
Galuh hanya menarik nafasnya melihat laki-laki di hadapannya dengan senyuman lebar nya memberikan helm pada nya.
"Yuk berangkat nanti kita telat ." Ajak Davis dengan nada manisnya. Galuh hanya diam menerima nya saja dan mereka jalan beriringan menuju motor motor Davis melaju kencang membelah jalanan menuju ke kampus.
Anak-anak kampus heboh kala melihat sang idola menggandeng tangan Galuh si kutu buku dan culun. Mereka seolah mengikrarkan hubungan mereka.
Bahkan Davis juga tak segan-segan menata rambut Galuh yang tertiup angin saat mereka bersama di kantin. Sontak membuat keadaan menjadi lebih tak kondusif. Galuh mendapatkan tatapan mata benci dari para fansnya Davis.
"Cowok itu nempel terus kemanapun Galuh melangkah sepanjang kampus. Dan sekarang mereka berempat duduk bersama di kantin.
"Ada sesuatu yang tak kalian ceritakan ke kami?" Tanya Cicilia menatap Galuh. Yang ditatap hanya diam makan bakso pedas nya tanpa menjawabnya.
"Kami jadian. Dia pacar aku." Kata Davis langsung seenaknya sambil mengambil bakso yang akan di suap ke mulutnya Galuh.
Berbelok arah ke mulutnya dan ia juga sempat melap bibirnya Galuh yang belepotan kuah dengan tisu. Cicilia dan Akbar melongo melihat nya.
Padahal dua hari lalu mereka acuh saja tak ada tanda atau hal apapun kenapa sekarang jadi seperti ini. "Sumpah Davis kau norak banget!" Cetus Cicilia.
Davis yang pesan gado-gado juga menyuapi Galuh dengan itu. Bahkan gadis itu nurut saja membuka mulutnya lebar karena suapan itu besar. "Larasati dan Bagaskara yang bucin saja tak sampai seperti kalian." Akbar mencebikkan mulutnya kesal
Pasalnya sekarang cuma mereka berdua saja yang jomblo di antara geng mereka. Akbar memilih diam makan makanan nya juga Cicilia tak tahan melihat kemesraan mereka.
Belum lagi tatapan mata iri dan cemburu sedari tadi dari penghuni kantin lainnya. Sepasang kekasih itu tak merespon lebih tepatnya tak memperdulikan itu.
Davis menerobos masuk ke kamar Galuh begitu saja setelah dia membuka pintu. "Kita di sini aja ya, aku udah Pesen makan pas keluar kampus. Aku bayar. Aku pengen nginep, kangen dua hari ga meluk kamu berasa gimana gitu."
__ADS_1
Galuh memasang datar saja segala ocehan nya tak di respon. Ia memilih bersih-bersih keluar kamar mandi dengan babydoll pendek tanpa lengan.
"Kamu mancing ya? Tanya Davis mendekat lalu mendekapnya erat. "Apa sih lepas! Sana bersih-bersih apa ga bau pakai baju itu!" Hardik Galuh. Laki-laki itu menyeringai menatap wajah cantik Galuh melepaskan pakaiannya dengan cuek saja mengambil tas ransel nya mengeluarkan t shirt juga boxer.
Melenggang ke kamar mandi bersih-bersih sedang kan Galuh mengambil tas plastik memasukkan kemeja dan t shirt itu ke dalam plastik. Meletakkan di sudut ruangan bersama dengan tas Davis.
Lelaki itu juga membawa peralatan mandi meninggalkan handuk nya di jemuran mini dekat kamar mandi. Ia hanya mengenakan celana pendek dan t shirt rambutnya lembab.
"Apa grab nya dah datang?" Tanya Davis, Galuh cuma menggedikkan bahunya. Maka ia pun keluar duduk di kursi depan dengan mengotak atik ponselnya. Baru lima menit duduk di Abang ojol datang.
"Atas nama Davis ?" Tanya si Abang ojol,.
