sudah melepas KB-nya dan dia sudah siap mempunyai momongan. Jangan ganggu aku lagi ingat batasanmu" ujar Frans tak suka.
Met pagi genk...semalam wifi erorr jadi pagi ini baru update
Happy reading jumpa lagi nanti malam
__ADS_1