"Beef burger, steak daging, ayam , Orion ring .." Davis memastikan pesanan nya dan memberikan uang nya.
Kembali masuk membawa keresek berisi makanan yang dipesan oleh nya. "Junk food? Kenapa enggak nasi Padang atau nasgor murah malah." Protes Galuh sambil memakan makanannya.
Galuh mengernyitkan dahinya, kamu masih lapar?" Tanya nya. "Buat jaga-jaga kalau pengen ngemil." Sahut nya cuek. Galuh hanya mengangguk mengiyakan Galuh asyik dengan buku dan tugasnya.
Sedangkan Davis dengan laptop nya dan bukunya. Galuh menata buku nya untuk besuk juga menggunakan skincare nya lalu dia rebahan di ranjang. Sedangkan Davis langsung melakukan hal sama.
Laki-laki itu langsung menyusup mendekap erat Galuh. "Kita enggak melakukan rutinitas layaknya orang pacaran?" Tanya nya.
"Bukan kamu sudah tidur di samping ku apalagi mau mu?" Galuh menunjukkan mode galak nya. Davis hanya tersenyum tengil lalu menciumi bibirnya berulangkali.
Davis tersenyum disudut bibirnya masih mengecap manisnya bibir Galuh. Mereka berhadapan dengan terbaring ." Singkirkan tangan mu!" Hardik Galuh.
__ADS_1
Davis mengerti langsung memeluk nya dan memejamkan matanya. Galuh kaku ia merasakan benda menusuk itu tepat dipusar nya. "Jangan tegang Ku tak akan menyentuh nya tanpa ijin mu."
Suara serak Davis langsung membuat lega Galuh. Memutuskan untuk memejamkan matanya namun ia tak bisa tidur karena itu.
Keesokannya Davis bersolo pagi-pagi buta karena tak bisa tidur semalaman menahan hasratnya. Mau bagaimana lagi mereka baru jadian dalam hitungan hari, itu pun paksaan karena dia.
POV Davis
Mana mungkin aku lepaskan dia, cewek cantik bersembunyi dibalik dandanan cupu. Mana cantik sekali sama dengan Larasati bedanya jelas agama kami beda.
Larasati wanita muslimah dan taat, mana mungkin aku merusak hubungan antara mereka. Mengagumi boleh kan asal tak memiliki niat merebut hati nya.
Dan kala lagi gabut aku melihatnya sendiri bengong juga ada gelisah. Setelah mengenali nya dia cantik juga ceroboh dan tak pandai akting alias berbohong.
Benar dia sangat polos sedikit judes sih. Tapi dia bisa aja aku tipu. Tak sengaja aku dan dia berciuman dan meminta pertanggung jawaban nya, dan reaksinya adalah pasrah saja.
Bahkan di tempat umum ia menerima saja tingkah spontan ku. Berbagi makanan, menggandeng tangan nya. Duduk nempel terus dekat dia.
Liat biasa aku bahkan bisa menginap di kost dia. Bapak pemilik rumah kost mengijinkan para penyewa tinggal bersama dengan kekasih atau pasangan sah mereka.
Nyata nya mereka biasa melakukan nya, jadi inikah sebabnya dia melamun sendiri karena tak memiliki pasangan dan harus mendengar suara laknat itu.
Aku hibur saja dia dengan caraku, asal tak menyentuh nya walau munafik namun menjaga kemurnian nya adalah terpenting bagiku ini sebuah tantangan.
Aku tak munafik, pernah aku melakukannya dengan siapapun. Itu dulu kala belum mengenal kelompok Larasati. Wanita malam sewaan ku bersih dan sudah biasa aku main dengan mereka.
__ADS_1
Aku tak mau merusak mereka yang menjadi partner ranjang ku. Jadi aku pilih saja sesuka hati ku dan tak khawatir akan nama baik.
Galuh seperti candu tak melihatnya badanku sakit apalagi jika bisa menyesap bibirnya yang tipis itu.